REVIEW HUAWEI MATE 20: AI YANG MAKIN PINTAR

Plus

  • Desain Stylish
  • Triple Camera u2013 Leica Lens
  • AI Advance
  • SoC Kirin 980 7 nm
  • GPU Turbo
  • Kapasitas Baterai Besar
  • Power Efficiency

Minus

  • Video tak bisa switch antar kamera
  • Lubang kamera yang menonjol

Score: 8.2

DESAIN
8
LAYAR
8
KAMERA
9
MULTIMEDIA
7
PERFORMA
9
VALUE FOR MONEY
8
ArenaLTE.com - Di penghujung tahun 2018, Huawei menghadirkan serial Mate 20. Terdiri dari dua varian, Mate 20 dan Mate 20 Pro. Seri ini sebenarnya sudah diperkenalkan secara global pada Oktober lalu. Namun baru resmi masuk Indonesia pada pertengahan Desember ini.
 
Kehadiran serial Mate 20 ini seperti membawa pesan bahwa Huawei tak ingin mengendorkan ambisinya sebagai penguasa teknologi smartphone terdepan. Seperti dalam pernyataan-pernyataan dari perusahaan, serial Mate 20 dirancang sebagai smartphone paling canggih saat ini, dan memiliki kemampuan lebih baik dari pendahulunya –yang paling dekat adalah serial P20.
 
Bila varian Mate 20 Pro ditujukan bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kemampuan sebuah smartphone pada level maksimal, terutama pada kemampuan fotografi, maka varian Mate 20 ditujukan bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman penggunaan yang mudah dan nyaman. Dari sisi kelengkapan fitur dan spesifikasi, Mate 20 memang lebih rendah dibanding Mate 20 Pro. Terutama pada kelengkapan fitur kamera.
 
ArenaLTE berkesempatan menjajal varian Mate 20, sebelum smartphone ini resmi dirilis. Penampakan dan kesan pertama memang menjanjikan. Mari kita cari tahu kehebatan smartphone yang disebut Huawei sebagai smartphone paling canggih saat ini:
 

DESAIN

Ukuran             : 158.2 x 77.2 mm
Tebal                : 8.3 mm
Bobot               : 188 gram
Platform           : Unibody


 
Mate 20 meneruskan tradisi Huawei dalam menghadirkan desain cantik bernuansa kosmis pada seri-seri flagshipnya. Tetap memakai teknologi glass coating pada panel belakang untuk mendapatkan kesan glossy seperti kaca, dan dipadu dengan warna gradient yang berubah-ubah warna tergantung sudut pandang. Bahkan tombol volume dan power juga ikut diwarnai demikian.
 
Frame metal yang kokoh menjadi penyambung panel depan (layar) dan panel belakang. Frame dibuat melengkung untuk memberi kenyamanan saat menggenggam. Namun sambungan panel dan frame tidak terlalu mulus. Masih terasa ada “celah” ketika diraba.
 
Ukuran body tidak terlalu besar untuk dimensi smartphone terkini. Tetapi terasa rada berat di tangan. Meski tidak terlalu besar, namun masih sedikit repot bila mengoperasikan dengan satu tangan. Huawei punya solusi untuk itu, dengan melengkapi fitur “penyusutan” layar agar jari tangan masih bisa menjangkau ikon menu dan tombol virtual lain.
 
Menurut keterangan, Mate 20 dilengkapi dengan proteksi IP53, standar perlindungan terhadap debu dan cipratan air. Tetapi akan lebih aman apabila melindungi hape ini dari guyuran hujan. Satu catatan kecil untuk desain Mate 20 ini adalah, lubang triple kameranya yang agak menonjol, yang menjadikannya bagian pertama yang kena gesekan dengan permukaan meja, dan sebagainya.
 

