ArenaLTE.com – Guna memperluas jangkauan dan kapasitas layanan, operator seluler melakukan beragam hal pada cell BTS (Base Transceiver Station). Selain deployment perangkat RAN (Radio Access Network) berupa BTS 2G/3G dan 4G, operator juga punya jurus lain yang tak kalah ampuh, yakni penggunaan carrier grade WiFi yang dapat menjalankan mode seamless services dengan jaringan seluler eksisting. Adopsi WiFi sebagai kepanjangan tangan jaringan seluler operator pun kini pun bukan sesuatun hal yang asing, mengingat layanan seperti ini sudah mahfum di gelar di Tanah Air.

Dan terkait akses WiFi penunjang layanan operator seluler, Wireless Broadband Alliance (WBA) pada 12 Oktober 2015, telah merilis informasi bahwa lebih dari setengah operator seluler di dunia (57%) berencana untuk melakukan deploy carrier grade WiFi pada arsitektur jaringan mereka.

Nantinya peran WiFi menjadi lebih luas, seperti mencakup public WiFi services, Internet of Things (IoT), Big Data, layana konvergensi, dan konsep Smart City. Lebih lanjut WBA dalam surveinya menyebut pada tahun 2020, 80 persen operator di dunia akan mengadopsi WiFi pada area IoT dan M2M (Machine to Machine). Sementara lebih dari setengahnya lagi siap menjalankan layanan  konvergensi (converged services) dan smart cities.

Survei WBA pada tahun ini juga menyoroti bahwa kepercayaan yang mulai tumbuh pada solusi carrier grade WiFi. Diperkirakan penyebaran hotspot carrier grade WiFi akan melebih target pada tahun 2017 dan pada tahun 2020, hampir seluruh hotspot WiFi operator akan menggunakan standar ini. Temuan tersebut menunjukkan seberapa cepat lanskap WiFi dapat berubah, didorong oleh keharusan dan kebutuhan industri.
BacaTelepon Bisa Lebih Murah Dengan “WiFi Calling” 4G LTE

Ilustrasi pemanfaatan WiFi
Ilustrasi pemanfaatan WiFi

Pada tahun ini, hampir seperempat dari nilai bisnis implementasi WiFi berhubungan dengan pengurangan biaya dan peningkatan ARPU secara keseluruhan, tetapi pada 2019 operator-operator  ini berharap akan memanfaatkan WiFi lebih sering dalam kombinasi dengan jaringan mereka sendiri, untuk menghasilkan pendapatan tambahan langsung. Peluang terbesar pemanfaatan WiFi terlihat pada deployment di beberapa smart city.

Survei dilakukan selama periode kuartal ketiga 2015, dengan total 212 responden: 38% dari mereka berasal dari kalangan operator. Kelompok responden yang signifikan lainnya berasal dari vendor atau manufaktur WiFi (28%), konsultan/integrator (17%). Mayoritas responden berasal dari Amerika Utara (40%) dan Eropa (26%), diikuti oleh Asia-Pasifik (16%).