Mengamankan Aset Kripto Dengan Strategi DCA

ArenaLTE.com - Investasi aset crypto dikenal memiliki potensi keuntungan besar, namun juga penuh dengan volatilitas harga yang sering membuat investor bingung menentukan waktu terbaik untuk membeli. Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) hadir sebagai solusi sederhana namun efektif untuk berinvestasi secara konsisten. Investor tidak perlu pusing dan bingung, melainkan cukup menyisihkan dana dengan jumlah tetap secara rutin. Artikel Pintu Academy ini akan membahas pengertian dan cara kerja DCA, manfaat, hingga cara memulai DCA untuk Bitcoin, Ethereum,dan altcoin lainnya.

Pengertian DCA (Dollar Cost Averaging) & Cara Kerjanya

Dikutip dari Pintu Academy, platform edukasi aplikasi PINTU, Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah sebuah strategi investasi yang membantu mengurangi ketidakpastian soal kapan waktu terbaik untuk masuk pasar, karena kita cukup mengikuti jadwal investasi tetap yang sudah ditentukan. Strategi ini juga mendorong disiplin untuk berinvestasi secara rutin.
Strategi DCA cukup sederhana, kita hanya perlu mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli aset secara rutin (seperti mingguan atau bulanan) tanpa peduli harga aset. Tujuan utama DCA adalah mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.

Manfaat DCA Crypto untuk Investasi Jangka Panjang

DCA adalah strategi investasi yang sederhana namun efektif untuk mengumpulkan aset dalam jangka panjang. Intinya, strategi ini mendorong kita untuk berinvestasi secara rutin dan disiplin, yang sangat bermanfaat terutama saat pasar sedang berfluktuasi. Dalam jangka panjang, metode ini bisa membantu menurunkan biaya rata-rata per unit dibandingkan jika membeli sekaligus dalam jumlah besar pada satu waktu.
Lalu, bagaimana cara kerja DCA crypto? Mari kita buat skenario, jika harga Bitcoin saat ini $50.000 dan kamu langsung membeli dengan sistem lump sum, maka kamu akan mendapatkan 1 BTC dengan harga dasar (cost basis) $50.000. Jika dana $50.000 tersebut dibagi menjadi lima kali dengan strategi DCA, misalnya di $50.000/BTC, $45.000/BTC, dan $25.000/BTC. maka rata-rata harga dasar pembelian kamu bisa turun menjadi $40.000 per BTC. Dari skenario ini, kamu akan mengumpulkan total 1,4 BTC.

Dengan berinvestasi jumlah yang sama secara konsisten, kita akan membeli lebih banyak unit saat harga murah dan lebih sedikit unit saat harga mahal. Dalam jangka panjang, strategi ini bisa membantu menurunkan rata-rata biaya pembelian per unit aset.

Tips Memilih Aset untuk DCA Crypto

Parameter Penting dalam Memilih Crypto
  1. Ketahanan (Durability): Sejak kapan aset ini hadir di pasar? Karena DCA biasanya dilakukan dalam jangka panjang (bertahun-tahun), kripto yang dipilih sebaiknya sudah terbukti memiliki rekam jejak dan bertahan lama.
  2. Tren Pasar: Lihat sentimen pasar dan tren yang berkembang di media sosial, portal berita, dan komunitas kripto. Apakah orang-orang melihat proyek ini positif atau sebaliknya?
  3. Metriks Utama: Perhatikan volume perdagangan, riwayat pergerakan harga, dan likuiditas. Faktor-faktor ini bisa membantu menilai potensi jangka panjang.

Risiko dan Keuntungan Strategi DCA

Meski terlihat sederhana dan efektif, strategi DCA crypto juga punya beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

Tidak Melindungi dari Pasar Turun Berkepanjangan

DCA crypto memang bisa membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak, tapi tidak memberikan perlindungan penuh jika pasar jatuh terus-menerus. Nilai portofolio tetap bisa turun. Karena itu, manajemen risiko tetap penting, misalnya dengan melakukan diversifikasi ke berbagai aset lain seperti saham, obligasi, atau properti.

Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)

Dengan DCA crypto, investasi dibagi dalam jangka waktu tertentu. Artinya, kamu mungkin melewatkan keuntungan besar jika harga kripto langsung naik tajam setelah Anda mulai berinvestasi. Dibandingkan lump-sum investing (langsung menaruh modal besar sekaligus), hasil DCA bisa terasa kurang memuaskan bagi investor agresif yang mengejar keuntungan cepat.

