ArenaLTE.com – Mengikuti tren perkembangan teknologi yang kini memasuki era 3D, Autodesk pun terus berbenah dan memperbaharui teknologi software mereka dengan dukungan terhadap kemampuan 3D. Dulu kita masih ingat software desain arsitektur bangunan, gedung masih menggunakan Autocad dalam tampilan 2 dimensi. Kini software yang dikembangkan perusahaan asal California, Amerika Serikat ini telah mendukung teknologi terbaru guna meningkatkan efisiensi dan kinerja penggunanya.

Melalui ajang tahunan Autodesk University Extension (AUx) ASEAN 2015, perusahaan memperkenalkan teknologi terbaru untuk membantu beragam jenis industri terutama dalam segi desain, perencanaan dan simulasi. Mereka memanfaatkan teknologi 3 dimensi (3D) sebagai visualisasinya termasuk penerapannya untuk 3D printing dan virtual reality.

Gianluca Nicholas Lange, Head of AEC/ENI Sales, Autodesk ASEAN ketika berdiskusi dengan ArenaLTE.com pada media briefing di Hotel Mulia, Jakarta, (16/9/2015) mengungkapkan bahwa teknologi 3D software Autodesk dan penerapan Autodesk Building Information Modeling (BIM) sudah mulai diterapkan di seluruh dunia. Penggunaan teknologi ini diklaim dapat meningkatkan efisiensi industri yang memanfaatkannya terutama sektor pembangunan infrastruktur.

Efisiensi tersebut juga terungkap dari beberapa organisasi yang mengikuti Aux ASEAN 2015, seperti Airmas Asri Architecs, Daihatsu Indonesia, Surya Toto dan organisasi lain yang berbagi cerita ketika mengadopsi dan menerapkan software desain 3D Autodesk untuk mengembangkan bisnis.

autodesk Teknologi Terbaru Autodesk

Di ajang ini, perusahaan yang didirikan oleh John Walker dan Dan Drake pada 1982  inimengungkapkan berbagai teknologi software terbaru yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri. Bahkan bisa mengkolaborasikannya dengan hardware berteknologi terbaru seperti Printer 3D dan Oculus Rift. Untuk pertama kalinya, mereka juga memperkenalkan printer 3D pertama mereka yang bernama Autodesk Amber untuk memacu inovasi 3D printing dalam industri.

Sementara itu teknologi Autodesk VRED dan InfraWorks 360 menghadirkan fungsi virtual reality yang berguna bagi para profesional di industri pembangunan dan konstruksi. Solusi ini untuk menciptakan model kota 3D secara virtual. Juga mampu memberikan kemungkinan pengunaan lain dari virtual reality dan penerapannya dalam industri.

 Amber 3D Printer
Amber 3D Printer

V R Srivatsan, Managing Director Autodesk di ASEAN mengungkapkan bahwa pemanfaatan kekuatan teknologi merupakan bagian tak terpisahkan untuk kesuksesan ditengah persaingan industri yang semakin ketat. “Kami membantu membekali perusahaan start-ups, pengusaha dan tenaga kerja Indonesia dengan pelatihan dan perangkat desain 3D guna meningkatkan daya saing menghadapi persaingan di era bisnis yang baru,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, perusahaan menggandeng Kementerian Ketenaga Kerjaan untuk menyediakan 276 balai latihan kerja dengan akses gratis software desain 3D, kurikulum, pelatihan teknis dan sertifikasi. Kolaborasi ini ditargetkan mampu memberikan manfaat kepada lebih dari 75.000 tenaga kerja Indonesia setiap tahunnya. Autodesk juga menyediakan produk Fashion 360 secara gratis untuk komunitas Fab Lab, di Indonesia dan di seluruh dunia. Fab Labs  menjadi motivator bagi kewirausahawan lokal dalam melakukan pembelajaran dan inovasi.

3D virtual Reality
3D virtual Reality

Berlangganan Autodesk Cloud

Pada kesempatan yang sama, Patrick Williams, Senior Vice President Asia Pacific, Media & Entertainment menjelaskan pihaknya menawarkan model bisnis berbasis langganan dengan biaya lebih murah. Jadi pelanggan dapat membayar sesuai dengan paket yang dibutuhkannya saja (pay-as you-go) untuk produk dan layanan cloud Autodesk. Skema berlangganan juga dibuat fleksibel dalam jangka waktu beberapa tahun, per tahun, per tiga bulan atau bulanan.

“Dengan beragam skema kemudahan akses terhadap software, kami berharap langkah ini dapat membantu melindungi dan mengoptimalkan investasi pengguna dalam memanfaatkan teknologi Autodesk juga memberikan sebuah jalan untuk memajukan usaha mereka,” pungkas Williams.