REVIEW REDMI 9: MID-LOW RASA MID-HIGH

Plus

  • Desain stylish
  • Audio bagus
  • Baterai besar
  • Value for money tinggi
  • Sudah mendukung VoLTE

Minus

  • Performa night foto jelek
  • Brightness layar kurang optimal
  • Kapasitas fast charging hanya 18 W
  • Tak dilengkapi headset bawaan

Score: 7.3

DESAIN
8
LAYAR
7
KAMERA
7
MULTIMEDIA
7
PERFORMA
7
VALUE FOR MONEY
8
ArenaLTE.com - Redmi, brand sapihan Xiaomi ini, belum lama merilis seri Redmi 9. Seri ini merupakan pelanjut dari seri Redmi 8, serial yang dirancang untuk menyasar segmen menengah-bawah (mid-low). Seperti strategi Redmi sejak awal mula kehadirannya, menawarkan lini produk yang berspesifikasi tinggi (untuk kelasnya) dengan harga terjangkau. Agar semua orang punya akses untuk memiliki smartphone, begitu kira-kira filosofi yang dianut Redmi. 
 
Sebagai pelanjut dari seri Redmi 8, seri baru ini mengalami sejumlah peningkatan pada spesifikasi dan kelengkapan lain. Kamera misalnya, kini hadir dengan quad camera. Juga  spesifikasi layar yang lebih tinggi serta dapur pacu yang lebih bertenaga. Dan ajibnya, harga yang justru lebih rendah dibanding Redmi 8 (untuk varian 3/32 GB memori)
 
Soal harga, strategi Redmi ini memang menakutkan. Untuk varian RAM 3 GB/32 GB, dipasarkan dengan harga Rp1.799 juta –sementara Redmi 8 varian memori yang sama, masih berkisar di angka Rp1.8 juta lebih. Redmi 9 hadir dalam dua varian, satunya lagi memiliki RAM 4 GB/64 GB. Kisaran harga yang sungguh bisa bikin jiper para pesaing.
 

DESAIN

Ukuran           : 163.3 x 77 mm 
Tebal               : 9.1 mm
Bobot              : 198 gram
Platform         : Unibody
 


Ukuran adalah pembeda Redmi 9 dengan pendahulunya. Seri ini lebih bongsor, lebih berat, tapi sedikit lebih tipis dibanding Redmi 8. Ini sebagai konsekuensi penggunaan layar yang juga lebih lebar. Dengan ukuran seperti ini, hape ini terasa agak penuh ketika digenggam. Terutama oleh pengguna yang telapak tangannya agak kecil. Bahkan untuk ukuran rata-rata telapak tangan orang Indonesia. Agak kurang enak juga ketika diselipkan di saku celana.
 
Soal tampilan (look), juga berbeda pendekatan desain dengan Redmi 8. Kalau pendahulunya itu berbungkus permukaan yang glossy, seri baru ini tampil dengan permukaan kesat (matte). Sebenarnya justru sama dengan yang diterapkan di Redmi 8A Pro. Bedanya hanya pada pola arsiran. Pada Redmi 8A Pro, pola arsiran berbentuk garis menyilang. Pada Redmi 9, polanya berbentuk lingkaran. 


 
Pola arsiran lingkaran itu terinspirasi dari bentuk riak gelombang permukaan air ketika batu kerikil dicemplungkan ke dalamnya. Dengan pusat lingkaran ada pada platform lubang kamera (yang polos tanpa arsiran). Selain memberi sentuhan stylish, tekstur arsiran ini juga membuat lebih kesat di tangan, tak mudah tergelincir dari tangan yang basah oleh keringat.
 
Body terbuat dari plastic, sama halnya dengan frame yang juga dari plastic. Hanya saja, frame tertutup oleh bagian sisi back cover yang dibuat melengkung. Sekali lagi, bentuk curva pada bagian pinggir ini, selain menambah unsur stylish, juga memberi grip yang lebih kokoh dan nyaman. Redmi 9 dihadirkan dalam tiga pilihan warna: Carbon Grey, Sunset Purple dan Ocean Green.
 