DISPLAY

Jenis                            : IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Ukuran                         : 6.53 inches, 107.5 cm2 
Resolusi                       : 1080 x 2244 pixels
Rasio Tampilan            : 18.7:9 ratio
Ratio ke Body               : 88 %
 


Tren layar yang semakin luas dan meminimalkan ruang-ruang kosong pada panel muka, semakin dipertajam pada Mate 20 ini. Konsep full view display dan menggerus habis bezel dapat dilihat di smartphone ini. Mate 20 dapat mengikis habis ruang di bagian atas dan bawah, yang biasanya masih terlihat dikarenakan adanya komponen-komponen di balik display.
 
Pada Mate 20, yang hanya memiliki satu lensa muka, hadir dengan konsep notch eye drop (tetesan air), yang memang hanya seukuran lubang kamera. Sementara bagian bawah, tersisa bezel seukuran 4 mm saja. Layar lega seperti ini pada akhirnya memang sangat terasa kenyamanannya saat menonton video, mampu menyuguhkan lebih banyak tampilan pesan, laman web, dan sebagainya.
 
Layar besar ini memang sedikit menyulitkan bila dioperasikan dengan satu tangan. Padahal, kadang-kadang kita terpaksa menggunakan dengan satu tangan. Solusi yang diberikan Huawei di sini adalah fitur memperkecil tampilan layar, yang dilakukan dengan cara menyapu sisi bawah layar.
 

KAMERA

Belakang          : Triple camera 12 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/2.3" + 16 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) + 8 MP, f/2.4, 52mm (telephoto)
Depan              : 24 MP, f/2.0, 26mm (wide)
Flash Light       : LED Flash
Video               : 1080 @30 fps
 


Besaran kamera yang disematkan di hape ini termasuk biasa-biasa saja. Beda dengan yang dipunyai Mate 20 Pro. Tetapi tetap memakai lensa dari Leica, ditambah dengan penyempurnaan teknologi AI, yang membuatnya mampu mengenali lebih banyak benda dan suasana. Dalam keterangan yang diberikan Huawei, teknologi AI pada Mate 20 dapat mengenali 5000 obyek dan 1500 skenario.
 
Itulah yang membuat fitur kamera pada Mate 20 tak perlu banyak-banyak dilengkapi fitur penunjang. Karena sebagian besar sudah ditangani AI, sehingga pengguna cukup mengarahkan kamera ke objek dan mencari komposisi yang enak dari foto. Selebihnya biarkan kamera yang mengatur.
 
Triple lensa memainkan fungsi yang berbeda, seperti memperluas ruang foto, menangkap obyek yang jauh jaraknya, sehingga bisa dihasilkan foto yang memiliki kedalaman ruang dan memiliki ketajaman merata. Proses “menemukan” obyek dan focusing sendiri berjalan cukup cepat. Tetapi untuk multiple obyek, kadang kamera agak kebingungan menentukan obyek dan focus utama.


 
Baru di serial Mate 20 ini ada moda ”Super Macro”, yang aktif otomatis ketika kamera didekatkan pada obyek hingga jarak 2.5 cm. Catatan pada moda super macro ini adalah, ketika ada multiple obyek, kamera kebingungan mementukan obyek utama serta proses focusingnya. Proses “taping” di layar untuk menentukan obyek yang diinginkan, tak membantu. Jadi, ketika ingin memotret super macro, disarankan memilih single obyek saja.


 
Satu lagi senjata barunya adalah kemampuan digital zoom hingga 10 kali. Pada uji coba, kemampuan zoom ini cukup membantu menangkap obyek-obyek yang berjarak jauh.  Pengujian dilakukan dengan memotret cicak terbang (cekibar) dari jarak 6 m. Hanya saja, untuk moda zoom ini, sangat dibutuhkan tripod untuk menstabilkan posisi hape. Sebab, dalam moda zoom ini, kamera jadi sangat sensitive pada gerakan/goyangan tangan. Teknologi AIS untuk penstabilan foto, tak banyak membantu di moda ini.


 
Keunggulan utama dari fitur kamera Mate 20 series adalah kemampuannya memotret dalam kondisi malam, atau minim cahaya. Apperture yang besar, ditambah lensa yang peka, serta sensor yang baik, membuat Mate 20 mampu mengabadikan bulan beserta kerlip bintang. Hanya lagi, pakailah tripod bila Anda mau memotret dengan  moda malam. Sebab, kamera akan otomatis menyetel shutter speed beberapa detik, dan ini butuh posisi kamera yang stabil tanpa goyang –bila ingin hasil fotonya tidak blur.


