ArenaLTE.com - Sony Xperia Z5 Dual masih menampilkan tipikal smartphone Sony. Karateristik dan sentuhan lini produk Xperia terasa kental banget. Sony mengklaim jika smartphone ini dianggap merepresentasikan hasil karya yang ikonik dengan material premium menyeluruh, termasuk sentuhan lapisan kaca di bagian belakang dan ukiran halus logo Xperia di samping, serta USB tanpa tutup untuk koneksi dan pengisian daya agar lebih efisien.

Secara garis besar Sony Xperia Z5 Dual sedarah dengan Xperia Compact yang pernah kami review beberapa pekan lalu. Hanya desain dan beberapa aspek seperti kualitas layar, kapabilitas SIM card dan kapasitas baterai yang membedakannya. So, buat kalian yang sudah membaca review Sony Xperia Compact saya rasa akan langsung akrab dengan spesifikasi smartphone ini.

Desain


Bicara mutu desain produk Sony, rasanya tidak perlu berpanjang lebar. Kita semua sudah tahu jika sebagian besar diracik dari material premium serta menawarkan desain fashionable. Tapi saya bisa mencatat satu hal, sebenarnya agak bosan melihat serial Sony Xperia yang selalu memiliki kemiripan kuat dengan model sebelumnya.

Begitu juga desain Sony Xperia Z5 Dual yang saya lihat belum bisa lepas dari warisan pendahulunya. Kotak dan bersudut tegas. Saya akui sangat stylish, tapi jadi sulit membedakan antar generasi. Tentu saja tidak benar-benar identik karena smartphone ini memberikan beberapa elemen desain baru sebagai diferensiasi. Salah satunya adalah tombol power yang juga berfungsi sebagai fingerprint sensor terletak di frame.

Sony Xperia Z5 Dual memiliki dimensi 146x72x7.3mm sangat identik dengan Z3 meski lebih tipis. Beratnya sekitar 154 gram dengan baterai berkapasitas 2900 mAh. Sama seperti Xperia Z5 Compact perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP65 dan IP68 tahan debu dan air.

Saya coba rendam dalam air lalu dioperasikan tetap lancar lho. Sttt, kita juga melakukan pengetesan cukup ekstrim dengan membekukannya dalam mangkok berisi air lalu disimpan dalam freezer selama satu jam lebih. Hasilnya, Sony Xperia Z5 Dual masih normal-normal saja tuh. Dua jempol buat ketangguhannya!

sony xperia z5 dual (3)

Display


Begitu ponsel saya aktifkan, langsung terlihat kualitas layarnya yang tajam, terang tapi tetap nyaman di mata. Komposisi bentang layar dengan total panel depan sangat efisien dengan batas bezel yang sangat tipis membuat tampilannya terlihat indah.

Performa layar sentuhnya menurut saya sangat memuaskan. Respon terhadap jari begitu sensitif bahkan sentuhan kecil saja langsung ditangkap layar. Pengalaman menelusuri antarmuka ponsel ini pun sangat menyenangkan. Pergerakan layar ketika bergeser terasa halus dan gesit.

Di dalam ruangan, layar menampilkan kualitas terbaiknya, kejernihan gambar, ketajaman obyek dan keseimbangan warna berada pada level terbaik. Sedikit berbeda saat kita membawa Sony Xperia Z5 Dual ke luar ruangan. Tampilan layar meredup kalah oleh terik matahari. Alhasil, kita harus menyetel tingkat kecerahan ke posisi maksimal supay gambar di layar kembali terlihat.

Sony Xperia Z5 Dual memiliki bentuk lebih besar dari Z5 Compact (4,6 inci) dengan diagonal layar 5.2 inci. Xperia Z5 Dual memiliki tampilan bening dan tajam karena menanamkan panel IPS berteknologi Triluminous dan X-reality resolusi full HD. Densitas pikselnya mencapai 428 ppi lho.

