ArenaLTE.com – Selama tahun 2015 Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) fokus pada pembenahan infrastruktur salah satunya dengan melakukan refarming frekuensi dan hadirnya layanan 4G LTE di Indonesia. Tahun 2016, Kemenkominfo akan fokus membangun ekosistem digital sebagi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Salah satu konsep terpenting dalam membangun ekosistem digital yaitu Device, Network, Application (DNA). Untuk Network jika dulu kita berbicara voice dan sms kini saatnya berbicara data. Dari sisi jaringan penataan frekuensi dan layanan 4G sudah meluncur yang perlu kita kejar adalah ketertinggalan di Fixed broadband. Jika kita berbicara tentang wireless maka yang dibutuhkan adalah akses, ada kebutuhan sekitar 30 Mhz kit akan coba netralkan frekuensi lain,” ungkap Menkominfo Rudiantara dalam diskusi akhir tahun IndoTelko Forum “4G, What’s Next?” di Jakarta, Senin (7/12).

“Sedangkan dari sisi aplikasi, sudah saatnya membangun ekosistem digital untuk aplikasi di Indonesia. Tahun 2016 kita sudah siapkan roadmap dengan target ada 1000 startup dari para technopreuneur dan tiap tahun ada sekitar 200. Kita akan juga dorong pembuatan inkubator dan working space, setidaknya kita punya 2 unicorn, perusahaan yang bergerak di bidang ecommerce atau fintech dengan valuasi satu miliar dolar,” jelas Rudiantara.

4G-NEXT-2Rudiantara juga menambahkan bahwa kita bisa mencontoh alokasi negara lain, di Brunei 500 juta dolar, sedangkan di Singapura saja sekitar 200 juta dolar singapura. Dan kita optimis sesuai dengan statemen pertemuan antara presiden Jokowi dengan Obama yang menjelaskan bahwa indonesia merupakan pasar ekonomi digital terbesar.
Baca: 5 Alasan Utama Membangun Startup di Negara Berkembang

Sementara dari sisi perangkat, pemerintah ingin mendorong adanya smartphone dengan harga terjangkau. Dalam dua hingga tiga tahun kedepan, pemerintah akan terus mendorong ketersediaan smartphone 4G dengan harga dibawah 1 jutaan rupiah. Bahkan kalau bisa sekitar IDR400.000 – IDR500.000, namun smartphone 4G berkualitas high end juga tetap ada.

Rudiantara mengungkapkan bahwa Indonesia itu negara yang unik, pengguna internet yang mengakses Facebook rata-rata setiap bulan hampir 70 juta orang, namun dari 100 juta pengguna handphone yang memiliki akun bank hanya sekitar 50 juta orang saja. “Bulan April April lalu di batam, saya lihat ponsel 4G udah kayak kacang goreng. Ternyata bangsa indonesia suka gadget yang fungsinya tidak terpakai, tapi itu suatu hal yang baik,” ujarnya.

“Harapannya adanya aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bisa memunculkan smartphone sejuta umat seperti dulu pernah terjadi,” kata Rudiantara. “Dan yang perlu diingat TKDN ini bukan untuk membatasi impor perangkat yang membuat susah para vendor smartphone namun untuk memperbaiki devisa negara secara makro. TKDN ini bukan hanya hadrware dan pabrik saja, namun harus mulai fokus pada sisi software dari dalam negeri, kita berharap kedepannya akan banyak ahli-ahli software anak bangsa,” tegasnya.

Terkait dengan smartphone 4G, Ferrij Lumoring CTO PVV Group dan Spokeperson Hisense Indonesia mengungkapkan bahwa Hisense masuk ke pasar Indoneisa sejak tahun 2009 dan tahun 2011 bekerjasama dengan smartfren, Hisense berhasil menghadirkan 4 juta smartphone ke pasar Tanah Air. Bukan hal yang mustahil untuk menghadirkan smartphone 4G dengan harga dibawah 1 juta rupiah bahakn dengan harga 500 ribu rupiah saja bisa. Namun yang terpenting adalah smartphone bukan hanya sekedar murah saja, namun bagaimana fungsi sebuah smartphone bisa meningkatkan ekonomi penggunanya.
Baca juga: Hisense Optimis Smartphone Pureshot Bisa Kuasai Pasar Smartphone 4G Indonesia

“Kita sangat mendukung regulasi pemerintah melalui TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dan Hisense sendiri sudah berhasil memenuhi kriteria tersebut. Hisense menggandeng Sat Nusa untuk membuat design house mulai dari ID, MD, PCB dan Software di Indonesia dengan proses perakitan di Batam yang berhasil mencapai TKDN hingga 20%”, pungkasnya.