 
Untuk selfie, Mate 20 dibekali kamera yang justru lebih besar dibanding kamera utama di belakang –meski hanya single kamera. Tujuan jelas, agar para penggemar selfie puas hati. Kemampuan foto selfienya lebih baik dibanding seri andalan terdahulu (P20), karena AI yang lebih pintar dan lebih responsive terhadap suasana.
 
Mate 20 juga menjadi perangkat ampuh untuk merekam video. Hasil rekam video yang mengandalkan lensa Leica ini terbukti bagus, halus dan tajam, dengan komposisi warna yang natural. Mic untuk merekam audio juga bisa secara pintar memisahkan suara obyek dan meminimlakan suara latar belakang yang mengganggu.
 
Anda juga mesti mencoba fitur slo-mo. Fitur ini mampu membuat efek dramatis gerak lambat dari obyek bergerak. Kamera akan otomatis mencari obyek yang bergerak, dan merekamnya dalam gerak lambat. Cucuran air hujan dari atap tertangkap jernih dalam gerak lambat.
 
Hanya saja, ada catatan dari fitur rekam video ini. Ketika merekam (video), kamera tak bisa berpindah dari kamera belakang ke kamera depan –dan sebaliknya. Padahal, kadang-kadang kepingin juga mengganti angle dalam satu rangkaian rekam video.
 

MULTIMEDIA

Music Player                : MP3/eAAC+/WMA/WAV/FLAC player
Video Player                : DivX/XviD/MP4/H.265/WMV player
FM Radio                     : Support
Browser                       : HTML5
Document Editor          : Support         


 
Bukan sebagai fitur yang terlalu ditonjolkan pada Mate 20. Tetapi performanya sebagai perangkat hiburan sudah memuaskan. Untuk pemutar music, kualitas audio yang dihasilkan cukup untuk menina-bobokan pengguna, karena suara yang bening dan komposisi suara yang berimbang. Apalagi didengarkan lewat headset.
 
Menonton video? Layar yang lega plus kemampuan memutar video resolusi tinggi (HDR) menjamin tayangan video yang memuaskan. Audio yang terdengar cukup kencang, namun sebaiknya mendengarkan lewat headset. Pertama, kualitas suara lebih baik bila memakai headset, kedua, tidak mengganggu orang di kiri kanan.
 
Sebagai perangkat untuk bekerja juga bisa diandalkan. Dilengkapi document viewer (dan juga bisa create document), memungkinkannya diajak bekerja di mana saja dan kapan saja. Sebenarnya, Mate 20 dilengkapi dengan fasilitas wireless printer. Namun tentu saja, harus dengan perangkat printer yang kompatibel.
 

NETWORK & KONEKTIVITAS

Jaringan           : 2G/3G/4G, LTE-A Cat 21 (1400/200 mbps)
WiFI                 : Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, DLNA, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth         : 5.0, A2DP, aptX HD, LE
SIM                  : Dual nano simcard (hybrid)
USB                 : 3.1, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go


 
Sudah mendukung koneksi 4G LTE, dan kompatibel dengan semua jaringan operator penyedia layanan 4G LTE di Indonesia. Sementara kategori LTE yang dibenamkan di smartphone ini sudah tinggi. LTE Cat 12 (secara teori) mampu menggeber kecepatan download hingga 1400 mbps, serta upload speed hingga 200 Mbps.
 
USB hape ini kompatibel pula dengan flash disk, karena sudah dibekali teknologi USB On The Go. Anda bisa leluasa memindahkan file dari hap eke flash disk, atau sebaliknya, memindahkan file dari flash disk ke hape, dengan proses semudah men-charge baterai.
 
Memiliki dua slot simcard tipe nano card, seperti kebanyakan smartphone modern lainnya, tetapi bersifat hybrid. Satu slot bisa digunakan pula untuk menaruh memori card. Tidak masalah dengan ini, karena bila Anda menginginkan memasang dua simcard, kapasitas memori Mate 20 sudah sangat besar.
 

