ArenaLTE.com – PT Hutchison 3 Indonesia, pengelola operator GSM 3 (baca:Tri) telah sukses menata ulang lebih dari dua puluh ribu BTS 2G sejak 4 Mei 2015, sebagai bagian dari proses penataan ulang spektrum 1800 Mhz yang dicanangkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Perusahan mengungkapkan telah berhasil melakukan refarming terhadap 20 ribu BTS Tri untuk dimanfaatkan teknologi 4G LTE.

”Suatu kebanggan bagi kami bisa menjadi bagian dari proses yang sangat bersejarah bagi industri telekomunikasi Indonesia, proses yang menghantarkan telekomunikasi Indonesia ke tahapan teknologi berikutnya yaitu teknologi 4G LTE,” ujar Randeep Singh Sekhon, Presiden Direktur Tri.

Randeep menambahkan, proses ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan operator GSM lainnya melalui metode step wise di seluruh cakupan jaringan Tri yang dibagi dalam 33 kluster. Sebanyak 2800 BTS Tri yang memakai jaringan 2G di inner Jakarta telah ditata ulang sebagai fase akhir proses penataan. Dengan demikian migrasi teknologi 2G ke 4G dapat dilakukan di spektrum 1800 Mhz. Sebagai informasi, di frekuensi 1800 Tri memiliki jatah kapasitas 10MHz, paling kecil dibanding operator lain.

“Dengan jumlah spektrum yang terbatas yaitu 10 Mhz yang dimiliki Tri, proses penataan lebih dari 20.000 BTS Tri dapat diselesaikan  dengan sangat baik tanpa kendala bahkan dengan waktu relatif tercepat selama proses ini berlangsung,” ujar Randeep.
Baca juga : Masih Asik dengan 3G, Tri Belum Bisa Sepenuhnya Move-on ke 4G

Hal senada juga diungkapkan Wakil Direktur Utama Tri (3), Dani Buldansyah. “Sebanyak 80% BTS kita sudah ready for 4G. Tapi tetap aja butuh investasi tambahan seperti backhaul, dan beberapa modul dan lainnya. Proses refarming kan untuk 1.800MHz yang dipakai 2G dan 4G. Sementara yang 2.100MHz masih dipakai untuk 3G,” jelasnya dalam pesan via WhatsApp kepada ArenaLTE.com.

Pelanggan Tri (3) sendiri diungkapkan Dani sebagian besar masih memakai jaringan 2G, termasuk juga dengan pelanggan 3G yang juga sedikit lebih besar. Sehingga belum bisa semua pelanggan tersebut dipidahkan ke 4G, karena jaringan yang ada saat ini masih akan didukung oleh perusahaan.

Gak mungkin kami pindahin semua ke 4G. kami tetap akan support 2G dan 3G sampai jumlah pemakaiannya sudah minimal,” jelas Dani. Namun sayangnya, tidak disebutkan sampai berapa angka minimal tersebut, sehingga operator bisa memindahkan semua ke jaringan 4G LTE.