ArenaLTE.com – Baterai smartphone yang selama ini luput dari perhatian mulai menjadi sorotan. Bukan rahasia lagi jika banyak pengguna smartphone saat ini sering mengeluhkan payahnya stamina perangkat mereka. Bahkan ada yang rela menenteng powerbank berukuran besar demi mengantisipasi smartphone kehabisan daya saat dalam perjalanan atau di situasi tertentu.

Ada banyak faktor yang membuat baterai ponsel begitu cepat terkuras energinya. Mulai dari teknologi layar sentuh rakus daya, prosesor kurang efisien, jaringan tidak stabil, koneksi internet intensif hingga kapasitas baterai itu sendiri yang kurang besar. Tapi urusan teknis seperti ini kita serahkan saja pada produsen, karena kalau kita ikut memikiran tentu bakal ribet. Haha.

Intinya, kita sebagai pengguna smartphone pasti menginginkan produk berdisain ergonomis yang tak terlalu bongsor, kapasitas baterai besar sehingga stamina kuat dan pengecasannya cepat. Ironisnya, nyaris sebagian besar smartphone saat ini cenderung boros daya.

Dari pengalaman menggunakan berbagai jenis smartphone, rata-rata hanya bisa bertahan seharian untuk pemakaian normal. Padahal, smartphone sudah seperti kebutuhan pokok. Tak aktif satu jam saja, kita bakal sangat kerepotan. Bisnis terbengkalai, aktivitas komunikasi terganggu, akses informasi terhambat hingga alternatif hiburan di waktu senggang terhenti sejenak.

Masalah beres kalau kita bisa buru-buru mengecas, memiliki powerbank dan bisa mengisi ulang secepatnya. Tapi bagaimana kalau kebetulan charger kita ketinggalan di rumah atau tak ada powerbank sama sekali? Dunia seakan kiamat. Ujung-ujungnya, daya tahan baterai smartphone yang mengecewakan mulai menuai keluhan.

Seiring lonjakan komplain terhadap pendeknya daya tahan smartphone dari konsumen, vendor langsung sigap dan mulai memproduksi seri berkapasitas baterai besar. Trik ini mulai diterapkan demi mendapatkan smartphone dengan stamina kuat seperti yang diharapkan konsumen.

memilih smartphone

Lenovo P1 Turbo dan Asus Zenfone Max adalah contoh seri anyar dengan baterai berkapasitas besar yang baru-baru ini masuk Tanah Air. Keduanya menanamkan baterai dengan besaran 5000 mAh. Yups, setidaknya dengan kapasitas sebesar ini baterai menjadi lebih tahan lama. Kurang lebih dua hari.

Baca:

Tapi persoalan baru muncul. Demi mendapatkan baterai berkapasitas besar, bodi smartphone terpaksa dibikin bongsor. Ya, rata-rata, ponsel dengan kapasitas besar punya badan sedikit lebih tambun demi mengakomodasi menggelembungnya baterai itu sendiri. Jelasnya, kapasitas besar ukuran baterai pun bertambah besar. Padahal kita butuh ponsel tipis, ramping dan ergonomis supaya gampang masuk saku dan ditenteng kemana-mana.

Lebih dari itu, ternyata baterai smartphone berkapasitas besar juga membutuhkan waktu pengecasan lebih lama. Nah lho. Jadi, untuk mendapatkan daya tahan baterai lebih lama, kita terpaksa harus rela mengecas lebih lama. Padahal, mengecas baterai berkapasitas biasa saja sudah tergolong lama. Capek deh.

Bukan hal aneh jika banyak dari kita yang sengaja mengecas smartphone di malam hari sehingga saat bangun tidur pada pagi hari baterai smartphone-nya sudah penuh. Sebenarnya memang agak merepotkan, tapi sengaja duduk berjam-jam demi menunggu baterai penuh tentu sangat menyita waktu dan kurang efisien.

Akhirnya, pertanyaan-pertanyaan ini bermunculan. Bisakah baterai berkapasitas besar dibuat lebih kecil? Bisakah mengecas baterai dalam waktu singkat? Bisakah stamina baterai ditambah? Inilah yang tengah dilakukan, pengembang teknologi, pabrikan chipset maupun vendor ponsel. Saat ini mereka tengah berlomba mengembangkan berbagai teknologi untuk baterai.

Baterai Bisa Bertahan Seminggu

Harapan tercipta dari para pengembang teknologi fuel cell yang bernama Intelligent Energy, yang mampu menghadirkan sebuah baterai fuel cell yang mampu membuat smartphone memiliki daya tahan hingga seminggu. Intelligent Energy sedang mengembangkan sebuah tipe baterai smartphone baru yang menggunakan hydrogen.