EMUI 9.0



Serial Mate 20 adalah serial pertama smartphone Huawei yang dilengkapi user interface terbaru dari Huawei, yakni, EMUI 9.0. Dibanding pendahulunya, OS baru ini punya fitur baru, antarmuka baru yang tidak rumit, sertapeningkatan performa sebesar 20-30%.
 
Huawei merancang EMUI 9.0 dengan antarmuka yang invisible. Maksudnya, antarmuka bisa menghilang ke dalam user experience, sehingga berkarakter sederhana, bisa dinikmati, dan konsisten. OS baru ini mampu menghadirkan kombinasi itu dengan mulus. OS ini memiliki setting menu yang mudah, berkat dua pendekatan: mengurangi jumlah item di menu Settings dan menambahkan tab Advanced untuk membuka konfigurasi yang lebih lengkap.

Dibandingkan dengan pendahulunya, opsi yang ada di EMUI 9.0 berkurang 10 persen. Hal-hal yang beragam juga dikeluarkan supaya kategorisasinya lebih baik. Selanjutnya, dengan memindahkan opsi lanjutan ke tab khusus, pengguna sehari-hari akan disuguhi menu yang lebih sederhana. Sementara pengguna yang lebih advanced akan tetap bisa membuat perubahan lebih detail.
 
Dengan aplikasi yang berjalan lebih cepat dan navigasi lebih sederhana, maka setiap interaksi dengan perangkat menjadi menyenangkan. Huawei merancang EMUI 9.0 sebagai EMUI yang paling ergonomis. Penempatan optimal tombol navigasi yang secara signifikan membuat penggunaan satu tangan bisa tetap nyaman. Contohnya, bar navigasi Galeri dapat dipindahkan ke bagian bawah layar, memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menelusuri antara Foto, Album, Sorotan dan tab Discover dengan ibu jari tangan sambil memegang perangkat.
 
Berikutnya, dengan peningkatan kemampuan AI, EMUI 9.0 menghadirkan Spotlight Reel ke semua perangkat yang didukung. Dapat diakses melalui aplikasi Galeri, fitur baru ini menggunakan kemampuan AI pada perangkat Huawei untuk secara otomatis menghasilkan montase 10 detik yang menyoroti individu yang membintangi video pengguna.

 OS baru ini juga menawarkan pengalaman baru untuk mobile office melalui Easy Projection yang sudah ditingkatkan. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan perangkat dengan layar eksternal untuk meningkatkan produktivitas. Untuk EMUI 9.0, Huawei mengembangkan fitur ini dengan menawarkan upgrade secara nirkabel. Pengguna yang menjalankan EMUI 9.0 sekarang memiliki akses ke One-Click Projection, dan Highlight dan Capture di Layar Besar, yang memungkinkan pengguna dengan mudah menambahkan highlight dan menangkap konten yang diproyeksikan pada layar yang lebih besar.

Di dalam fitur ini juga ada fitur-fitur tambahan yang memperkaya fungsi. Huawei Share, misalnya, bisa digunakan untuk berkirim file antara smartphone Huawei dan PC Huawei. sekarang pengguna bisa menggunakan HUAWEI Share untuk mengirimkan file ke printer yang punya koneksi Bluetooth.
 
Dan yang asyik lagi, ada fitur WPS dengan HiAI. Dengan ini, EMUI 9.0 secara otomatis menyesuaikan alignment pada dokumen dan dapat mengubah foto dan hardcopy menjadi file digital yang bisa disunting. Sederhananya, Anda bisa langsung menjadikan foto-foto di galeri sebagai halaman presentasi di Power Point.
 

