ArenaLTE.com – Seperti diketahui, Samsung telah meluncurkan phablet (smartphone tablet) Galaxy Note 7. Diantara kecanggihan yang ditawarkan, Galaxy Note 7 mengusung koneksi mobile broadband 4G LTE (Long Term Evolution) dengan MIMO (Multiple Input Multiple Output) 4×4. Berkat MIMO 4×4, Samsung Galaxy Note 7 dapat terkoneksi dengan 4 band frekuensi LTE secara simultan. Alhasil bisa digadang Note 7 punya kecepatan akses yang super kencang.

Meski teknologi Galaxy Note 7 serba canggih, eksistensi MIMO 4×4 di Galaxy Note masih terganjal pada kesiapan infrastruktur operator, pasalnya baru segelintir BTS (Base Transceiver Station) yang sanggup meladeni MIMO 4×4. Di dunia, baru T-Mobile yang mengoperasikan BTS MIMO, itu pun masih terbatas. Hal tersebut menjadikan penyebaran dan pemasaran Galaxy Note 7 masih tersandung. Nah, berangkat dari tantangan diatas, Samsung selaku vendor yang juga melakoni bisnis infrastruktur jaringan, berencana untuk menyiapkan infrastruktur dengan basis MIMO 4×4.

Seperti dikutip dari situs Fudzila.com (25/8/2016), Samsung Electronics akan menyediakan aplikasi (software) untuk BTS agar bisa mendukung MIMO 4×4 dan 3-Band CA (Carrier Aggregation) untuk jaringan seluler. Rencananya terobosan aplikasi ini akan diluncurkan pada kuartal keempat tahun ini. Langkah Samsung juga guna mendukung beberapa jadwal pengujian MIMO 4×4 di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa Barat.

Guna mendukung MIMO 4×4, dari sisi BTS juga perlu dukungan prosesor khusus, seperti Snapdragon X16 yang bisa menghantarkann kecepatan akses 1 Gbps. Qualcomm menggunakan 10 saluran yang masing-masing untuk frekuensi 20 Mhz untuk terhubung ke antena LTE, secara total maka dapat dicapai kecepatan sampai 1000 Mbps. Dalam suatu demo di ajang Mobile World Congress (MWC) 2016, akses dari MIMO 4×4 sanggup menghantarkan kecepatan sampai 979 Mbps. Sebelumnya Sony juga menghadirkan prototipe smartphone yang mendukung MIMO 4×4 LTE dengan kecepatan 400 Mbps.

Di belahan dunia lain, beberapa operator seluler kini tengah menguji MIMO 4×4 LTE, seperti di Telstra Australia yang berhasil menembus akses 600 Mbps, SK Telecom dari Korea Selatan dan StarHub di Singapura juga sedang menggiat uji coba 4×4 MIMO.