NILAI PLUS: Untuk kelas mid-low, Redmi 9 punya desain dan tampilan yang menawan, standout di antara competitor sekelas. Memberi sentuhan arsiran dan permukaan matte adalah pilihan pintar, di tengah tren penggunaan body glossy. Membuatnya tampil beda.
 
NILAI MINUS: Tekstur arsiran memang membuat tampilan hape ini lebih keren. Kelemahannya? Lekukan antara garis arsiran itu memerangkap debu dan kotoran lain, yang agak susah dibersihkan.
 

DISPLAY

Jenis                           : IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Ukuran                       : 6.53 inches, 104.7 cm2
Resolusi                      : 1080 x 2340 pixels FHD+
Rasio Tampilan          : 19.5 : 9
Ratio ke Body            : 83%
Proteksi                      : Corning Gorilla Glass 3


 
Layar adalah salah satu bagian yang di-upgrade. Tidak hanya memberikan layar yang lebih lebar, tetapi juga resolusi layar yang lebih tinggi (FHD+). Dari sisi ketajaman sajian layar, tentu terlihat perbedaan yang cukup signifikan, di mana layar Redmi 9 mampu menyajikan tampilan layar yang lebih tajam.
 
Layar yang lebih luas ini menjadi hal bagus ketika digunakan untuk menyajikan tampilan image, web, aplikasi, dan pesan, yang bisa tampil lebih utuh, dan lebih nyaman di mata. Lebih bisa mengakomodasi font yang diperbesar, tanpa membuat layar jadi terkesan sempit. Tapi ya, konsekuensinya body hape jadi lebih besar –Untuk pecinta hape berukuran kecil, ini jadi pilihan sulit.
 
Kecerahan layar (brightness)? Hampir sama kualitasnya dengan Redmi 8, masih terlihat rada suram. Pada suasana dalam ruang atau tempat teduh, tampilan layar masih terang dan nyaman dilihat mata. Tetapi ketika dibawa ke luar ruang, apalagi pada saat sinar matahari berlimpah, tampilan layar langsung tenggelam, sudah susah dilihat. Meskipun tingkat kecerahan sudah disetel pada level 70%.
 
Untuk mengatasi masalah tersebut, tingkat kecerahan layar harus diatur hingga 90-100%. Barulah tampilan layar bisa terlihat jelas. Tapi Anda tahu sendiri, bukan? Menyetel level brightness hingga maksimal, artinya penggunaan daya baterai yang juga lebih boros.
 
Satu lagi, sudut pandang tampilan layar termasuk sempit. Dalam artian, tampilan layar terlihat sangat jelas ketika dilihat dalam sudut 90 derajat (antara mata dan permukaan layar). Bergeser 45 derajat saja, tampilan layar sudah mulai susah dilihat.
 
Untuk kenyamanan mata pengguna, layar sudah didukung dengan moda baca (reading mode), pengaturan nuansa layar (dari putih ke warna warm yang lebih bersahabat untuk mata), serta sudah pula tersedia dark mode. Layar dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3. Turun kelas dibanding pendahulunya, Redmi 8, yang  menggunakan Corning Gorilla Glass 5.
 
NILAI PLUS: Peningkatan spesifikasi layar membawa peningkatan ketajaman tampilan layar yang terasa cukup signifikan. Performa layar juga terhitung bagus, respon yang baik pada sentuhan, pergerakan antar halaman layar yang mulus.
 
NILAI MINUS: Aspek brightness kurang bagus. Perlindungan layar yang turun kelas. Sudut pandang layar yang terbatas.
 

