Test Drive Jalur Mudik Tol Trans Jawa (Cirebon - Semarang) - DAY 2

ArenaLTE.com - Pada 25 April hingga 1 Mei lalu, ArenaLTE bekerjasama dengan XL Axiata, menggelar Test Drive Jalur Mudik Tol Trans Jawa 2019. Selain menguji kesiapan jaringan XL Axiata di sepanjang jalur mudik, team Test Drive juga akan memantau kondisi jalan jalur mudik. Laporan Test Drive ini dituangkan dalam laporan khusus, yang terdiri dari serangkaian artikel.
 
Berikut laporan perjalanan di hari kedua dengan rute Cirebon hingga ke Semarang:
 
Cirebon sesungguhnya adalah kota yang sangat menarik. Selain memiliki situs sejarah yang berkaitan dengan syiar agama Islam di Tatar Sunda dan Banten, Cirebon juga memiliki banyak obyek wisata. Mulai dari pantai, danau, wisata alam, hingga wisata religius.  Paling menonjol di antaranya adalah Keraton Kasepuhan Cirebon, sebagai peninggalan Kesultanan Cirebon. Serta, makam Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali yang terkemuka.
 
Selain wisata sejarah dan religius, banyak pula obyek-obyek wisata alam di sekitaran Cirebon. Ada kompleks Gua Sunyaragi, Bukit Gronggong, Danau Patok. Serta yang juga menarik, Sentra Batik Trusmi, batik khas Cirebon. Dan tak boleh dilupakan juga aneka kuliner khas Cirebon, semacam Empal Gentong, Nasi Jamblang, dan sate kambing muda.
 
Namun karena keterbatasan waktu, kami tak bisa mengunjungi satu per satu obyek wisata tersebut. Perjalanan harus diteruskan. Trip hari kedua ini dimulai dari Cirebon menuju Semarang. Kira-kira berjarak sekitar 235 km. Dalam kondisi normal dan lancar, perjalanan melalui tol Trans Jawa ini hanya akan memakan waktu 3 jam lebih.
 
Sebelum meninggalkan Cirebon, kami sempat berbincang dengan seorang pemilik outlet penjualan pulsa, yang kiosnya berada di pinggir jalan raya Pasar Plered, Cirebon. Namanya Bondan. Menurut dia, di Cirebon ini paling banyak adalah pengguna Telkomsel. Setelah itu pelanggan XL Axiata. Soalnya, jangkauan sinyal Telkomsel paling merata, meliputi area perkotaan hingga ke kampung-kampung. “Kalau XL sinyalnya (koneksi internet) memang bagus. Tapi di kawasan perkotaan saja. Kalau masuk-masuk kampung itu udah enggak ada,” ungkap Bondan.
 
Hmm, ada benarnya ucapan Bondan. Seperti yang kami temui sendiri, begitu berada di pinggiran Cirebon menuju Gerbang Tol (GT) Plumbon, sinyal XL memang melemah. Sementara sinyal Telkomsel masih kencang.
 
Untuk menjadi perhatian sobat Elters yang mudik, sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang, sebaiknya mengisi penuh tangki bahan bakar kendaraan Anda. Sebab, meskipun di ruas Cirebon-Semarang ini banyak terdapat rest area, namun hanya dua atau tiga yang memiliki fasilitas SPBU.
 
Rest area dengan SPBU pertama yang ditemui berada di Km 207 di ruas Kanci-Palimanan. Rest Area ini cukup luas dan ideal sebagai tempat beristirahat dan mengisi BBM. Namun mengingat musim mudik nanti volume kendaraan akan meningkat tinggi, diperkirakan rest area ini bakal disesaki para pemudik. Yang jelas, akan terjadi pula antrian kendaraan di SPBU. Jadi sebaiknya, antisipasi keadaan ini. Kalau tak kebagian tempat di sini, bisa lanjut ke rest area Km 229 di ruas Kanci-Pejagan.
 
Kabar baiknya, bagi pengguna XL Axiata, kualitas sinyal di rest area Km 207 ini cukup baik. Kami yang mencoba mengetahui kekuatan sinyal XL di sini, mendapati angka 10.79 Mbps (DL) dan 4.65 Mbps (UL). Dengan kualitas sinyal seperti itu, dijamin koneksi internet berlangsung lancar dan stabil. Anda bisa googling dan searching informasi yang dibutuhkan. Seperti misalnya, rumah sakit terdekat, SPBU alternative, dan sebagainya. Video streaming juga bisa berlangsung lancar. Tetapi di rest area Km 229, kekuatan sinyal XL turun ke 2.89 Mbps (DL) dan 3.55 Mbps (UL).


