ArenaLTE.com - Demam Piala Dunia 2018 saat ini telah dirasakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perhelatan empat tahun sekali tersebut merupakan ajang yang tidak dapat dilewatkan apalagi bagi pecinta sepak bola.
 
Dibalik keseruan tersebut, ternyata jumlah data yang dapat dimanfaatkan dalam ajang global seperti Piala Dunia dapat mencapai volume yang tak terbayangkan. Jika perusahaan dan analis dapat memanen dan memanfaatkan data dengan baik, hal tersebut dapat menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi mereka.
 
Google, seperti contohnya, biasanya memiliki tim yang terdedikasi untuk memberikan insight dan wawasan terkait FIFA dengan memanfaatkan data penulusuran secara real-time untuk mengkurasi fakta dan visual yang mudah dibagikan untuk dinikmati para pengguna mereka.
 
Dengan jumlah investasi, keseruan dan partisipasi di ajang Piala Dunia di seluruh dunia, ada banyak data tertimbun yang dapat dimanfaatkan. Bagaimana big data analytic dapat berperan dalam memastikan agar seluruh data ini dapat dikonversi menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti? Berikut ini, 3 cara memanfaatkan teknologi analisa Big Data Net App di Sepak Bola Piala Dunia 2018.
 
1. Meningkatkan Performa Pemain melalui Data learning
Dengan memanfaatkan big data analytic, tiap tim dapat dengan mudah meningkatkan performa pemain dalam pertandingan. Di ajang Piala Dunia 2014 lalu, tim sepak bola nasional Jerman bekerja sama dengan SAP untuk mengembangkan database yang mencakup wawasan dari berbagai pertandingan yang membantu mereka dalam pola latihan dan strategi untuk memenangkan ajang Piala Dunia di tahun 2014.
 
Empat tahun berjalan, tim Jerman terus memanfaatkan Big Data untuk memperbarui pola latihan mereka untuk bertanding lebih baik. Banyak tim yang mulai mengikuti tim Jerman untuk memanfaatkan big data analytic untuk meningkatkan performa tim mereka juga.


 
2. Media Insight secara Real-Time untuk Interaksi Penonton yang Lebih Baik
Media publikasi juga dapat memanfaatkan Big Data. Biasanya dalam 24 jam sebelum pertandingan dimulai, media akan menyiapkan berbagai insight terkait tim yang bertanding. Hal ini bisa mencakup sejarah pertandingan sebelumnya, pemain-pemain yang perlu diperhatikan dan peringkat.

Berbagai prediksi dapat ditampilkan secara interaktif dalam format digital, yang diarahkan oleh para analis. Media juga dapat secara konsisten memberikan data secara real-time terkait pertandingan, agar materi komentator dapat disiapkan dengan baik seiring jalannya pertandingan.
 
3. Memanfaatkan Analisa Performa Historis dan Saat ini untuk Prediksi Pemenang yang Akurat
Analis pertandingan juga sudah mulai melihat bagaimana hasil para tim nasional di ajang Piala Dunia dan turnamen lain sebelumnya. Bahkan, dengan sistem peringkat Elo Rating baru yang menilai para tim, mereka dapat memformulasikan sebuah model prediktif yang nyaris akurat memprediksikan pemenang Piala Dunia berikutnya.
 
Model ini pertama kali diadopsi di ajang Olimpiade pada tahun 2012, dimana para analis dari Goldman Sachs memprediksikan jumlah medali yang akan diraih oleh negara tuan rumah, Inggris. Dan, prediksi tersebut ternyata 95% akurat!
 
Ajang Piala Dunia menyoroti peranan data analytic yang kian semakin penting di mata dunia saat ini. Di seluruh dunia bisnis, di setiap industri, mulai dari farmasi, manufaktur sampai industri keuangan internasional, para manager tengah menjelajahi cara-cara di mana data analytic, atau ‘Big Data,’ dapat membantu mereka meningkatkan efisiensi operasional mereka dan meningkatkan keuntungan.
 
Menurut Uni Eropa, Big Data tengah bertumbuh sebesar 40% per tahunnya, tujuh kali lebih lebih cepat dibandingkan dengan sektor TIK lainnya. Pasar layanan dan teknologi Big Data secara global dinilai mencapai USD 21,19 miliar (sekitar IDR 300 triliun) di tahun 2017 dan diperkirakan mencapai USD 77,58 miliar (sekitar IDR 1,1 triliun) pada tahun 2023, dengan estimasi laju CAGR sebesar 24,15%.
 
Dengan jumlah data yang bertumbuh dan tersebar di seluruh dunia, NetApp dapat menyediakan solusi pengelolaan data yang aman dan efisien kepada penyedia layanan atau vendor yang berbeda-beda, dengan solusi yang disesuaikan secara spesifik sesuai kebutuhan.
 
Yang paling penting, para pemain industri di Indonesia dan ASEAN harus mulai menyadari nilai sesungguhnya dari Big Data dan meraih kesempatan untuk memperkuat bisnis untuk sekarang dan masa depan.