ArenaLTE.com - Tidak salah kalau Huawei menggembar-gemborkan flagship terbarunya, Mate 20 Pro, sebagai smartphone kamera paling hebat untuk saat ini. Nyatanya memang seri terbaru dari serial Mate 20 itu berhasil meraih poin tertinggi, setelah melalui serangkaian pengujian oleh DxOMark, yang hasilnya diumumkan belum lama ini.
 
Mate 20 Pro mendapat nilai keseluruhan 109. Unggul empat poin dari saingan terdekat, iPhone XS Max, yang meraih skor total 105. Menariknya lagi, skor yang didapat Mate 20 Pro itu, ternyata persis sama dengan yang diperoleh pendahulunya, Huawei P20 Pro –keduanya merupakan flagship Huawei yang didesain punya kemampuan hebat dalam urusan fotography. ArenaLTE sendiri menobatkan P20 Pro sebagai “Smartphone Mobile Photography Terbaik 2018”.
 
Soal perolehan skor sama antara Mate 20 Pro dan P20 Pro ini bisa diartikan, Huawei memang jenius untuk teknologi kamera (smartphone), karena dua tipe flagshipnya sama-sama bercokol di posisi pemuncak DxOMark. Tetapi, bisa pula diterjemahkan, Huawei belum melakukakun pengembangan berarti dari teknologi kameranya. Setidaknya dalam rentang waktu antara P20 Pro yang duluan hadir, dengan Mate 20 Pro yang baru akhir tahun ini muncul. 
 
Namun begitu, seperti tertuang dalam laporan yang dirilis DxOMArk, skor sama itu bukan berarti dalam segala aspek penilaian juga kedua smartphone mutakhir itu meraih nilai sama. Ada beberapa aspek dimana Mate 20 Pro lebih unggul, dan sebaliknya, ada beberapa aspek lain dimana P20 Pro mengungguli adiknya itu.
 
Yang jelas, untuk Mate 20 Pro, DxOMark memberi catatan “summa cum laude” dari sisi performa kamera untuk still image (fotografi). Disebutkan, triple camera (Leica) yang dimilikinya menyajikan exposure dan dynamic range yang bagus. Sehingga, bisa memunculkan detil foto yang sama bagusnya, baik di area yang terkena cahaya langsung (highlight), maupun pada area di bawah bayangan (shadow). Bahkan tetap bisa menyajikan detil foto yang sempurna, meski pada kondisi di mana tingkat kontras pada saat pemotretan sangat tinggi.
 
Noise yang biasanya muncul pada hasil pemotretan malam/lowlight, mampu dikontrol dengan baik pula sehingga nyaris tak nampak noise pada foto lowlight. Kinerja sangat baik ditunjukkan pula pada aspek pengaturan white balance dan color rendering, sehingga bisa menghasilkan komposisi warna yang menyenangkan dalam semua situasi (pemotretan). Kerja autofocus yang cepat dan konsisten, serta kemampuan zooming maksimal, diberi nilai tinggi pula. Ini membuat Mate 20 Pro sulit dikalahkan dalan hal performa kamera untuk fotografi.
 
Namun begitu, DxOMark juga memberi catatan untuk aspek yang masih perlu dikembangkan (baca: diperbaiki). Saat foto dilihat dalam level pixel, ditemukan bahwa tekstur sering nampak kurang natural, dan tampak pula ada efek cincin di sekitar ujung-ujung objek yang tajam. Pada mode bokeh, wajah nampak lebih halus, dan menurunkan detil foto. Bila memakai LED Flash, autofocus kadang kurang konsisten menangkap obyek foto yang dituju.
 
Performa kamera untuk video, meski tetap disebutkan kinerjanya memuaskan, tetapi hanya “nyaris” untuk menjadi yang terbaik. Fitur videonya mampu bekerja dengan baik,  autofocus yang berjalan mulus, cepat men-track obyek, mampu mereduksi noise hingga nyaris tak nampak, terutama dalam kondisi daylight, komposisi warna yang dihasilkan terlihat “menyenangkan”. Sistem pengaturan white balance yang bekerja cepat dan lancar dalam beradaptasi pada perubahan pencahayaan.


 
Sedikit catatan pada performa video ini ada pada video stabilization, yang bekerja dengan baik hanya ketika kamera berada dalam keadaan diam. Namun bila dipakai merekam sambil berjalan, rekaman video masih nampak sedikit bergoyang. DxOMark menyebut, sebaiknya tetap menjaga kamera stabil ketika merekam sambil berjalan, terutama pada kondisi lowlight.  Tapi hal itu tak begitu mengganggu.

Untuk kinerja video ini, DxOMark menyebut Mate 20 Pro masih kalah bagus dibanding P20 Pro. Bedanya tipis tetapi, hanya satu poin. Meski sama-sama bisa menghasilkan detil yang bagus, namun level noise Mate 20 Pro sedikit lebih tinggi dibanding P20 Pro.

Dalam pengujian DxOMark, kualitas “zooming” Mate 20 Pro dianggap sebagai salah satu yang terbaik, tetapi juga bukan yang nomor satu. Masih di bawah P20 Pro yang bisa menghasilkan detil lebih  baik. Diduga, hal itu disebabkan karena Mate 20 Pro tak dilengkapi kamera monokrom 20 Mpix seperti yang ada di pendahulunya. Sebagai gantinya, ditempatkan kamera wide angle –sayangnya, aspek kamera wide angle ini tidak termasuk yang menjadi penilaian.

Dengan hasil tersebut, saat ini tak bisa disangkal keperkasaan Huawei dalam hal teknologi kamera untuk smartphone. Dua flagship termutakhir mereka, terbukti menguasai posisi pemuncak pada pengukuran performa dari DxOMark. Sekarang tinggal menunggu, “keajaiban” apalagi yang akan dihadirkan Huawei untuk lini produk flagshipnya.