Ren Zhengfei (CEO Huawei): Kami Tak Merugikan Siapapun (Part-1)

ArenaLTE.com - Benar adanya dengan pepatah yang mengatakan, semakin tinggi pohon, semakin kencang angina bertiup. Semakin berada di puncak kesuksesan, makin banyak pula cobaan menerjang. Dan sepertinya, pepatah ini cocok buat Huawei, industry teknologi asal Cina, yang sukses merajai pasar dunia untuk industri ICT.

Lihat saja, di Amerika Huawei dihadang dengan kebijakan pembatasan penggunaan perangkat Huawei. Berikutnya, Australia mengekor kebijakan AS yang membatasi penggunaan perangkat Huawei, mulai dari jaringan hingga device. Alasannya, Huawei dicurigai melakukan spionase lewat perangkatnya.

Tak cukup dengan itu, AS juga menuduh Huawei main mata dengan Iran, negeri yang jadi musuh besar si Abang Sam. Tuduhan yang berujung dengan penahanan Meng Wanzhou, CFO Huawei, oleh aparat Kanada, tetangga sekaligus karib AS. Kini Meng yang merupakan putri kandung Ren Zhengfei, menghadapi ancaman ekstradisi ke AS, yang menunggu dengan tuntutan hukum.

Selesai? Belum. Baru-baru ini aparat Polandia menangkap petinggi Huawei Polandia. Tuduhannya sama, ia disangka melakukan kegiatan mata-mata. Huawei juga menghadapi ancaman pelarangan penggunaan produk Huawei di sejumlah negara Eropa, yang bisa berakibat menyusutnya pendapatan di masa datang.

Menanggapi semua itu, selama ini Huawei sebatas memberikan pernyataan-pernyataan resmi perusahaan. Namun pada pertengahan Januari lalu, sang CEO, Ren Zhengfei, angkat bicara di depan sejumlah jurnalis dari media-media terkemuka dunia. Berikut (beberapa) penjelasan Zhengfei atas pertanyaan para awak media tersebut, yang berusaha mencecar keterkaitan Huawei dengan kepentingan intelijen Pemerintah Cina:
 
Amerika dan Australia sangat khawatir dengan faktor keamanan siber. Bukan karena meragukan kapabilitas teknologi Huawei. Tetapi lebih kepada posisi Huawei yang berada di bawah otoritas Pemerintah Cina (Partai Komunis Cina). Bila Pemerintah (Cina) meminta Huawei melakukan “sesuatu”, tentunya harus patuh, bukan? Lantas bisakah Huawei menjamin kerahasiaan pelanggannya, dalam posisi seperti itu?

Poin pertama adalah, dalam 30 tahun terakhir ini produk Huawei sudah digunakan di lebih dari 170 negara dan kawasan, melayani lebih dari 3 miliar pengguna. Huawei adalah perusahaan yang mandiri. Jadi ketika berbicara mengenai keamanan siber dan perlindungan pribadi, Huawi jelas berada di pihak konsumen. Kami tak akan pernah merugikan negara manapun atau bahkan orang manapun.

Berikutnya, Kementerian Luar Negeri Cina sudah memberi klarifikasi resmi bahwa tak ada hukum dan undang-undang di Cina yang memungkinkan pemerintah meminta perusahaan apapun melakukan hal seperti itu. Baik Huawei maupun saya sebagai pribadi, tak pernah menerima permintaan untuk memberikan informasi yang tidak patut.

Anda memiliki latar belakang militer, dan mantan anggota militer. (Latar belakang ini mungkin sebagai celah “bekerjasama” dengan pemerintah).

Saya bergabung dengan militer saat Revolusi Budaya Cina. Ketika itu pemerintah berniat membangun pabrik serat sintetis. Untuk itu didatangkanlah peralatan dari Perancis, Technip Speichim, yang punya keunggulan teknologi. Pabrik dibangun di kota Liaoyang. Tadinya pemerintah berusaha merekrut teknisi lokal, tapi tak tersedia. Maka dikerahkanlah personil militer. Sayangnya, teknisi militer tak ada yang punya cukup kualifikasi untuk menangani peralatan itu. Maka direkrutlah lulusan-lulusan perguruan tinggi, termasuk saya.

Waktu kami tiba di sana, lahan pembangunan pabrik itu luasnya belasan hektar, dan ajaibnya, tak ada fasilitas asrama atau perumahan sama sekali. Jadi kami hanya tidur di atas rumput. Barulah kemudian, dibuat barak-barak sederhana untuk tempat tinggal pekerja. Kondisinya sangat keras di sana, dengan udara di luar bisa mencapai minus 28 derajat celcius, dengan hanya barak sederhana untuk berlindung. Anda bisa bayangkan, Kami di sana berurusan dan mendirikan pabrik dengan teknologi paling maju saat itu, namun harus hidup dalam kondisi seperti manusia primitive. Suplai makanan terbatas, minyak goreng sangat terbatas, dan tak ada pasokan sayuran segar. Sehingga kami harus membuat acar di dalam pot beton besar. Dengan itulah kami bertahan hidup selama enam bulan ke depan.

