ArenaLTE.com – Jika di Indonesia isu yang panas di industri telekomunikasi saat ini adalah soal biaya interkoneksi, maka di tataran global salah satu isu yang mengemuka adalah soal LTE-U (Long Term Evolution – Unlicensed). Terjadi perselisihan antara WiFi Alliance dan Qualcomm terkait beda pemahanan tentang penerapan teknologi LTE tanpa lisensi tersebut.

WiFi Alliance dan beberapa anggotanya tengah bekerja untuk melakukan kolaborasi antara teknologi LTE-U dengan WiFi agar dapat beroperasi saling berdampingan yang dikenal dengan WifiForward.

Namun usaha WiFi Alliance dengan WifiForward justru ditentang oleh Qualcomm. Seperti dikutip dari situs itwire.com, Dean Brenner, Vice Presiden Senior of government affairs Qualcomm, menyatakan bahwa versi terbaru dari rencana uji coba yang dirilis oleh WiFi Alliance tidak memiliki manfaat teknis. Ada bias tentang LTE-U ini. Dean menyayangkan juga bahwa masukan dari Qualcomm yang sempat disampaikan pada Wi-Fi Alliance pada tahun lalu tidak diterima.WiFi-Alliance

“Kami melihat bahwa ada sekelompok anggota WiFi Alliance yang melakukan kompromi. Kami juga sudah mengajukan proposal kompromi versi Qualcomm namun di tolak seluruhnya. Padahal, kami berusaha unhtuk menjaga manfaat LTE-U. Jangan sampai dijauhkan dari konsumen yang seharusnya dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Brenner menjelaskan.

Pada versi baru tersebut, rencananya akan membutuhkan LTE-U untuk melindungi WiFi lebih dari 100 kali dibandingkan dengan WiFi yang akan melindungi LTE-U di semua bidang. Termasuk juga mengabaikan data yang disampaikan pada Wi-Fi Alliance, seperti masukan dari para vendor WiFi.

Baca juga:
5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang LTE Unlicensed
*
 Google Menentang Upaya FCC Berikan Spektrum LTE U, Mengapa?

Qualcomm juga khawatir bahwa apa yang akan di lakukan oleh aliansi Wi-Fi ini akan mengancam ditutupnya LAA atau License Assisted Access. Padahal, LAA sedang dalam proses penyelesaian menjadi standar global di 3GPP.

Namun, Brenner berharap Federal Communications Commission atau FCC Amerika harus mengabaikan versi terbaru dari rencana WiFi Alliance. Karena istilah untuk spektrum tak berlisensi seharusnya inovasi permissionless, bukan perlindungan incumbent.

WiFi Alliance sendiri merupakan aliansi yang terdiri dari ratusan manufaktur elektronik. Di antara nama-nama besar dibalik organisasi ini ada Hewlett Packard, Coolpad, China Telecom, China Mobile, AT&T, Asus, Acer, Sony, Dell, Huawei, Apple, Intel, Cisco System dan masih banyak lainnya.