Dengan mengubah hidrogen menjadi listrik, teknologi ini umumnya banyak digunakan pada skala yang lebih besar untuk mengurangi emisi dan menjamin pasokan listrik. Namun pertanyaannya, akankah Intelligen Energy mampu membawa teknologi ini ke tingkat faktor bentuk smartphone kecil?

Tipe baterai fuel cell ini mengkonversi dan mengubah hidrogen menjadi energi listrik dan menciptakan uap air sebagai produk buangannya jadi nantinya tipe baterai baru ini akan memiliki lubang ventilasi kecil di bagian belakang untuk mengalirkan uap air tersebut.

CEO Intelligent Energy Henri Winand seperti yang dilansir oleh Bloomberg mengungkapkan bahwa rencananya smartphone dengan teknologi baterai fuel cell terbaru ini akan siap beredar dipasaran para tahun 2018 nanti. Namun baru-baru ini beredar rumour yang memberitakan Intelligent Energy berhasil memodifikasi sebuah iPhone 6 untuk bisa kompatibel dengan teknologi baterai terbaru ini.

Intelegent Energy percaya bahwa baterai hidrogen ciptaan mereka akan siap untuk produksi massal dan dipasarkan dua tahun dari sekarang. Gosip yang beredar mengatakan, Apple sendiri ingin ikut ambil andil dalam pengembangan baterai ini. Namun, sampai sekarang belum ada konfirmasi dari Apple.

Mengecas Hanya Dalam Hitungan Menit

pump express 3.0Di sektor pengecasan cepat, produsen chipset dan vendor bahkan mengaku siap sedia menghadirkan teknologi anyar tahun ini. Produsen chipset, MediaTek baru-baru ini mengungkap senjata barunya yang siap menjadi andalan dalam smartphone anyar tahun ini. Adalah Pump Express 3.0 teknologi pengecasan cepat yang diklaim mampu meningkatkan kecepatan charging baterai ponsel hanya dalam waktu singkat. Menjanjikan pengecasan dari 0 ke 70 persen hanya dalam 20 menit.

Teknologi terbaru Pump Express 3.0 diharapkan hadir bersama dengan ponsel yang dijejali prosesor Helio P20 jelang tutup 2016 nanti. Helio P20 sendiri kemungkinan menyusup dalam smartphone yang meluncur di paruh kedua tahun ini.

Sementara Qualcomm Qualcomm bahkan sudah lebih dulu mengimplementasikan teknologi Quick Charge 3.0 miliknya. Generasi terbaru Quick Charge ini memungkinkan untuk mengisi baterai smartphone dari 0 sampai 80 persen hanya dalam waktu 35 menit. Dibandingkan dengan perangkat telepon genggam konvensional tanpa Quick Charge yang mungkin membutuhkan pengisian baterai sekitar satu setengah sampai dua jam lebih.

Qualcomm Quick Charge 3.0

Bagusnya, teknologi Qualcomm Quick Charge 3.0 kompatibel dengan perangkat generasi sebelumnya yang telah mendukung pengisian cepat baik versi satu maupun dua. Evolusi teranyar dari teknologi Qualcomm Quick Charge 3.0 ini akan tersedia di dalam smartphone bersama prosesor Qualcomm Snapdragon 820. Juga beberapa smartphone dengan prosesor Qualcomm lainnya seperti Snapdragon 430, 617, 618 dan 620 yang beredar tahun ini.

Oppo salah satu vendor ponsel asal Tiongkok pun tak mau kalah. Februari 2016 lalu, sang vendor mengumumkan teknologi pengisian baterai super cepat baru, Super VOOC Flash Charge. Sayangnya, Oppo belum memiliki produk yang memenuhi standar untuk menggunakan teknologi tersebut saat ini.

Super VOOC Flash Charge mampu mengisi penuh baterai 2.500 mAh hanya dalam waktu 15 menit dan 45 persen hanya dalam waktu 5 menit. Teknologi baru ini bekerja baik pada microUSB dan port USB Type-C dan membutuhkan plug Super VOOC Flash Charge yang baru, kabel khusus baru, dan konektor yang terbuat dari bahan berstandar militer berkualitas tinggi.

super vooc oppo

Oppo kabarnya akan menambahkan dukungan untuk Super VOOC Flash Charge pada smartphone mendatang, setelah teknologi ini siap untuk produksi massal. Super VOOC hanya bertegangan 5V tapi mampu mentransmisi power pada baterai secara langsung tanpa mengkonversi tegangan. Dengan cara ini mereka mampu mencapai efisiensi pengisian hingga 97 persen.