 
Sebenarnya, banyak terdapat rest area di ruas Cirebon-Semarang ini. Namun belum semua beroperasi penuh. Sebagian masih dalam tahap pembangunan, sebagian lagi baru berfungsi sekadarnya. Hanya saja, keberadaan rest area di lain pihak, bisa berpotensi menjadi titik kemacetan, akibat kendaraan yang keluar masuk rest area. Sementara jalan hanya terdiri dari dua lajur.
 
Kondisi jalan tol ruas ini, masih sama seperti ruas Cipali, sebagian beton cor dan sebagian sudah berlapis aspal. Namun di beberapa titik ada tambal sulam, yang membuat permukaan jalan tidak rata. Untuk yang berjalan pada malam hari, juga perlu berhati-hati. Karena, seperti ruas Cipali, ruas Cirebon-Semarang ini juga belum ada fasilitas lampu penerang jalan. Kecuali di area gerbang tol dan rest area.


 
Melintasi GT Brebes, yang dahulu dikenal dengan sebutan Brexit (Brebes Exit), kami melakukan uji sinyal. Hasilnya, kekuatan sinyal XL di sini 2.18 Mbps (DL) dan 1.07 Mbps (UL). Bisa dibilang lemah, bila dibandingkan dengan Telkomsel yang mencatat 25.25 Mbps (DL) dan 19.16 Mbps (UL).
 
GT Brebes yang terkenal dengan sebutan Brexit ini, pernah menjadi  “neraka” kemacetan. Penyebabnya, karena di sinilah titik akhir jalan tol. Semua kendaraan keluar di sini. Akibatnya terjadi antrian panjang berkilometer. Tapi kini, setelah tersambung, potensi kemacetan di Brexit bisa dieliminir.

Setengah perjalanan, kami keluar di GT Pekalongan. Keberadaan Museum Batik di kota ini menarik hati untuk dikunjungi. Sekalian mencoba, kuliner apa yang ada di sini. Masuk di area GT Pekalongan, uji sinyal kembali digelar. Hasilnya untuk XL Axiata 9.93 Mbps (DL) dan 26.79 Mbps (UL). Speed rate untuk upload benar-benar kencang di sini. Ibarat melaju di jalan tol pada tengah malam yang sepi. Bisa puas upload video dan apapun dengan kecepatan seperti itu. Sinyal Telkomsel malah agak lemah di sini, 13.79 Mbps (DL) dan 3.19 Mbps (UL).


 
Sebelum ke Museum, kami menyempatkan diri mampir di alun-alun pekalongan, sebagai pusat kota yang terkenal dengan kerajinan batik ini. Di sini, kami sempat berbincang dengan seorang anak muda bernama Chairul Umam. Ia mengaku pengguna XL Axiata sejak lama, sudah delapan tahun katanya. Sejauh ini, Umam merasa puas dengan layanan dan produk XL. Malah,  Umam rajin meminta teman dan keluarganya berpindah ke XL. “Kan biar enak neleponnya kalo sesama XL,” kata Umam.


 
Kunjungan ke Museum Batik sendiri benar-benar “menyegarkan” khasanah budaya dan kearifan lokal Indonesia. Banyak pengetahuan yang didapat tentang batik, sebagai kekayaan budaya Indonesia. Ini bisa jadi pengetahuan yang bagus bagi putra-putri kita, untuk semakin mencintai budaya Indonesia. Museum Batik ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia.
 
Dari Pekalongan, setelah menikmati garang asem yang lezat serta es ketan durian yang maknyus, kami melanjutkan perjalanan ke Semarang. Pemandangan sepanjang perjalanan cukup bervariasi. Ada pemandangan laut antara Pekalongan dan Batang, serta perbukitan dengan hutan jati di Kendal. Sejumlah rest area tampak sedang dipersiapkan untuk menampung arus mudik.  
 
Memasuki Semarang, dan menuju kawasan Kota Tua Semarang, kami memilih mengambil rute melalui jalan tol lingkar luar Semarang. Karena menurut Google Maps, rute melalui tengah kota macet. Sehingga walaupun jarak tempuh lebih dekat, namun waktu tempuh lebih lama. Baiklah, sekalian mencoba jalur lingkar luar Semarang –yang juga terhubung ke ruas tol Semarang-Solo.
 
