XL-ERICSSON Gelar Uji Coba 5G Outdoor Pertama Di Indonesia

XL-ERICSSON-5G-OUTDOOR

ArenaLTE.com - Belum lagi orang paham sepenuhnya dengan teknologi dan layanan 4G LTE, teknologi generasi berikutnya sudah membayang di depan mata. Itu ditunjukkan dengan demonstrasi teknologi 5G Outdoor, yang digelar di halaman Graha XL, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, pada Rabu (12/4) ini.

 

Demo 5G outdoor yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia ini, merupakan hasil kolaborasi XL, sebagai salah satu operator seluler papan atas di Indonesia, dan Ericsson selaku penyedia teknologi yang sudah berpengalaman panjang dalam industry nirkabel.

 

Menurut Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, ketika berbincang dengan ArenaLTE, teknologi generasi kelima ini akan membawa sesuatu yang benar-benar berbeda. “Bila 4G menyajikan koneksi internet yang lebih baik, 5G adalah sesuatu yang berbeda. Ini adalah era segalanya bisa terhubung dengan internet, it is internet of things,” ujar Thomas.

 

Dalam demo tersebut, yang menggunakan perangkat 5G prototype hasil pengembangan Ericsson, kecepatan akses internet menembus angka 5,7 gigabyte per detik (gbps). Berlipat kali lebih cepat dari 4G yang hanya sekitar 140 mbps (maksimum).

XL-ERICSSON-5G-OUTDOOR

Di atas kertas, kecepatan akses data yang bisa didapat dengan 5G Outdoor mencapai 4-20 gbps. Ditambah lagi dengan tingkat latency (keterlambatan transfer data) yang kurang dari 1 milidetik. Sementara pada 4G latencynya mencapai 40 milidetik.

 

Dengan kecepatan seperti itu, 5G Outdoor akan banyak membawa hal yang sebelumnya tak bisa dilakukan. Yessie D. Yosetya, Chief Service Management XL menjelaskan, 5G Outdoor akan banyak membawa perubahan dan cara baru dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, layanan yang berbasis virtual reality, yang bisa diaplikasikan pada e-commerce.

“Dengan virtual reality, orang bisa berbelanja, memegang-megang dan memilih produk yang mau dibeli, seakan sedang berada dalam tokonya. Padahal itu dilakukan di rumah,” kata Yessie saat berbincang dengan ArenaLTE.


XL-ERICSSON-5G-OUTDOOR

 

Ada pula inovasi autonomous, yang memungkinkan mobil bisa berjalan sendiri tanpa ada pengemudi. Mobil bergerak berdasarkan sensor-sensor dan input data. “Ini hanya dimungkinkan bila latency-nya kurang dari 1 milidetik. Harus realtime. Kalau tidak, kan, bisa tabrakan,” jelas Yessie lagi, sembari menambahkan, 5G akan member efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi pada proses produksi di pabrik, memungkinkan pembedahan jarak jauh, dan sebagainya.

Lantas, kapan 5G Outdoor akan diimplementasikan di sini? Menurut Yessie, setidaknya baru tahun 2020 teknologi ini siap diterapkan. Untuk menuju ke sana, ekosistem pendukungnya harus disiapkan terlebih dahulu, namun evolusinya harus dimulai dari sekarang.

“Biar tidak mengulang kesalahan pada 4G,  yang termasuk terlambat penerapannya,” kata Yessie. Apalagi, ia menambahkan, ini termasuk komitmen XL, yang ingin selalu terdepan dalam indovasi teknologi.


Leave a Comment