OS dan Antarmuka


Sama seperti pada Xperia Z5 Compact, Android 5.1.1 Lollipop menjadi platform pilihan. Antarmukanya mengedepankan kepraktisan, tak ribet dan pengelolaannya pun menurut saya mudah. Sony sudah mengoprek sistem operasinya dengan tampilan khas mereka. Semua elemen seperti ikon, fontasi maupun layout layar memiliki kemiripan dengan seri-seri pendahulunya.

Sama seperti Sony Xperia Z5 Compact yang sudah kami uji, smartphone ini memang tidak menanamkan OS Android 6.0 Marshmallow. Tapi Sony benar-benar mengoptimalkan user experience dengan tampilan yang smooth serta kemudahan fitur serta dukungan layout nan efektif.

Pengelolaan antarmuka yang seragam sebenarnya tak terlalu jadi masalah. Malah menguntungkan karena saat kita bergonta-ganti smartphone bisa langsung familiar dan terbiasa. Transisi atau perpindahan antar menu terasa cukup smooth dan lancar, nyaris tak ada gangguan saat berpindah antar menu.

Kamera Sony Xperia Z5 Dual


Soal kemampuan kamera, Sony Xperia Z5 Dual benar-benar identik dengan Xperia Z5 Compact. Sony memperkenalkan sensor imaging terbarunya dalam smartphone ini. Mendongkrak kemampuan kameranya hingga 15 persen dengan menancapkan resolusi 23MP.

Lagi-lagi saya harus kembali menegaskan. Sama seperti pada Xperia Z5 Compact, alasan utama kenapa kita ingin memiliki Sony Xperia Z5 Dual adalah kameranya. Sony dikenal memiliki mobile camera terbaik dan harus diakui, kualitas kamera Sony Xperia Z5 Dual benar-benar jempolan.

Beberapa fitur langsung tampil menonjol saat kami menguji kameranya. Smartphone ini bisa mengambil fokus dengan cepat dan presisi meski dalam kondisi low light atau minim cahaya. Image stabilization yang dibenamkan di dalamnya membuatnya tetap stabil dan minim goyangan saat memotret.

Sony Xperia Z5 Dual mempunyai kemampuan rekam video 4K. Hebatnya lagi, fitur rekam video ini ditunjang dengan fitur anti goncangan, jadi hasilnya benar-benar stabil lho. Kamera utama didukung dengan sensor ½.3 inci dengan LED flash serta aperture f/2.0, hybrid autofocus dan lensa wide angle 24mm. Sementara kamera depan sudah menerapkan wide angle lens (25mm) dilengkapi steady shot dan ditanami resolusi 5MP bisa dipakai merekam video full HD.

xperia z5 2 xperia z5 3 xperia z5 4 xperia z5 5 xperia z5 6 xperia z5

Multimedia


Saya tak mau berbasa-basi lagi. Secara keseluruhan fitur multimedia memang jadi andalan Sony. Nyaris identik dengan yang kami temukan dalam Xperia Z5 Compact. Antarmukanya sangat dinamis dan atraktif menurut saya dengan level setingkat di atas sebagian besar pemutar musik besutan vendor lain.

Dibenami opsi Artist, Albums, Playlists, all song hingga musik yang didengarkan teman Facebook. Fitur seperti ClearAudio+, S-Force surround, equalizer, DSEE HX untuk kualitas audio high res hingga dynamic normalize. Kualitas suara yang terpancar dari speaker eskternalnya sangat nyaman di telinga.

Untuk hiburan, hadir pula FM radio dengan RDS dan terintegrasi dengan TrackID untuk mengenali lagu yang tengah dimainkan. Selain itu terdapat Player video (Movies) memiliki interface simpel tapi mendukung banyak format dan bisa menampilkan subtitle.

Fitur Sony Xperia Z5 Dual


Sony Xperia Z5 Dual memiliki pemindai sidik jari yang terpasang di tombol power. Tapi saya mendapati isu yang sama dengan Xperia Z5 Compact. Ukuran sensor yang kecil kadang-kadang membuat gagal membaca sidik jari, harus mengulang beberapa kali supaya perintah bisa dieksekusi.