Di kawasan Gajahmungkur, Semarang, kami sempat mengadakan uji sinyal XL, yang hasilnya 1.94 Mbps (DL) dan 2.46 Mbps (UL). Kondisi sinyal di tol lingkar luar Semarang ini memang naik turun, dikarenakan konturnya yang berbukit dan lembah, yang  menjadi  obstacle.


 
Setelah melingkari separuh kota Semarang, kami keluar di GT Kaligawe dan terus menuju arah Pelabuhan Tanjung Mas, yang berada di utara Semarang. Kawasan Kota Tua Semarang adalah tujuan kami, sekaligus titik akhir trip hari kedua ini.
 
Sengaja memilih Kota Tua Semarang, karena kawasan ini sedang dijadikan tujuan wisata unggulan Semarang –agar wisatawan tidak hanya tahu Lawang Sewu saja sebagai tujuan wisata di sini. Di kawasan ini memang banyak bangunan kuno peninggalan Belanda. Sekarang Pemkot Semarang merevitalisasi kawasan ini.
 
Beberapa bangunan (kuno) yang rusak dan kusam diperbaiki. Trotoar diperlebar agar nyaman berjalan kaki. Jalan-jalan di kawasan ini dipasangi paving block –merekonstruksi jalan di kota-kota Eropa abad pertengahan. Sayangnya, mobil berbagai ukuran masih diperkenankan wara-wiri di jalan paving block ini. Kan jadinya cepat rusak lagi.
 
Café dan restoran, gallery seni sudah bermunculan. Melengkapi kawasan kota tua ini sebagai tempat yang menyenangkan untuk bersantai. Hanya saja, ketersediaan sinyal (internet) justru minim. Sinyal XL seperti tak tembus di sini. Begitu pula dengan sinyal Telkomsel, mati gaya.


 
Dengar-dengar, Pemkot Semarang memang tak mengijinkan ada BTS di kawasan ini –mungkin pertimbangannya akan merusak pemandangan. Tapi ini agak mengherankan. Karena, sebagai kawasan wisata yang hendak diorbitkan, mestinya kawasan  Kota Tua Semarang ini harus didukung koneksi internet yang baik.  Biar pengunjung juga betah, bisa posting-posting foto selfie di antara bangunan kuno ini.
 
Dari kota tua, kami meluncur ke kawasan yang jadi landmark-nya Semarang, kawasan simpang Lima. Di sini barulah sinyal XL meningkat tajam. Bahkan di sekitaran Mal Paragon yang ada di kawasan Pemuda, sinyal XL tercatat 28.99 Mbps (DL) dan 5.11 Mbps (UL). Ini speed-nya super joss.
 
Nah, dari perjalanan hari kedua ini, ada beberapa catatan yang bisa kamu share. Pertama, mengenai kondisi jalan tol yang dilalui. Secara umum, kondisi jalan relative baik. Memang ada tambal sulam yang membuat permukaan jalan kurang mulus, dan menimbulkan goncangan di kendaraan. Tapi masih okelah. Yang perlu diperhatikan lagi, ketiadaan lampu penerang jalan sepanjang ruas tol –kecuali di GT dan rest area. Bila Anda memilih jalan malam, mesti lebih waspada dan pastikan lampu kendaraan berfungsi baik.
 
Rest Area sepanjang ruas Cirebon-Semarang ini lumayan banyak. Dari rest area kecil hingga rest area yang memiliki fasilitas lengkap. Namun, beberapa rest area nampaknya belum bisa beroperasi penuh pada musim mudik nanti. Karenanya, pastikan Anda mengisi penuh tangki BBM untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan. Kemungkinan dari SPBU yang kehabisan stok BBM, antrian super panjang di SPBU, tak bisa masuk ke SPBU karena terlalu padat.
 
Nah, soal dukungan sinyal internet sendiri, secara umum sinyal XL Axiata sudah menjangkau (hampir) keseluruhan ruas Cirebon-Semarang ini. Di beberapa titik antara dua exit toll, sinyal terkadang drop. Namun penggunaan peta digital masih bisa terkoneksi dan berfungsi baik. Begitu juga instant messaging (seperti WA) masih bisa digunakan. Sinyal yang drop, lebih banyak mengganggu ketika streaming video.  Menurut pihak XL, kekurangan di sejumlah titik ini akan diatasi dengan penambahan kapasitas melalui mobile BTS (MBTS) yang akan ditempatkan di sejumlah titik.

Leave a Comment