Smartphone ini memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pada emerging market, alias pasar di negara-negara berkembang. Makanya harganya hanya sekitar IDR 1,3 juta. Harga yang sangat terjangkau untuk sebuah smartphone.
Jadi, meskipun mengusung julukan ‘Hot’, jangan terlalu berharap smartphone ini tampil sexy, punya sesuatu yang membuat pemiliknya betah berlama-lama menggunakannya, dan tak mau jauh-jauh dari si sexy. Berikut Ini review smartphone Infinix Hot 2:
Desain
Bayangan si sexy yang tampil menggoda langsung sirna begitu melihat smartphone Infinix Hot 2 ini. Duh, penampakannya benar-benar tak menarik. Sekeping papan hitam yang tampak kuno dengan balutan desain yang konservatif. Memang dari keterangan pabrikan, smartphone ini diciptakan untuk bertengger di segmen menengah bawah. Tapi tetap saja, bukan berarti desain dan tampilan boleh dibuat tak menarik.
Padahal, bisa saja misalnya sudut kaku di bagian pinggir belakang (cover belakang) dirancang melengkung seperti kurva, biar agak manis sedikit. Lis metal kelabu tua di bagian sisi yang dipadu dengan hitam glossy cover belakang, bukanlah paduan yang tepat. Apalagi bagian depan tak bisa menyembunyikan nuansa plastiknya.
Rasio antara luas layar dengan ukuran body juga kurang optimal, meskipun secara keseluruhan dimensi dan bobot smartphone ini masih bersahabat dengan genggaman tangan orang Indonesia rata-rata. Banyak sisa ruang di bagian bawah dan atas layar yang tak terpakai. Apalagi perusahaan tak menyertakan tombol navigasi fisik sehingga area di sektor bawah layar yang cukup luas jadi terlihat kosong.
Display

Tampilan layar memang terlihat cukup baik. Memang tidak sampai membuat terkesan, tapi juga tidak sampai membuat kening berkerut . Lumayanlah. Cukup bisa menjaga keseimbangan warna ketika menampilkan gambar.
Teknologi layar sentuh yang digunakan smartphone ini termasuk yang biasa-biasa saja. Respon terhadap sentuhan jari cukup baik, meski prosesnya tak begitu terlihat mulus. Selain itu dengan pengujian menggunakan multi touch tester, smartphone Infinix Hot 2 hanya bisa merespon 5 titik sentuh secara bersamaan. Bisa dimaklumi, mengingat untuk mendapatkan kualitas layar sentuh yang sempurna, ongkos produksi bisa lebih tinggi, dan itu akan berpengaruh ke harga jual yang pastinya akan melampaui harga untuk emerging market.
OS & Antarmuka

Sebagai seri Android One, Infinix Hot 2 menggunakan antarmuka standar tanpa kustomisasi atau perubahan kosmetik. Keuntungan menggunakan Android One, kita sudah mendapat dukungan serta garansi update berkala ke versi terbaru selama dua tahun.
Performanya pun menurut saya cukup memuaskan, cepat dan responsif. Di bagian antarmuka terdapat perbedaan dari Android yang lazim saat ini. Jika kita memasuki menu aplikasi atau app drawer, terdapat halaman yang dijejali ikon aplikasi dalam konsep grid. Namun pola geser halamannya berubah bukan ke kiri ke kanan, melainkan scrolling dari atas ke bawah.
Update Android Marshmallow sebenarnya sudah mulai bergulir ke beberapa perangkat Android One. Sayangnya, saat kami menguji ponsel ini kami masih belum berkesempatan menikmatinya. Memang sempat ada update saat Infinix Hot 2 ini masih di meja redaksi, namun hanya perbaikan untuk Android Lollipop 5.1.1.
Kamera
https://instagram.com/p/9KatTWTG7r/
https://instagram.com/p/9KaoCjTG7k/
https://instagram.com/p/9Kai5-TG7c/
https://instagram.com/p/9KadWpTG7T/
Smartphone ini mengikuti tren smartphone masa kini, punya dua kamera. Satu kamera utama di belakang dengan besaran resolusi 8 MP. Masih tertinggal dengan kebanyakan smartphone- smartphone keluaran teranyar. Namun untuk ukuran smartphone kelas menengah bawah, kapasitas sebesar itu sudah cukup memadai. Yang penting, bagaimana performanya?
Secara umum, sensor kamera utama yang ada di belakang sudah cukup baik. Foto yang dihasilkan sudah memiliki kerapatan pixel yang membuatnya tampak tajam. Keseimbangan warna juga baik, meskipun cenderung agak pias sedikit. Terutama apabila menggunakan moda HDR, karena pada moda ini ada penambahan exposure. Moda ini cocok digunakan untuk kondisi dengan cahaya redup. Kalau dipakai di luar ruang dengan kondisi cuaca cerah, bakal didapat hasil yang over exposure.
Kamera depan, yang kegunaan utamanya apalagi kalau bukan untuk selfie, hanya memiliki besaran 2 MP. Termasuk ketinggalan dibanding pesaing-pesaing yang rata-rata sudah di atas itu. Namun jangan khawatir, karena besaran 2 MP sebenarnya sudah cukup untuk menghasilkan foto diri yang bagus. Hanya saja, jangan berharap hasil fotonya bakal mempercantik wajah Anda. Apalagi kalau kepingin hasil foto dicetak dalam ukuran besar.
Multimedia
Area multimedia pada Android Lollipop 5.1.1 sudah cukup lengkap. Fasilitas seperti musik dan video bisa dinikmati sebagai layanan standar. Kita bisa menikmati pemutar musik yang mendukung file musik seperti MP3, OGG, FLAC, AAC, dan WMA. Atau juga memutar fle-file video seperti MP4, MKV, dan MOV.
Tapi pemutar musiknya belum didukung dengan equalizer sehingga kita harus menerima kualitas suara yang keluar apa adanya. Output audio yang memancar dari speakernya cukup nyaring tapi tak bisa diandalkan. Karena suara agak pecah saat volume disetting ke level maksimal. Tersedia radio FM untuk melengkapi sektor hiburan, tapi tancapkan dulu earphone karena aplikasinya tak mau menangkap sinyal radio tanpa dukungan aksesoris ini.
Performa
Prosesor & Memori


