ArenaLTE.com - PT Home Credit Indonesia, perusahaan pembiayaan multiguna internasional dan berbasis teknologi global, yang menyediakan pembiayaan untuk barang-barang tahan lama seperti smartphone, laptop, gadget, furnitur, elektronik dan juga perabotan rumah tangga, memberikan cara pandang baru mengenai teknologi finansial atau yang lebih dikenal dengan istilah FinTech.

Perkembangan teknologi akan terus melesat dari tahun ke tahun, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Manusia pun dituntut untuk dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Kemajuan teknologi ini membuat para pelaku industri terus melakukan inovasi dalam dunia teknologi guna menghadapi persaingan.

Menanggapi hal tersebut, Tomas Dudasko Chief IT & Operations Officer PT Home Credit Indonesia menyadari bahwa era digitalisasi berkembang dengan cepat dan tidak bisa dipungkiri bahwa diperlukan sejumlah inovasi untuk bisa bertahan.

“Agar tetap kompetitif di industri, sangat diperlukan keterampilan dari sumber daya manusianya itu sendiri. Bukan hanya itu, baik dari sisi inovasi teknologi, juga harus diperbaharui secara berkala. Kami mendesain ulang dan memperbaiki proses serta sistem internal kami sehingga proses persetujuan aplikasi hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja," ujarnya.


Tomas menambahkan bahwa layanan yang dikembangkannya tersebut untuk menjadi perusahaan terknologi keuangan terbesar, dengan tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang mudah, praktis, cepat dan bertanggung jawab. Apalagi saat ini layanan pembiayaan (online financing) Home Credit sudah dapat dinikmati secara online.

Tomas juga menjelaskan bahwa keandalan teknologi merupakan tulang punggung di dalam sebuah perusahaan. Segala kegiatan manajemen perusahaan dikerjakan dengan menggunakan alat-alat otomasi perkantoran dan semua aktivitas perusahaan sangat bergantung pada teknologi termasuk perangkat komunikasi yang memadai untuk memudahkan pekerjaan.

“Bisnis kami saat ini sedang berkembang, dimana layanan Home Credit sudah hadir di 53 kota di Indonesia, yang juga tidak terlepas dari peran serta talented in-house programmers. Dengan pendekatan kasual dan santai di dalam komunikasi sehari-hari, membuat seluruh karyawan merasa bebas untuk mengekspresikan ide-ide baru untuk mempercepat inovasi, fokus pada hasil dan merayakan setiap pencapaian kecil. Disini adalah tempat yang bagus untuk bekerja,” jelas Tomas.

Saat ini Home Credit telah menciptakan 8.000 lapangan pekerjaan, dan seiring dengan ekspansi bisnis hingga akhir tahun 2018 nanti, tentunya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat Indonesia. Home Credit memanfaatkan peluang di industri dengan berinvestasi pada orang-orang terbaik, memanfaatkan proses dan sistem internal yang terbukti kuat, yang menyediakan solusi inovatif dan memastikan kepuasan pelanggan, sementara itu tetap menjaga manajemen risiko.