ArenaLTE.com – Perkembangan teknologi dan dunia digital yang kerap beriringan, memang menjadi target banyak produsen untuk menghadirkan produk baru. Salah satu industri digital yang kini mulai berkembang adalah perangkat virtual reality (VR), dan industri pendukungnya seperti konten VR kini ikut dilirik. Celah ini yang diklaim oleh AMD adalah cocok untuk para kreator konten menghadirkan karya baru terbaik dengan bantuan AMD FirePro W9100.

Industri kreatif seperti para kreator multimedia dan pembuat konten VR, memang menjadi fokus yang ditargetkan dalam produk AMD Fire W9100 ini. Kartu grafis ini diklaim mampu menopang produktivitas para kreator, sehingga akan lebih maksimal berkreasi dengan dukungan piranti yang memiliki kapasitas memori hingga 32GB.

“Imajinasi dari sang kreator adalah tak terbatas sehingga kreator profesional memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan desain dan pengalaman baru dan tidak pernah dilihat sebelumnya. Beberapa alur kerja kreatif profesional menuntut subsistem memori bandwidth yang sangat tinggi sementara yang lain menuntut ukuran memori yang besar,” jelas Raja Koduri, Senior VP and Chief Architect Radeon Technologies Group AMD.

amd firepro

Ia menjelaskan bahwa AMD merintis era High Bandwidth dan Ultra Efisien Memory melalui pengenalan teknologi HBM pada tahun 2015 dan akan membawanya ke kreator konten dengan pengenalan kartu grafis RadeonPro Duo. Dengan AMD FirePro W9100 32GB terbaru, AMD juga mendelesaikan kartu grafis workstation professional dengan ukuran memori terbesar di dunia.

Seling dengan perilisan kartu grafis AMD FirePro W9100, perusahaan chipset asal Amerika ini juga mengenalkan AMD FireRender plugin untuk Autodesk 3ds Max, yang memungkinkan pembuat konten VR untuk membawa ide-ide lebih hidup melalui peningkatan alur kerja 4K, fungsi photorealistic rendering, dan dukungan pembuatan konten yang kuat.

Kartu grafis AMD FirePro W9100 32GB kabarnya telah dirancang juga untuk Computer-Aided Engineering, yang sudah digunakan oleh Siemens NX Nastran, SIMULIA Abaqus dan peralatan Visualisasi AutoDesk VRED 2016.