ArenaLTE.com - ArenaLTE.com - Rupanya pemerintah Tiongkok tak terima begitu saja atas hantaman yang menimpa ZTE. Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Negeri Paman Sam memutuskan untuk memblokir segala komponen asal perusahaan AS yang akan dijual ke ZTE. Hal ini sebagai buah dari terungkapnya penjualan produk ke Iran pada tahun 2012, pada saat itu Iran dalam status embargo oleh AS. Namun faktanya ada komponen asal AS yang disalurkan ke Iran lewat ZTE. Adanya kejadian ini mendapat kecaman keras dari Departemen Perdagangan AS.

Melihat potensi bisnis ZTE, khususnya di segmen smartphone baka terkena imbas dari kebijakan pemerintah AS, belum lama ini pemerintah Tiongkok telah memutuskan untuk pembelian segala bentuk komponen yang berasal dari AS, terutama untuk mendukung hardware.

4g lte hybrid smartfren

Dampak serangan balik pemerintah Tiongkok dirasa bakal menampar muka AS. Pasalnya tak sedikit manufaktur AS yang berjuang keras untuk memasok produk dan solusinya ke vendor di Tiongkok. Ambil controh di semikonduktor ada nama-nama besar seperti Qualcomm dan Intel yang terkait dengan smartphone.

Dikutip dari laman China Daily, Menteri Luar Negeri Chinq, Wang Yi mengatakan, “Ini bukan cara yang benar untuk mengatasi sengketa ekonomi, yang terjadi saat ini adalah langkah saling menyakiti dan tak memberi manfaat apapun.” Pihak Kementerian Perdagangan Tiongkok sebelumnya juga telah memberi kecaman keras atas kebijakan AS. Namun lebih jauh pemerintahTiongkok akan terus mengupayakan jalan keluar terbaik dari masalah ini.

Terkait dengan pembatasan dan sanksi dari AS, ZTE mengatakan pihaknya akan "berkomitmen penuh" untuk mematuhi hukum dan peraturan di yurisdiksi di mana ia beroperasi. "ZTE telah dan akan terus bekerja sama serta berkomunikasi dengan semua lembaga di Amerika Serikat yang diperlukan. Perusahaan ini bekerja secepatnya untuk segera menyelesaikan masalah ini," kata perwakilan dari ZTE.

Dampak dari pemblokiran yang dilakukan pemerintah AS tersebut, perusahaan vendor telekomunikasi asal Negeri Tirai Bambu yang pada tahun 2015 lalu pendapatannya melebihi 100 miliar yuan (USD 15 miliar), telah menghentikan perdagangan sahamnya di bursa Shenzhen dan Hong Kong sejak Senin pekan lalu.

Sementera itu, perusahaan dari Amerika Serikat yang bakal terkena imbas kebijakan AS, seperti Qualcomm belum memberikan komentar apapun. Padahal keduanya baru saja menjalin kerjasama erat untuk pengembangan perangkat berbasis 3G maupun 4G LTE.
Baca: Dampak Antitrust, Qualcomm Jalin Kerjasama dengan ZTE untuk Lisensi 3G & 4G
Kredit foto Menteri Luar Negeri China Wang Yi: TodayOnline.com