ArenaLTE.com – Setelah sukses menghadirkan jaringan 4G LTE A Pro dengan kecepatan 1,2 Gbps bersama operator Deutsche Telekom, Huawei Networks kembali berhasil menggeber jaringan 4G LTE A Pro dengan kecepatan 2,1 Gbps. Dalam uji coba kali ini dilakukan bersama operator EE dari Inggris.

Uji coba tersebut dilakukan dalam laboratorium yang merupakan terobosan terbaru dari teknologi carrier aggregation. Antara Huawei dan EE sendiri telah bermitra sejak tahun 2013, salah satu wujudnya dengan membangun proyek London  TechCity.

Di balik kesuksesan uji coba 4G LTE A Pro, Huawei telah menelurkan program di perkotaan untuk kapasitas jaringan mobile broadband yang diberi label “TechCity 1.0.”

EE menggandeng Huawei untuk memberikan evolusi dalam transformasi menuju “TechCity 2.0” yang mencakup optimasi pada layanan video dan pengkuran video experience yang disebut sebagai vMOS. Solusi tersebut juga ditawarkan untuk kebutuhan enterprise dan aplikasi keamanan publik yang mendukung inovasi PTT (Push to Talk) lewat jaringan LTE.

ilustrasi EE
Ilustrasi pengguna EE (Foto: mobilephonesdirect.co.uk)

Dalam program TechCity 1.0, Huawei akan memfokuskan pada kemepimpinan teknologi melalui implementasi aplikasi pada pengguna akhir. Sementara di TechCity 2.0, Huawei menambahkan inovasi pada model bisnis dan tanggung jawab sosial. Huawei sampai saat ini telah menggelar TechCity di lebih dari 20 kota di seluruh dunia.

Baca juga:
* Mengenal Lebih Dekat Profil Kategori 4G LTE
*
LTE-A Pro, Lambang Supremasi Jaringan 4G

Kilas balik di tahun 2013, Huawei dan EE pernah melakukan uji coba 4G LTE A Pro, namun sampai batas kecepatan 300 Mbps. Kecepatan dan kapasitas jaringan didukung oleh carrier aggregation, sebuah fitur dasar dari LTE-A, yang memungkinkan generasi mendatang dari jaringan mobile broadband bekerja dua kali lebih cepat dari jaringan LTE mobile saat ini.

Lebih lanjut, LTE-A memperluas dan meningkatkan kemampuan standar LTE, memungkinkan penggunaan spektrum yang lebih fleksibel dan efektif, serta menyediakan arsitektur jaringan yang lebih sederhana; teknologi ini memberdayakan operator untuk menyediakan kinerja maksimal untuk mobile applications dan multimedia, termasuk video conferencing, high-definition content transmissions, high-speed video downloads dan social networking.