Sederhana dan Mudah

DCA adalah salah satu strategi paling sederhana yang bisa digunakan siapa saja, baik pemula maupun berpengalaman. Tidak butuh analisis teknikal rumit, tidak perlu menebak timing pasar, dan bisa berjalan otomatis melalui program tabungan/investasi rutin.

Disiplin Menabung

Strategi menambahkan dana secara rutin ke akun investasi membangun kebiasaan secara disiplin seperti menabung. Nilai portofolio akan terus bertambah, meskipun aset yang ada kadang sedang turun nilainya. Namun, jika penurunan pasar berlangsung lama, tentu ada risiko nilai portofolio ikut tertekan.

Mengelola Emosi dalam Investasi

Banyak investor terjebak dalam investasi emosional, misalnya karena takut rugi besar setelah membeli sekaligus. DCA membantu mengurangi faktor emosional ini. Dengan strategi beli rutin, investor bisa lebih fokus pada tujuan jangka panjang tanpa mudah terpengaruh berita atau hype jangka pendek dari media maupun pasar.

DCA vs Investasi Lump Sum

Lump-sum investing atau investasi lump sum adalah strategi di mana seseorang menempatkan sejumlah besar modal ke dalam satu investasi sekaligus. Investor yang memilih strategi ini biasanya memiliki kapital yang cukup banyak. Di sisi lain, Dollar-Cost Averaging (DCA) umumnya menjadi strategi investasi yang lebih cocok bagi mereka yang belum memiliki modal besar. Strategi ini membantu “meratakan” harga beli, sehingga risiko membeli dalam jumlah besar saat harga sedang di puncak bisa dikurangi.
Kedua strategi, baik lump-sum investing dan DCA, memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
  • Lump-sum investing bisa memberi peluang keuntungan besar jika harga crypto (atau aset lain) melonjak tajam setelah sempat turun. Namun, tantangan utamanya adalah menentukan titik terendah pasar, yang sulit diprediksi. Hal ini makin sulit di dunia crypto, karena harganya jauh lebih fluktuatif dibanding saham.
  • DCA, di sisi lain, memang tidak memberikan keuntungan instan sebesar lump-sum saat pasar naik cepat, tetapi strateginya lebih aman karena risiko “salah timing” bisa ditekan.

Platform atau Exchange yang Mendukung DCA di Indonesia

Bagi investor crypto di Indonesia yang masih bertanya-tanya terkait cara DCA crypto, kini menerapkan strategi DCA jadi lebih mudah berkat dukungan berbagai platform dan exchange lokal. Salah satu aplikasi yang menyediakan fitur ini adalah Pintu.

Saat ini, Pintu telah menghadirkan fitur Auto DCA, yaitu layanan yang memungkinkan pengguna membeli aset crypto secara otomatis dan rutin dengan jumlah tetap. Investor dapat menjadwalkan pembelian harian, mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan, tanpa harus repot melakukan transaksi manual setiap kali.

Dengan adanya Auto DCA, pengguna bisa berinvestasi lebih disiplin, konsisten, dan terhindar dari stres mencoba menebak waktu terbaik masuk pasar. Fitur ini sangat cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin berinvestasi crypto jangka pajang.

Cara Menggunakan Fitur Auto DCA Crypto di Pintu

Tidak hanya satu aset, fitur Auto DCA Pintu juga menghadirkan Auto DCA Multiple Assets, di mana pengguna bisa membeli beberapa aset crypto sekaligus dalam satu jadwal otomatis. Sebagai contoh, dari dana Rp1.000.000 per bulan, pengguna Pintu bisa mengalokasikan 60% untuk BTC, 20% untuk ETH, dan 20% untuk XRP membangun portofolio secara konsisten, tanpa repot.
Berikut cara menggunakan fitur Auto DCA Multiple Assets:
  • Buka aplikasi Pintu lalu klik ‘Auto DCA’ atau ‘Nabung Rutin’.
  • Klik “Buat Nabung Rutin Baru” dan pilih beberapa aset crypto yang ingin kamu kumpulkan secara rutin
  • Tentukan nominal pembelian dan buat jadwal nabung rutin, bisa per jam, harian, mingguan, hingga bulanan
  • Konfirmasi nabung rutin crypto kamu dengan tap “Konfirmasi”, dan selesai!
Dengan fitur Auto DCA Multiple Asset Pintu, pengguna tidak hanya berinvestasi, tetapi juga membangun portofolio jangkpa panjang secara konsisten dan mudah.

Leave a Comment