Akselerasinya pun terasa gesit tanpa terganggu lagging. Dipakai bermain game kasual tidak lemot dengan dukungan grafis memadai. Hasil pengujian menggunakan Antutu Benchmark mencatatkan skor 20682. Sementara tes performa menggunakan Quadrant Benchmark Infinix Hot 2 meraih skor 9203. Artinya, performanya sudah cukup baik untuk aktivitas standar. Tapi jika ingin ngotot dipakai bermain game berat atau aksi multitasking ekstrim, ponsel ini diijamin akan ngos-ngosan.
Kapasitas memori yang dimiliki ponsel ini adalah 16 GB untuk ROM, serta 2 GB RAM. Sudah cukup memadai untuk menjalankan fungsi-fungsi yang dimilikinya. Gudang penyimpanan internal sebesar 16 GB itu sendiri hanya tersisa 11,68 GB untuk menyimpan file aplikasi dan file-file lain. Namun memang lebih baik bila file-file dari luar hasil download disimpan di kartu memori eksternal, yang slonya juga sudah tersedia.
Baterai
Infinix Hot 2 mengemas baterai bertipe removable dengan kapasitas standar 2200 mAh. Jika dipakai menjalankan aktivitas yang berat seperti browsing terus menerus, atau bermain game tanpa henti tenaganya akan cepat menyusut. Rata-rata Infinix Hot 2 bisa bertahan 10-11 jam untuk pemakaian normal. So, jika ingin lebih irit daya, matikan internet saat tak diperlukan dan atur brightness sebisa mungkin di level terendah sesuai kebutuhan.
Konektivitas

Tapi konektivitas standar seperti Bluetooth v4.0,Wi-Fi a/b/g/n dan WLAN. Tak ketinggalan GPS (a-GPS) sudah dibenamkan untuk mendukung fitur seperti peta. Port microUSB v2.0 bisa dipakai untuk pengecasan dan transfer data. Oh ya, Infinix Hot 2 juga tidak mendukung fitur USB OTG.
Value for Money
Infinix Hot 2 adalah salah satu smartphone yang cukup bertenaga di segmen entry level. Bisa dimaklumi karena perangkat ini didukung program Android One sehingga mengusun harga terjangkau. Bahkan patut dicatat jika di antara smartphone Android One yang ada di pasaran saat ini, Infinix Hot 2 merupakan seri dengan RAM terbesar.
Di sisi lain, Infinix Hot 2 pun tetap memiliki keterbatasan. Mulai dari minus jaringan 4G LTE, tak tersedia dukungan USB OTG di sektor konektivitas. Desain yang bisa dibilang sedikit ‘usang’ serta tampilan antarmuka standar pun mungkin harus dicermati juga.