BATERAI

Jenis                : Lithium Polymer
Kapasitas         : 4000 mAh
Tipe                 : Non-removable
Flash Charge    : Fast battery charging 4.5V/5A (58% in 30 min)
 


Berterimakasihlah pada perkembangan teknologi, yang memungkinkan hadirnya baterai kapasitas besar tanpa ikut “membesarkan” ukuran baterai. Yang menghadirkan teknologi isi ulang dengan cepat, agar tak menunggu berjam-jam sebelum baterai terisi penuh. Serta menghadirkan pula teknologi manajemen daya, serta konsumsi daya yang efisien, sehingga tak rakus daya.
 
Semua itu ada di Huawei Mate 20 ini. Mampu mengisi baterai dengan cepat, serta konsumsi daya baterai yang dikelola sedemikian rupa sehingga tak boros. Saat pengujian, pemakaian normal untuk media sosial, browsing, dan sesekali memutar Youtube, daya baterai sanggup menyokong aktivitas seharian penuh, bahkan lebih dari sehari.
 

PERFORMA

OS                   : Android 9.0 Oreo + EMUI 9
CPU                 : Octa-core (2x2.6 GHz Cortex-A76 & 2x1.92 GHz Cortex-A76 & 4x1.8 GHz Cortex-A55)
GPU                 : Mali-G76 MP10
Chipset            : HiSilicon Kirin 980 (7 nm)
RAM                 : 6 GB
ROM                 : 128 GB
Ext Memory      : Nanocard hingga 256 GB


 
Huawei mengatakan, Mate 20 series ini merupakan pencapaian teknologi ke level yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Yang pertama karena terpasangnya chipset Kirin 980, seri tertinggi dari SoC buatan Huawei sendiri. Tetapi, itu hanya permulaan, karena berikutnya, teknologi AI yang ada di hape ini sudah ditingkatkan lagi kemampuannya dalam “berpikir dan bertindak” sendiri.
 
Yang jelas, Kirin 980 yang dilengkapi dual NPU (Neural Processing Unit) ini mampu menyajikan performa yang hebat namun dibarengi dengan kemampuan efisiensi pemakaian daya. Itu bisa dilihat dalam kemampuannya mengenali 4,500 foto per permenit, atau 120 persen lebih cepat dari versi sebelumnya. Mate 20 Series juga bisa mengenali 5.000 obyek berbeda, dan 1.500 skenario berbeda.
 
Dengan AI Director, pengguna bisa mengatur komposisi, framing, dan segala sesuatu dengan cerdas.
Keberadaan AI Image Stabilization membantu merekam dengan stabil, bebas guncangan, meski merekam dengan tangan. Kemampuan itu ditunjukkan dalam uji coba smartphone ini yang dilakukan redaksi ArenaLTE.
 
Mampu menyajikan  konektivitas cepat melalui jaringan Wi-Fi dan tersambung ke GPS dengan lebih akurat dibandingkan yang lain. Namun dalam pengujian menggunakan Google Maps, akurasi point lokasi masih ada deviasi sekitar 20-50 m. Walaupun klaimnya, pita frekuensi L5 bisa menyajikan akurasi 10 kali lebih besar dalam penentuan lokasi di smartphone.
 
Yang jelas, Mate 20 ini mampu menyajikan performa yang aduhai, fungsi yang berjalan mulus, pergerakan grafis yang juga mulus karena didukung GPU Turbo –yang membuat gaming makin asoy. Dan, terbukti “pintar” mengelola daya baterai, sehingga walaupun dipakai secara intensif, baterai tak cepat terkuras habis.
 

VALUE FOR MONEY

Dalam peluncuran Mate 20 Series, varian Mate 20 dihargai IDR8.999 juta. Inilah harga sebuah smartphone flagship premium dari Huawei. Tapi jelas bukan harga bagi pengguna smartphone kebanyakan. Harga itu adalah paduan dari sebuah produk yang memiliki spesifikasi tinggi, kualitas nomor satu dan gengsi selangit.
 
Tentu saja kepuasan yang didapat bukan semata dari performanya yang aduhai. Tetapi lebih kepada gengsi yang dirasa ketika memiliki smartphone ini. Nah, kalau dari pendepatan prestisius itu, tentulah harga yang sembilan juta kurang seribu rupiah itu menjadi wajar.

Leave a Comment