KAMERA

Belakang        : 13 MP, f/2.2, 28mm (wide), 1/3.1", 1.12µm, PDAF
                          8 MP, f/2.2, 118˚ (ultrawide), 1/4.0", 1.12µm
                          5 MP, f/2.4, (macro)
                          2 MP, f/2.4, (depth)
Video (Main)   : 1080p, 30fps
Depan             : 8 MP, f/2.0, 27mm (wide)
Video (Selfie)  : 1080p @30fps
Flash Light     : LED Flash light

Memiliki empat kamera yang disematkan di belakang. Dengan konfigurasi kamera utama 13 Mpix, kamera ultrawide 8 Mpix, kamera makro 5 Mpix, dan kamera depth sensor 2 Mpix. Kelengkapan empat kamera jelas merupakan nilai tambah yang signifikan bagi sebuah smartphone kelas mid-low begini.
 
Sementara di depan, dipasangi kamera tunggal 8 Mpix untuk selfie. Lubang kamera ditempatkan di layar dengan konsep dew drop, sebesar tetesan embun pagi. Punya aperture (bukaan) f/2.0 yang secara teori cukup mendukung untuk lowlight photo, dan kemampuan rekam video 1080p @30 fps.
 
Daylight Photo:
Percobaan pertama, memotret dalam di luar ruang dalam situasi cerah dan cahaya matahari yang berlimpah. Menggunakan moda photo (bukan portrait), hasil foto terlihat cerah, tajam, pewarnaan yang lumayan pekat. Namun kalau dibesarkan (stretch) telihat bagian tepi yang pecah. Wajar untuk sebuah kamera 13 Mpix. Secara umum, kameranya bagus untuk digunakan memotret pada saat daylight. Walaupun terkesan ada sedikit over exposure, yang membuat foto nampak agak pucat.


 
Untuk dalam ruang, sepanjang tersedia cahaya yang cukup, seperti cahaya dari jendela, atau lampu, kamera masih bisa merekam gambar dengan baik. Hasilnya cukup terang dan tajam. Ini juga berkat bantuan teknologi AI (artificial intelligence) yang disertakan pada fitur kamera.
 
Yang kurang memuaskan adalah performa kamera untuk memotret dalam suasana lowlight dan night scene.  Pada pemotretan lowlight, warna cenderung menghilang, berganti menjadi kelabu atau malah gelap. Hanya bagian yang  masih terkena cahaya yang masih tampak lumayan jelas. Night scene? Kameranya nyaris tak bisa berkutik.


 
Satu lagi yang perlu diperhatikan ketika memotret dalam suasana lowlight. Speed kamera akan berkurang, sehingga ada jeda antara tombol shutter ditekan dengan proses perekaman gambar. Selama jeda itu, jangan menggerakkan kamera. Kalau tidak, foto akan menjadi blur, akibat efek dari gerakan tadi.
 
Tak tersedia memang, moda night photo. Tetapi masih ada lensa makro, untuk kepentingan memotret benda-benda kecil. Performanya? Sepanjang memotret dalam jarak tak kurang dari 5 cm, dan kondisi cahaya yang cukup, hasilnya lumayan bagus. Meski fokus terlihat agak kurang tajam pada detil-detil foto.


 
Kalau kurang puas dengan hasil foto makro, sebenarnya ada trik yang bisa dipakai untuk mendapatkan obyek yang lebih dekat dan lebih tajam. Caranya, pakai moda photo, aktifkan moda HDR, atur jarak pemotretan sekitar 5-7 cm. Lalu, pada layar view finder ada pilihan sudut tangkap (wide, normal, dan 2X). Pilihlah pembesaran 2 kali. Anda bisa bandingkan sendiri hasilnya dengan foto dari moda makro.
 
Sekarang beralih ke kamera depan. Performa kamera selfie ini cukup memuaskan. Apalagi ditunjang dengan adanya AI, serta pengaturan efek beauty. Kalau ingin latar belakang blur (efek bokeh) gunakan moda portrait. Namun sekali lagi, sepanjang tersedia cukup cahaya, hasil foto selfie terlihat oke. Tapi untuk selfie di malam hari, tanpa bantuan cahaya lampu, foto Anda akan lebih mirip penampakan makhluk halus.
 
