ArenaLTE.com – Sulitnya mencari kualitas pekerja yang memenuhi syarat perusahaan, memang cukup memusingkan sebagian pelaku industri. Namun, Axioo percaya bahwa kualitas pekerja lokal khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tanah Air, memiliki kemampuan di industri yang baik bila diolah dari awal. Melalui sebuah program Axioo Development Program,  perusahaan kini menyiapkan seribu orang lulusan untuk menjadi product specialist perusahaan.

“Axioo Development Program merupakan kelanjutan dari Axioo Class Program. Melalui program ini Axioo bermaksud menyiapkan SDM yang siap kerja dan mampu bersaing dengan SDM Asia Tenggara pada era Masyarakat Ekonomi Asean sekarang ini. Selain itu, Axioo memberikan kesempatan kerja kepada para siswa lulusan SMK binaan Axioo yang tergabung dalam Axioo Class Program,” ujar Timmy Theopelus, Direktur Axioo Class Program.

IMG-20160404-WA0008

Ia menuturkan bahwa industri komputerisasi saat ini berada dalam kondisi yang kritis sumber daya manusianya (SDM). Menurutnya, untuk mendapatkan SDM yang sesuai dengan standar industri terbukti sangat sulit, para perusahaan tak bisa mendapatkan lebih bila hanya mengandalkan iklan promosi yang ditawarkan dari beragam media.

Namun demikian, disisi lain dunia vokasi (SMK dan Politeknik) tercatat menjadi salah satu penyumbang pengangguran tertinggi di Indonesia saat ini. Hal ini berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2015 yang menyatakan Indonesia memiliki kurang lebih 7.2 juta pengangguran terbuka dimana peringkat pertama diduduki oleh lulusan SMK. n

Axioo Development Program diharapkan menjadi solusi terhadap kondisi kritis SDM saat ini dengan cara kerjasama dengan sekolah-sekolah, melakukan sinkronisasi kurikulum dan pelatihan agar kebutuhan SDM Axioo dapat terpenuhi oleh lulusan sekolah-sekolah di Indonesia.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui SMK binaan Axioo yang terdaftar di Axioo Class Program. Peserta yang lulus seleksi online kemudian diundang mengikuti psikotes. Hasil psikotes akan menentukan apakah siswa dapat mengikuti tahap interview atau tidak. Siswa yang lolos akan mengikuti pelatihan dari Axioo yang dilakukan di Axioo Training Center. Axioo akan memilih siswa yang memenuhi standar untuk menjadi karyawan Axioo.

Dari tahap awal perekrutan yang dilakukan di wilayah Kuningan, Rembang, dan Klaten terkumpul sebanyak 500 siswa mendaftarkan diri, dan dari jumlah tersebut tersaring sekitar 80 siswa untuk mengikuti pelatihan Axioo. Pada 4 april 2016, perusahaan mengungkapkan telah melakukan pelatihan pertama kali yang dilaksanakan di sekolah binaan Axioo Class Program di SMK PKP2 Jakarta Islamic School.

“Kedepannya kami akan lebih intensif melakukan rekruitmen di seluruh SMK binaan Axioo di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan ribuan tenaga kerja baru bagi industri kami,” jelas Timmy.

IMG-20160404-WA0009

Jumlah sekolah yang telah bergabung dalam Axioo Class Program saat ini mencapai 170 sekolah dari seluruh Indonesia. Setiap hari tidak kurang dari 2 – 3 sekolah mulai dari SMK hingga perguruan tinggi mendaftarkan diri ke dalam Axioo Class Program, namun hanya 5 – 10 sekolah yang dapat disetujui untuk bergabung bersama Axioo. Axioo Class Program dibentuk dengan melihat kenyataan bahwa dunia industri saat ini sangat kesulitan mendapatkan tenaga kerja siap pakai. Sementara di sisi lain, dunia pendidikan mengalami kesulitan dalam menyalurkan lulusannya.

Pada Axioo Class Program tidak hanya siswa yang dilatih, tetapi guru juga mendapatkan pelatihan sehingga satu materi pelatihan yang terpadu bagi siswa dan guru. hampir setiap bulan guru-guru dari ratusan SMK binaan Axioo dari seluruh Indonesia dilatih dan diuji ketrampilannya agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Axioo Class Program mengedepankan konsep belajar learning by doing dimana proses belajar berjalan dengan melakukan sesuatu yang dapat memberikan pengalaman yang nyata dan aktual (real experience). Dengan konsep ini para peserta Axioo Class Program akan mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilannya pada dunia nyata.