Fitur dalam smartphone ini sebenarnya melimpah, tapi lebih banyak berbentuk bloatware yang malah memberatkan meski ada yang bermanfaat. Mulai dari aplikasi Spotify, OfficeSuite, Movie Creator, Privilege Plus, Sketch, News from Socialife hingga AVG Protection.

Performa


Sebenarnya, kalau boleh memilih chipset Snapdragon 808 lebih layak ketimbang Snapdragon 810 yang masih dibayangi isu overheat. Tapi Sony mengambil keputusan menyisipkan prosesor Snapdragon 810. Kinerja prosesor pada smartphone ini cukup bagus meski cepat menularkan panas.

Dipakai bermain game berat atau berselancar di internet selama sekitar 10-15 menit sektor belakang bodi terasa panas meski tidak menyengat.Patut dicatat pula jika Snapdragon 810 memang sangat bermasalah dengan isu overheating.

Chipset dalam smartphone ini didukung inti quad core Cortex A53 berclockspeed 1.5GHz dan quad core Cortex A57 berclockspeed 2GHz. Prosesor ini ditandemkankan dengan GPU Adreno 430 up to OpenGL ES 3.1 untuk mendukung sektor grafis serta RAM 3GB. Memori internalnya berkapasitas 32 GB, namun yang bisa dipakai untuk penyimpanan hanya sekitar 22,5 GB. Lebih kecil dari Xperia Z5 Compact yang bisa masih tersedia sekitar 29,91 GB.

Daya tahan baterai menjadi salah satu sektor yang cukup menonjol dari smartphone ini. Untuk penggunaan normal, smartphone ini bisa bertahan seharian penuh setiap kali pengecasan full. Baterai Xperia Z5 Dual memiliki kapasitas 2900 mAh lebih besar sedikit dari Xperia Z5 Compact (2700 mAh).

Smartphone ini juga menyisipan fitur penghematan baterai yakni Stamina mode. Apliaksi ini cukup membantu dalam memperpanjang daya tahan baterai. Saya juga mendapati kalau Sony Xperia Z5 Dual sudah mendukung fitur Quick Charge 2.0. Pengecasan dari kosong sampai full membutuhkan waktu kurang dari 1,5 jam.

Konektivitas


Kalau Sony Xperia Z5 Compact hanya didukung dengan satu slot nano SIM card saja, maka sesuai namanya Xperia Z5 Dual, smartphone ini memiliki dual naon SIM. Saat kami coba, ternyata dua slot SIM tersebut bisa dipakai mengakses layanan 4G LTE dalam kondisi bergantian.

Smartphone ini tercatat memiliki band FDD LTE dan TDD LTE yang cocok mendukung layanan operator di Indoensia. Untuk kecepatan akses internetnya, Xperia X5 Dual mengandalkan LTe Cat. 4 yang kecepatannya bisa mencapai 150/50 Mbps untuk download/upload data.

Konektivitas lain seperti Bluetooth 4.0,aGPS, and 802.11 b/g/n/a Wi-Fi pun sudah terintegrasi dalam ponsel ini. Sayang port micro USB dalam ponsel ini tidak mendukung kemampuan membaca flashdisk (USB On The Go). Tapi smartphone ini didukung dengan koneksi seperti NFC dan Android Beam. Juga bisa terkoneksi dengan device seperti TV/speaker. Juga mampu melakukan screen mirroring, cast screen dan menjadi media server.

Value for Money


Harus diakui tampilan smartphone ini sangat stylish dan premium. Bahkan tanpa perlu memegangnya, kita sudah bisa menebak jika ponsel ini masuk kategori high end. Lepas dari tampilan, Sony Xperia Z5 Dual memiliki material bodi solid, anti air dan anti benturan. Meski terlihat anggun tapi sangat kokoh dan tangguh dibawa dalam kondisi outdoor. Kameranya pun impresif dan sangat jempolan.

Tapi bukan berarti smartphone ini tak memiliki kekurangan. Penggunaan prosesor Snapdragon 810 terbukti memang sedikit diterpa isu panas. Entah karena bodinya logam atau memang isu overheat yang dimiliki chipset ini, untuk pemakaian berat dan lama, smartphone mudah panas.