Pun begitu ketika digunakan selfie dalam keadaan backlight (obyek foto membelakangi cahaya). Obyek foto (wajah Anda) akan tenggelam dalam bayangan hitam. Meskipun titik focus sudah ditaruh pada wajah –malah akan menambah latar belakang yang terlalu terang.


 
Perekaman gambar bergerak (video) sudah didukung resolusi rekam 1080p @30 fps (untuk kamera depan dan belakang). Hasilnya cukup bagus, sepanjang perekaman dilakukan pada suasana yang cukup cahaya (baik outdoor maupun indoor). Namun kalau diperhatikan lebih ceram, gerakan obyek dalam video tampak tidak terlalu mulus. Seperti patah-patah, meskipun tidak terlalu kentara. Kelemahan lain, tak berdaya ketika dipakai pada malam hari.
 
Tak tersedia slo-mo. Bahkan pada menu edit video juga tak tersedia slo-mo. Hanya ada penambahan filter dan memotong video. Redmi 9 ini dilengkapi mic untuk memfilter suara sekitar. Ini cukup membantu menyaring suara-suara sekitar agar tak terlalu bercampur baur dengan suara obyek rekaman.
 
NILAI PLUS:
  • Untuk foto outdoor, daylight, dan suasana cerah, hasil foto bagus, warna yang terang dan tajam.
  • Tersedia pilihan sudut tangkap: wide, standar dan 2X pembesaran.
  • Ada mode macro
  • Didukung teknologi AI.
 NILAI MINUS:
  • Kurang bagus untuk lowlight, night photo dan backlight
  • Tak ada keterangan kameranya dilengkapi EIS (electronic image stabilizer) atau tidak. Yang jelas, efek shaking sangat terasa ketika merekam video sambil bergerak.
  • Tak dilengkapi moda slo-mo, baik saat rekam maupun pada edit.
 

MULTIMEDIA

Music Player  : PCM, AAC/AAC+/eAAC+, MP3, AMR-NB, WB, FLAC, A
Video Player   :  H.264 (profil dasar/utama/tinggi), MPEG4 (profil simple/ASP)
Radio FM        : Ya
 


Anak muda mungkin menjadi sasaran utama Redmi 9 ini. Karenanya, performa multimedia mesti ciamik. Yang pertama tentunya, menjalankan fungsi pemutar music, fitur yang wajib ada bagi kalangan muda –semua kalangan sih sebenarnya. Fitur pemutar musiknya bisa memainkan beragam file music dengan  baik.
 
Soal kualitas audio? Suara dari speaker tunggal (yang ditaruh di sisi bawah) kurang begitu enak didengar, cenderung cempreng dan pecah bila disetel maksimal. Meski fitur Mi Sound Enhancer diaktifkan, juga tak banyak menolong. Catatan: Mi Sound Enhancer ini baru bisa di aktifkan/matikan kalau headset dipasangkan.
 
Mi Sound Enhancer lebih banyak menolong ketika mendengarkan music melalui headset. Ada lubang jack 3.5 mm di bagian bawah untuk memasang headset. Tetapi dalam paket penjualan tak disertakan headset bawaan. Bisa memakai headset apapun. Namun direkomendasikan memakai headset buatan Xiaomi. Audio yang didengar lewat headset ini terasa lebih jernih, nada lebih seimbang dan lebih bulat.
 
Pada fitur pengaturan headset dan sound effect –bisa diakses dari fitur music player—ada pilihan digital equalizer, yang bisa dikustomisasi sesuai selera, atau memilih opsi setelan nada yang tersedia (pop, rock, jazz, classic, dll). Tapi sekali lagi, pengaturan ini hanya bisa dilakukan kalau headset terpasang.
 
