ArenaLTE.com – Mengupas drone tak ada habisnya. Selalu saja ada temuan baru terkait pesawat atau helikopter nir-awak tersebut. Namun seberapa besarkah drone dapat digunakan untuk memaksimalkan fungsi kerja? Kebanyakan drone di Indonesia masih berlaku sebagai wahana penyalur hobi. Sisanya untuk kebutuhan kerja, seperti pembuatan foto dan video dari udara. Tentu bila digali lebih dalam, masih banyak sektor di keseharian kita yang bisa dioptimalkan termasuk oleh petani.

Selain debut drone yang sebagian besar digunakan untuk misi pertahanan dan keamanan (surveillance), nyatanya drone juga dapat dikembangkan tugasnya untuk bidang pertanian. Dan hal tersebut bukan lagi basa-basi, petani di Brasil ternyata sudah mengaplikasikan drone di atas ladang mereka.drone

Dari aspek bisnis, drone untuk pertanian dan peternakan dirasa masih janggal bagi kebanyakan orang. Tapi berkat pendanaan dari Qualcomm Wireless Reach, sosok drone mulai dihadirkan untuk peran pertanian. Di bawah proyek “Drone Technology Development Program for Precision Agriculture” yang diluncurkan di kota Sao Carlos pada 30 Juni 2016, Qualcomm Wireless Reach bersama pihak Brasilian Agricultural Research Corporation (Embrapa) dan Institute of Solidarity Socioeconomics (ISES), mengingat kerjasama untuk kolaborasi pemanfaatan drone bagi kepentingan pertanian.

Dikutip dari laman Qualcomm.com, disebutkan bahwa proyek ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana teknologi drone dapat diterapkan untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan hasil panen para petani. Sistem on-board yang dikembangkan pada drone akan menggabungkan keahlian para ahli di Embrapa dalam algoritma pertanian dan pengolahan citra dengan kinerja yang kuat dari drone.

Tentang sosok drone yang digunakan, sudah barang tentu menggunakan platform drone yang dikembangkan dari basis prosesor Qualcomm Snapdragon. Drone ini dilengkapi teknologi nirkabel canggih untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan mengirimkan informasi real-time ke petani dan para pemangku kepentingan di industri pertanian Brasil.

Meski drone cukup populer di Brasil, namun pemanfaatan untuk pertanian terkendala pada biaya operasi yang tinggi, masih mahalnya suku cadang, sistem komputer yang kuat dan terpadu, dan kebutuhan untuk layanan perbaikan. Itu semua yang oleh banyak kalangan disebut sebagai batu sandungan pemanfaatan drone untuk pertanian. Atas dasar itu, proyek ini digelar untuk menghasilkan solusi teknologi yang canggih namun terjangkau bagi kalangan petani kecil dan menengah, plus industri pertanian secara keseluruhan.

Dengan latar pemanfaatan teknologi eksisting, Qualcomm mengedepankan konektivitas pada jaringan yang sudah ada dan teruji. Kendali drone dan proses transmisi data hasil pantauan sensor ke terminal pengendali disalurkan lewat jalur 4G LTE (Long Term Evolution). Petani yang bertindak sebagai operator drone, dapat secara simultan melihat kondisi ladang dari kejauah, ya cukup dari layar smatphone atau tablet.