ArenaLTE.com – Seperti memanfaatkan isu yang tengah berkembang seputar bug yang dimiliki perangkat iOS, yang diinformasikan bisa mengakibatkan perangkat mati total. Google dalam sebuah acara Analyst Summit Security (SAS) 2016, di Spanyol, mengungkapkan bahwa perangkatnya jauh lebih aman karena tidak ada pengguna Android yang tertipu dan menginstall aplikasi Lockdroid yang bisa merusak tertutama di versi 5.0 Lollipop.

Ransomeware Lockdroid merupakan aplikasi yang diungkapkan oleh Elena Kovakina, analis keamanan senior Google yang merupakan perangkat lunak berbahaya. Namun, aplikasi ini tidak bisa langsung menginstall perangkat Android pengguna karena adanya sistem verifikasi keamanan yang cukup ketat, hal itu diungkapkannya dalam acara SAS 2016 yang diselenggarakan di Spanyol, pekan lalu.

Tak hanya Google, perusahaan keamanan perangkat lunak Symantec juga sepertinya mengamini apa yang diungkapkan perusahaan internet raksasa ini. Lockdroid merupakan aplikasi yang masuk dalam kategori ransomware yang masuk menjelang akhir Januari 2016.

Elena Kovalina dalam keterangannya yang dikutip dari Softpedia, mengungkapkan bahwa Lockdroid menggunakan trik clicjacking yang komplek. Dalam sistem aplikasi tersebut memiliki cara yang kompleks untuk menginfeksi perangkat.

Lockdroid memanfaatkan fitur antarmuka lama, sehingga memungkinkan untuk masuk dalam sistem dengan cara melakukan overlay sekunder di atas layar. Ransomeware ini bekerja dengan memanfaatkan hak istimewa sistem admin, sehingga bisa masuk bebas menginfeksi perangkat.

Dalam keterangannya, Kovalina menjelaskan bahwa Lockdroid bekerja dengan menampilkan perintah ‘next’ kepada pengguna dibagian layar atas perangkat. Hal itu dimanfaatkan untuk mengaktifkan tombol dibagian bawah layar, dan merupakan bagian perintah atau skenario sistem untuk melakukan serangan dan masuk ke dalam sistem Android perangkat.

Petinggi keamanan Google ini juga mengakui, ada dua pertiga pengguna Android dari satu miliar perangkat yang tersebar di dunia sempat terpengaruh oleh ransomeware ini. Hal itu terjadi pada perangkat pengguna yang menggunakan sistem dalam versi Android lama, lebih tepatnya ada pada sistem di bawah versi 5.0 Lollipop.

Cara Pencegahan Google

Dalam acara yang diadakan di Spanyol itu, Elena Kovalina menjelaskan bahwa saat ini dalam pembaruan Android Lollipop khususnya, Google telah mengintegrasikan verifikasi sistem keamanan yang lebih ketat. Salah satunya adalah sistem keamanan dengan mendeteksi dan memperingatkan pengguna, terutama yang ingin menginstall atau mengunduh aplikasi Lockdroid yang terinfeksi.

Dengan kehadiran sistem peringatan awal pada Android, hal tersebut diklaim sebagai langkah antisipasi awal untuk menjaga agar pengguna tidak sembarang untuk menginstall. Ada lebih dari 1.000 pengguna Android telah menginstall aplikasi yang tercampur Lockdroid, namun hal tersebut dibatalkan karena adanya sistem peringatan yang muncul dalam perangkat.

“Sistem Google menggunakan mesin belajar untuk melihat pola dan membuat hubungan dengan manusia untuk langkah yang akan dilakukan kemudian,” jelas Elena Kovalina.

Verifikasi aplikasi akan memindai sistem dengan mengenali pola pergerakan, atau dikenal dengan menyerang dan membuat skenario seperti phishing, operasi perakaran, ransomware, backdoors, spyware, dan lain-lain.