Ponsel cerdas ini merupakan salah satu dari empat seri baru yang dirilis HTC bulan September lalu. Posisi harganya paling bawah di antara empat seri teranyar tersebut. Belum didukung jaringan 4G LTE, namun kelengkapan fiturnya sudah lumayan komprehensif dan mutakhir. Dari segi kualitas produk pun sepertinya menjanjikan. Tapi coba kita cermati lebih dalam:
Desain
Tak susah mengetahui sebuah ponsel HTC. Form factornya sangat khas, meskipun merek yang berada di bagian depan ditutup, kita bisa dengan mudah menebak ini adalah sebuah ponsel cerdas HTC. Bagian sudut dengan lengkungan khas seperti itu, serta cover belakang yang sedikit cembung, memang lekat dengan ciri khas HTC.
Smartphone ini memang menggunakan material plastik untuk membungkus bodinya. Namun secara keseluruhan tampilannya tetap menarik, tidak mengesankan smartphone abal-abal. Tampilannya tetap bisa mewakili nama besar HTC sebagai pabrikan ponsel cerdas papan atas. Meskipun dari plastik, struktur bodi tetap kokoh, tidak berderit-derit ketika digenggam. Ukurannya pun pas di tangan.
Tapi satu hal yang jadi catatan dengan bodi plastik ini. Pertama adalah, permukaan plastik yang glossy, mengkilat. Dalam keadaan benar-benar bersih, habis digosok dengan kain pembersih, tampilan ponsel sungguh mempesona, kinclong dengan permukaan mengkilat seperti kaca. Namun setelah dipegang, muncullah jejak-jejak jari mengotori permukaan mengkilatnya. So, bila kalian tak ingin Desire 526 G kelihatan kusam dan kucel, rajin-rajinlah membersihkannya.
Smartphone ini tersedia dalam dua warna. Satu hitam solid dan satunya putih dengan lis biru pada bagian sisinya. Warna hitam solid terkesan agak biasa-biasa saja. Namun yang warnanya putih, memberi perbedaan yang menyolok di antara smartphone sekelas, dan lebih atraktif. Tapi ini soal selera.
Display
Layar yang dipasang di Desire 526 G punya ukuran yang tidak biasa untuk smartphone-smartphone terkini, yakni 4,7 inci. Tidak ada yang salah, sih, dengan itu. Tapi sebenarnya ukuran layar masih bisa digenjot hingga 5 inci, mengingat masih ada ruang kosong yang bisa menampung layar selebar itu. Tapi sudahlah, ukuran 4,7 inci masih cukup oke kok, untuk kenyamanan mata dan keleluasaan jari saat menelusuri menu-menu yang ada di layar.
Soal kualitas tampilan layar memang biasa saja. Maklum, cuma sekaliber qHD. Kita tak bisa berharap tampilan layar yang tajam dan terang sempurna. Penggunaan di luar ruang, dengan kondisi cuaca cerah, kecerahan tampilan layar jauh berkurang, dan agak menyulitkan melihat apa yang tampil di layar.
Namun performa layar dalam merespon sentuhan jari masih tak meninggalkan kualitas layar yang digunakan HTC pada lini produknya. Layar cukup responsif dalam menerima perintah yang disalurkan lewat sentuhan jari, pergerakan layar ketika di-slide pun termasuk bagus, tak terlihat patah-patah.
OS & Antarmuka

