Salah Tafsir Netizen, Untungkan ZTE Dengan Lonjakan Saham Capai 21%

ArenaLTE.com - Setahun sebelum Huawei resmi mendapatkan hukuman pelarangan yang memulai perang dagang antara Amerika dan China, ternyata ZTE telah juga masuk dalam daftar musuh Negara adidaya tersebut. Alasannya, ZTE dianggap telah menjual barang dan jasa ke Iran dan Korea Utara yang melanggar sanksi yang dijatuhkan kepada kedua negara dan gagal untuk mematuhi hukuman yang diberikan oleh Departemen Perdagangan AS. 

Seperti Huawei, ZTE pun diberikan kesulitan hampir satu bulan tidak dapat membeli perangkat keras, perangkat lunak, dan komponen dari negara bagian. Namun, terakhir belakangan ini Presiden Donald Trump meminta Departemen Perdagangan untuk membuat kesepakatan dengan ZTE. Perusahaan disebutkan harus membayar denda USD1 miliar, menempatkan USD400 juta di escrow untuk menutupi pelanggaran di masa depan, merombak dewan dan tim eksekutif, dan mdibentuk tim kepatuhan AS untuk memantau perusahaan.

Pun demikian, ZTE meski telah dihapus dari daftar musuh AMerika ternyata tidak membuat perusahaan tersebut beruntung. Padahal perusahaan China ini dianggap sebagai produsen yang cukup popular ke empat di Amerika. Setelah dikeluarkan dari daftar, perusahaan tidak pernah pulih karena Motorola mengambil alih posisi ZTE di AS.

Tetapi saat ini, saham ZTE melonjak 21% setelah Presiden ZTE Xu Ziyang mengatakan bahwa chip 7nm pabrikan telah mencapai produksi massal dan bahwa chip 5nm akan menjadi diluncurkan pada 2021. Namun sayangnya, postingan salah di situs media sosial Cina, Weibo dan WeChat secara keliru menyatakan bahwa chip tersebut diproduksi oleh ZTE yang memicu lonjakan pasar saham.

Netizen asal negeri Tirai Bambu tersebut, beranggapan bahwa ZTE hebat seperti Apple, Huawei, Qualcomm, dan MediaTek. Semua perusahaan itu mendesain chip sendiri, meski ketika sampai pada produksi mereka mengandalkan pengecoran seperti TSMC. Padahal sebenarnya, mereka yang memposting analisis tentang komentar Xu pada Weibo dan WeChat tidak mengerti bahwa eksekutif hanya membahas desain chip ZTE. Perusahaan menggunakan TSMC untuk memproduksi komponen. seperti dikutip dari laman phonearena.

Leave a Comment