Soal headset, juga ada pilihan jenis headset yang digunakan. Headset merek lain (general) dan beragam headset buatan Xiaomi. Pilih yang sesuai dengan headset yang digunakan, agar audio makin terdengar optimal. Sayangnya, audio tak terlalu nyaring meski volume disetel maksimal. Bagus sih, biar kuping tidak pekak. Tetapi bagi penggemar rock, rasanya kurang afdol kalau audio kurang nyaring.
 
NILAI PLUS: Hape ini memenuhi syarat sebagai peranti pemutar music yang mengasyikkan. Kualitas audio, terutama lewat headset, terdengar empuk di telinga. Dilengkapi sound enhancer, digital graphic equalizer dan pilihan tipe headset, yang membantu audio makin optimal. 
 
NILAI MINUS: Audio kurang nyaring.
 

FITUR LAIN

Meskipun berstatus smaprthone kelas menengah-bawah yang ditujukan bagi sejuta umat, Redmi 9 dilengkapi fitur yang lumayan komplit. Sejumlah fitur yang biasanya ada di smartphone kelas menengah-atas, hadir di hape ini. Fungsinya? Tentu saja memberi pengalaman penggunaan yang lebih simpel dan menyenangkan.


 
Lite Mode
Buat mereka yang kesulitan membaca text yang kecil, ikon menu yang kecil dan berdesakan, notifikasi dan info cuaca dan sebagainya, bisa membuat tampilan menu yang lebih sederhana dan besar-besar. Pada menu setting, ada special feature. Salah satu ditur di dalamnya adalah Lite Mode. Aktifkan fitur ini untuk memberi tampilan menu yang lebih sederhana dan berukuran besar.
 
Second Space
Sejak setahun lalu, muncul fitur ini mulai muncul di smartphone-smartphone terbaru. Fungsinya adalah semacam ruang rahasia yang hanya bisa diakses oleh pemilik hape. Di situ bisa menyimpan aneka file (foto, video, dokumen, dan lain-lain). Juga menyimpan aplikasi. Anda bisa menaruh Whatsapp yang lain di second space ini.
 
Digital Wellbeing dan Parental Control
Smartphone memang bisa membuat penggunanya kecanduan, tak bisa lepas barang sebentar saja. Bahkan mau tidurpun kadang tangan masih reflex menyambar hape, kalau ada bunyi pesan masuk, atau notifikasi lain. Fitur Digital Wellbeing, membantu pengguna membatasi penggunaan smartphone, untuk memberi kesempatan tubuh dan mata beristirahat.
 
Sementara fitur parental control, memberikan akses kepada para orangtua untuk mengontrol penggunaan smartphone anaknya. Orangtua bisa mengetahui situs apa yang diakses, sekaligus memberi pembatasan situs dan aplikasi yang boleh diakses. Serta, membatasi waktu penggunaan smartphone.
 

NETWORK & KONEKTIVITAS

Jaringan         : 2G/3G/4G, LTE-A
WiFI                : Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth       :  5.0, A2DP, LE
Infrared          : Ada
SIM                  : Active dual nano simcard
USB                 : 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
 
Sudah mendukung jaringan 4G semua operator yang ada di Indonesia. Dua buah slot simcard yang dimilikinya, bisa diaktifkan secara simultan untuk koneksi 4G. Salah satunya bisa di-set sebagai kartu utama. Performa antenna cukup bagus, menangkap sinyal dengan kuat dan stabil.
 
Fitur koneksi nirkabel lewat wifi performanya juga bisa diandalkan. Mampu terkoneksi dengan beragam perangkat tanpa ada kendala. Pun cukup kuat menangkap sinyal wifi dari hotspot yang jaraknya lebih dari 50 meter. Bluetooth? Dipasangi versi terbaru, Bluetooth 5.0, yang lebih handal, latensi lebih rendah.
 