Meski dilapisi antarmuka HTC Sense UI yang sudah sedikit lepas dari tampilan native Android, saya tetap merasa seperti sedang memakai HTC versi jadul. Persoalan yang mengemuka adalah HTC Sense UI yang digunakan juga adalah versi lama. Intinya, menurut saya tampilan interface-nya kurang atraktif dan kurang fresh.
Lepas dari isu teknis dan tampilan yang ketinggalan jaman, antarmukanya tetap nikmat saat dioperasikan. Responnya cepat, tak ada bug yang mengganggu dan pengendaliannya smooth. Didukung homescreen dan app tray (menu aplikasi). Kita juga bisa mengakses notifikasi dengan menarik layar dari atas ke bawah.
Kamera
https://instagram.com/p/9dKxhczG2f/
https://instagram.com/p/9dKtXbzG2c/
https://instagram.com/p/9dKkPpTG2U/
Dilengkapi kamera utama sebesar 8 MP, yang tersemat di bagian belakang ponsel. Lampu flash jenis LED tersemat di bawah lensanya. Sebenarnya besaran kamera sudah cukup bagus untuk merekam foto-foto standar. Foto yang dihasilkan cukup tajam, dengan kecerahan warna yang juga cukup berimbang. Namun untuk moda zoom, gambar cenderung pecah (blur).
Begitu pula bila digunakan dalam kondisi cahaya minim. Dengan moda standar lensanya cukup mampu menghasilkan foto yang bagus. Namun tetap ada noise pada bagian-bagian yang gelap, serta apabila di zoom, ketajaman foto akan pecah (blur).
Sebenarnya ada moda HDR sebagai pilihan untuk memotret dalam kondisi cahaya yang benar-benar minim. Moda ini akan memberikan tambahan eksposure pada obyek yang gelap. Namun, dalam penggunaannya harus benar-benar dalam keadaan diam. Ponsel bergerak secuil saja, hasil foto akan blur. Karena, proses rekam gambarnya berlangsung lambat.
Fitur kamera termasuk lengkap untuk smartphone sekelas ini. Ada moda-moda pengaturan eksposure, efek warna dan pengaturan white balance. Di situ juga ada fasilitas pengaturan ISO dan face beauty. Nah, semua itu bisa digunakan untuk memaksimalkan hasil foto. Ohya, kamera kedua yang berada di depan memiliki besaran 2 MP. Kapasitas yang cukup untuk membuat wajah Anda kelihatan keren ketika dipakai selfie. Toh, kalau kurang puas, bisa menggunakan fasilitas-fasilitas pendukung yang tadi.
Multimedia

Sama seperti produk HTC lain, pemutar musik standar bawaannya memiliki tampilan antarmuka simpel dan clean. Seperti biasa kita bisa mengelola audio dalam berbagai kategori seperti artis, judul lagi dan lain-lain. Smartphone ini juga menyertakan equalizer, menurut saya cukup memberikan nilai tambah.
Player videonya sudah bisa menjalankan berbagai format video termasuk resolusi full HD 1080p. Sebaga alternatif hiburan lain, HTC Desire 526 G menyediakan pula radio FM yang bisa dipakai merekam siaran radio favorit.
Fitur
HTC Desire 526 G tak menyediakan fitur khusus yang menonjol. Hanya beberapa aplikasi alakadarnya yang diselipkan. Semisal Polaris Office 5 untuk dipakai membuka dan mengedit dokumen dalam berbagai format word, excel atau presentasi. Serta HTC Blinkfeed yang mengkombinasikan kumpulan situs jejaring sosial dalam satu akses terpadu.
Performa
Prosesor & Memori

Gudang penyimpanan keseluruhan yang dimiliki ponsel ini tak begitu besar. Hanya 8 GB saja, masih cukup memadai sih. Tetapi kenapa tidak digenjot hingga 16 GB? Sementara untuk RAM, tersedia ruang 1 GB. Untuk ukuran kelas menengah, kapasitas RAM sebesar itu sudah cukup bagus.
Untuk menambah kapasitas simpan, tersedia slot untuk memori card eksternal. Kapasitasnya disebutkan hingga 32 GB. Dalam uji coba, tak ada masalah dalam memproses file-file yang tersimpan dalam memori card eksternal.
Baterai
Untuk mentenagai Desire 526 G ini, pabrikannya memasang baterai jenis lithium polymer berkapasitas 2000 mAh. Kapasitas yang pas-pasan untuk menghidupi sebuah smartphone. Untuk pemakaian standar, baterai masih mampu menopang aktivitas smartphone hingga beberapa jam. Namun untuk pemakaian berat, suplai tenaga baterai cepat terkuras.
Pengisian ulang tenaga baterai juga tergolong biasa. Ponsel ini sepertinya tak dilengkapi dengan teknologi pengisian ulang cepat. Artinya, kita harus membekali diri dengan power bank, atau baterai cadangan bila sedang bepergian. Kalau-kalau sulit menemukan terminal listrik untuk memasang charger.
Konektivitas

Kesimpulan
Tak banyak yang bisa diharapkan dari HTC Desire 526 G. Tapi untuk banderol dua jutaan, smartphone ini sudah menawarkan casing dengan buid quality yang baik. Berbeda dari kebanyakan seri sekelasnya yang hanya terasa ‘plastik’. Sektor kamera pun sudah cukup bisa bersaing dengan rival jika menilik harganya.
Ironisnya, HTC Desire 526 G kurang menggigit di banyak aspek. Seperti sistem operasi dan antarmuka yang bisa dibilang sudah masuk kategori ‘oldies’ alias tua. Lantas prosesor yang relatif biasa saja dengan dukungan baterai berkapasitas hanya 2000 mAh.