ArenaLTE.com – Mungkinkah LTE-U dan WiFi Bisa Mulus Berdampingan? Dapatkah WiFi (wireless fidelity) berjalan berdampingan dengan jaringan LTE-U (Long Term Evolution – Unlicensed). Dalam beberapa bulan ini memang tengah terjadi perdebatan terkait eksistensi teknologi ini yang rencananya akan digelar oleh beberapa operator global.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, pada hari Rabu kemarin (21/9/2016), WiFi Alliance telah melakukan serangkaian uji coba untuk membuktikan implementasi 4G LTE-U, jaringan seluler tanpa lisensi spektrum untuk dikoneksikan pada jaringan WiFi.

Seperti dikutip dari Computerworld.com (21/9/2016), WiFi Alliance melakukan uji coba pada laboratorium independen, dimana vendor pengusung LTE-U dapat menjajal peranglat mereka dalam sesi pengujian. WiFi Alliance Qualcomm LTE UDari aspek teknis, LTE-U bisa membawa banyak berkah bagi pengguna smartphone, pasalnya dengan frekuensi yang dipakai pengguna akan bisa menikmati layanan yang lebih baik, terutama di kawasan yang ramai. Itu dari sisi kenikmatan yang dirasa oleh pengguna, tapi dari sisi vendor pembuat perangkat WiFi, hadirnya LTE-U bisa dimanfaatkan untuk bersaing langsung dengan operator seluler

LTE-U bisa memberikan smartphone dan perangkat selular lainnya lebih frekuensi untuk menggunakan, berpotensi membawa pelayanan yang lebih baik kepada pengguna lainnya di daerah ramai. Tetapi beberapa pembuat dan operator dari Wi-Fi gigi, termasuk operator kabel menggunakan Wi-Fi untuk bersaing dengan operator seluler, memperingatkan bahwa teknologi baru bisa mendesak keluar Wi-Fi dan menyakiti kinerjanya. Di lain pihak, ada pengamat yang menyebut teknologi ini dihadirkan diluar dari ‘kodrat’ WiFi dan kedepan bisa merusak performanya.

Dalam mengumumkan rencana uji, WiFi Alliance berupaya menggabungkan kepentingan diantara pemain yang berkepentingan di industri. Meski uji coba di laboratorium berlangsung sukses, selanjutnya WiFi Alliance akan melakukan uji coba penuh di lapangan guna memastikan LTE-U bisa ‘hidup’ berdampingan dengan WiFi tanpa menimbulkan efek interferensi yang tidak diinginkan.

Hampir semua vendor pengusung LTE- setuju untuk menggelar uji coba penuh, namun disepakati uji coba tidak menggunakan seluruh suite. Meski banyak yang mendukung pengembangan LTE-U, disisi lain Qualcomm masih bersekiras menahan laju LTE-U.

Qualcomm khawatir bahwa apa yang akan di lakukan oleh WiFi Alliance akan mengancam ditutupnya LAA atau License Assisted Access. Padahal, LAA sedang dalam proses penyelesaian menjadi standar global di 3GPP.WiFi Alliance sendiri merupakan aliansi yang terdiri dari ratusan manufaktur elektronik.

Di antara nama-nama besar dibalik organisasi ini ada Hewlett Packard, Coolpad, China Telecom, China Mobile, AT&T, Asus, Acer, Sony, Dell, Huawei, Apple, Intel, Cisco System dan masih banyak lainnya.