NILAI PLUS: Smartphone ini sudah dilengkapi dengan fitur VoLTE (Voice over LTE), yang diperlukan untuk mendukung layanan panggilan telepon dan pesan teks di jaringan 4G. Tanpa VoLTE, jaringan 4G hanya bisa digunakan untuk koneksi data saja.
 Port USB tipe-C yang menghilangkan resiko salah pasang/terbalik. Salah pasang inilah yang kerap jadi biang keladi rusaknya port USB.
 Sudah memakai Bluetooth 5.0 versi terbaru. Untuk menjamin koneksi yang lebih lancar dan stabil.
 
NILAI MINUS: Tak ada
 

PERFORMA

OS                   : Android 10, MIUI 12
CPU                 : Octa-core (2x2.0 GHz Cortex-A75 & 6x1.8 GHz Cortex-A55)
GPU                 : Mali G-52 MC2
Chipset           : Mediatek Helio G80 (12 nm)
RAM                : 3/4 GB (dua varian)
ROM                : 32/64 GB (dua varian)
Ext Memory    : MicroSDXC, dedicated card slot
 


Sektor hardware dan software Redmi 9 mengalami peningkatan yang signifikan dibanding Redmi 8. Sistem operasi sudah dibenamkan OS Android versi 10, yang dipadu dengan MIUI 12, untuk menyajikan user interface yang lebih dinamis dan fitur-fitur yang lebih beragam. CPU sudah memakai prosesor berkecepatan 2.0 GHz (dua set).
 
Redmi mengklaim, dengan peningkatan itu, performa Redmi 9 menjadi 107% lebih tinggi dibanding pendahulunya. Performa CPU yang 82% lebih cepat dan performa GPU 309% lebih tinggi. Tapi memang, performa Redmi 9 terasa lebih ringan dan mulus. Bahkan ketika diajak untuk menjalankan game berat semacam PUBG online. Sajian grafis game terasa lebih halus.
 
NILAI PLUS: Sudah dilengkapi OS Android very 10 dan MIUI terbaru versi 12. Performa yang cukup handal untuk smartphone di kelasnya.
 
NILAI MINUS: Untuk smartphone di kelasnya, boleh dibilang tak ada kekurangan dari sisi performa yang ditunjukkan.
 

BATERAI

Jenis               : Lithium Polymer
Kapasitas       : 5020 mAh
Tipe                 : Non-removable
Flash Charge  : 18 W


 
Kapasitas dan tipe baterai hampir sama dengan Redmi 8. Hanya lebih besar 20 mAh, tak banyak pengaruh sebenarnya. Dengan pemakaian standar mampu mendukung pengoperasian selama seharian, tanpa perlu mengecas ulang. Teknologi fast charging juga sama, 18 W. Untuk baterai sebesar yang dimilikinya, kapasitas fast charging 18 W masih butuh waktu agak lama untuk mengisi ulang baterai. Idealnya, dilengkapi fast charging minimal 25W.
 
NILAI PLUS: Kapasitas baterai besar.
NILAI MINUS: Charging 18W jelas kurang memadai untuk batere sebesar  itu.
 

VALUE for MONEY



Harga jelas jadi salah satu kekuatan utama hape ini. Dengan spesifikasi yang tak kalah dengan smartphone menengah, Redmi 9 dipasarkan dengan harga kelas mid-low. Bahkan kurang dari Rp2 juta, untuk varian 3GB/32 GB memori. Sementara untuk varian 4 GB/64 GB dipasarkan dengan harga sedikit di atas Rp2 juta.
 
Performa yang lumayan handal, spesifikasi yang di atas kelasnya, fitur yang lengkap, harga yang ditawarkan sangat kompetitif. Dengan kata lain, value for money nya tinggi. Ini level harga yang menarik, terutama untuk kalangan yang dituju, kalangan muda yang kantongnya terbatas.

Leave a Comment