ArenaLTE.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Apple, karena keinginan perusahaan asal Amerika tersebut yang akan mendirikan pusat R&D Apple (research and development) di Indonesia. Pusat R&D Apple yang dibangun tersebut diungkapkan menjadi kedua terbesar di Dunia.

Ditemui di ajang pameran perangkat komputer tahunan BRIIndocomtech 2016, di Jakarta, lelaki yang akrab disapa Chief ini menjelaskan bahwa pembangunan pusat R&D Apple di Indonesia adalah bentuk dari kewajiban perusahaan soal penerapan aturan TKDN 30% yang telah ditentukan.

“Kita sudah mengarah ke 4G, agar Indonesia tidak sekedar menjadi pasar bagi pengembangan teknologi ini. Maka pemerintah membuat kebijakan tentang kewajiban akan adanya kandungan lokal (TKDN) sebesar 30%. Tetapi, kita tidak hanya memfokuskan kepada hardware, karena kalau hanya itu kita akan menjadi bangsa blue color yang akan diadu-adu dengan Kamboja, Myanmar,” tegasnya.

Chief melanjutkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kemampuan yang lebih baik dari pengembangan aplikasi atau dari sisi software dibanding beberapa negara, seperti Kamboja.” Kita harus keluar dari hal itu dan lari ke software atau aplikasi, kita masyarakatnya jauh ada sekitar 40% hingga 50% daripada Kamboja dan kita pasti menang,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, pembangunan pusat R&D Apple di Indonesia memang tidak bisa diketahui persis tentang nilai investasinya, karena hal itu adalah urusan korporasi. Namun dirinya menjelaskan, hal yang terpenting dari semua ini adalah produsen telah memilih Indonesia dan menjadikan pusat R&D Apple menjadi yang terbesar kedua di Dunia setelah Brasil.

sertifikasi TKDN

“Pusat R&D Apple ini adalah salah satu yang terbesar di luar Amerika, nomor dua setelah Brasil. Dan tahun 2017 semua akan diimplementasikan yang terlibat adalah kementerian Kominfo, Perdagangan dan sekarang ijin-ijinnya sedang dilakukan oleh Apple,” tegasnya.

Baca :
Kominfo Janji Permudah Sertifikasi TKDN 30% Smartphone 4G LTE
Regulasi TKDN Tak Jelas, Ekosistem 4G LTE Tersendat

Rudiantara juga mengakui dan bangga bahwa produsen sekelas Apple saja menjadikan Indonesia menjadikan R&D nya nomor dua terbesar di Dunia.”Jadi 2017 itu sudah pasti dan harus, kalau tidak mereka tidak boleh dagang di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjutnya dikatakannya bahwa dari pihak Apple, kemarin sudah datang baik dari Asia Pasifiknya, maupun dari pihak Apple di Siliconvalle. Mereka sudah mencari lokasi dan alternatif tempatnya. Namun diharapkanpusat R&D Apple di Indonesia ini tidak hanya di Jakarta, namun juga belum diketahui apakah hanya satu tahun langsung atau berapa.

“Kita hanya menekankan bahwa Indonesia itu tidak hanya di Jawa, jadi Indonesia centris bukan hanya Jawa Centris atau Jakarta Centris. Mereka juga sudah memastikan tidak hanya di Jakarta, hanya masalah timing saja,” tambah Chief Rudiantara.