Tapi betapapun saya senang. Sebab, saya bisa membaca buku sepuasnya di lokasi pabrik. Kami harus banyak membaca untuk memahami, bagaimana peralatan modern itu bekerja.  Di mana di tempat lain di Cina (pada masa itu), banyak membaca bisa menjadi masalah. Saya senang karena bisa mempelajari teknologi modern, senang karena akhirnya saya menjadi Deputi Direktur di Lembaga Peneliitan Konstruksi, dengan anggota hanya 20 orang. Saya senang karena terbuka kesempatan mewujudkan impian menjadi seorang Letnan Kolonel di Angkatan Bersenjata. Meskipun yang terakhir ini tidak kesampaian. Karena, pemerintah keburu membubarkan satgas militer ini. So, saya hanyalah veteran tanpa pangkat militer.



Tetapi Anda juga pernah mengikuti Kongres Nasional Parati Komunis Cina pada 1982 silam, yang artinya Anda adalah seorang anggota partai pula. Lalu, apa hubungan antara Huawei dan Partai Komunis Cina saat ini?


Saya kembali bercerita pada saat membangun pabrik serat sintetis itu. Suatu ketika kami kekurangan alat untuk menguji peralatan maju itu. Seorang teknisi dari Shenyang Automation Reseach Institut bilang kepada Saya, ia pernah melihat peralatan serupa di luar negeri. Lalu dia menggambarkan, bagaimana bentuk peralatan tersebut.

Melalui persamaan matematika, saya bisa membuat rancangan peralatan tersebut. Tapi saya tak 100% yakin. Lalu saya berkonsultasi dengan seorang Profesor dari Universitas Timurlaut Cina, namanya Li Shijiu. Ia bilang persamaan matematika saya sudah benar. Dan akhirnya, saya berhasil menciptakan peralatan tersebut.

Pada saat yang sama, Empat Faksi Politik di Cina sedang mencari contoh untuk menunjukkan betapa bernilainya teknologi. Jadilah temuan saya itu dipromosikan ke seantero negeri. Itu yang membuat saya terpilih menjadi anggota National Science Conference meskipun saya bukan anggota Partai Komunis.

Itu menjadi perhatian atasan saya, yang merasa, tak lazim seorang anggota lembaga negara bukan anggota partai. Lewat bantuan dialah, saya akhirnya menjadi anggota partai. Tapi perlu diketahui, saya tidak menjadi anggota partai bukan karena tidak mampu, tetapi karena latar belakang keluarga saya.

Ayah saya dulu dicap “antek kapitalis”. Yang karenanya menimbulkan kesulitan bagi keluarga kami. Selama 10 tahun kami berada di situasi seperti ini, di bawah pengawasan ketat pemerintah dan kecurigaan masyarakat, sebelum akhirnya nama ayah saya dibersihkan. Oleh karena itulah, saya tak mungkin menjadi anggota Partai Komunis Cina.
Sejak bergabung pada tahun 1978, Cina mendorong pimpinan-pimpinan untuk memiliki empat kualitas: muda, professional, terdidik dan revolusioner. Saya memenuhi empat kriteria itu, dan direkomendasikan untuk menjadi anggota Kongres Nasional PKC ke-12. Dan saya terpilih. Saat ini, saya tetap mencintai negara saya. Saya mendukung sepenuhnya Partai Komunis Cina. Tetapi saya tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan negara lain.  
 
Seandainya Kementerian Keamanan Negara datang ke Huawei, dan meminta informasi tentang negara asing. Menurut hukum, tak ada alasan Huawei untuk menolak. Lantas, apa yang akan Huawei lakukan? Terutama untuk menjamin kepentingan customer?

Customer sentris adalah inti dari bisnis Huawei sejak pertama kali perusahaan ini berdiri. Kami tak akan pernah melakukan sesuatu yang merugikan pelanggan kami. Apple adalah contoh bagus dalam hal perlindungan pribadi. Kami akan belajar dari Apple. Kami lebih baik menutup Huawei daripada melakukan sesuatu yang akan merusak kepentingan pelanggan kami, demi keuntungan kami sendiri.



Soal penangkapan putri Anda oleh aparat Kanada, bagaimana perasaan Anda, mengetahui ada permintaan ekstradisi ke AS? Apakah Anda merasa putri Anda dijadikan target?


Seperti Anda tahu, kasus Meng Wanzhou saat ini sedang dalam proses hukum. Jadi, serahkan semuanya kepada proses hukum yng berlaku. Saya tak akan berkomentar tentang ini.

Tapi sebagai ayahnya, tentu saja saya sangat merindukannya. Dan saya juga menyampaikan terimakasih kepada jaksa penuntut John Gibb-Carsley dan Kerri Swift. Juga berterimakasih pada Alouette Correctional Centre for Women, dengan pengelolaannya yang manusiawi. Serta, teman satu sel Meng Wanzhou karena memperlakukan putri saya dengan baik.
Saya juga menghargai konsul perlindungan (warga negara) yang disediakan Pemerintah Cina, yang menjaga hak dan kepentingan putri saya sebagai warga negara Cina. Saya percaya sistem hukum Kanada dan AS yang terbuka dan adil. Kami akan memberi penilaian tentang ini begitu seluruh bukti sudah dipblikasi.

Anda tahu, saya tentu saja tak punya akses (email) ke Departemen Kehakiman AS dan Departemen Kehakiman Kanada. Mungkin nanti, setelah mereka mempublikasi bukti-bukti yang ada, saya akan lihat, apakah itu karena Meng Wanzhou adalah putri saya, atau ada alasan lain.

Leave a Comment