ArenaLTE.com - Di masa pandemi ini memang menjadi hal terberat bagi banyak industri dalam perjuangan bisnisnya. Bahkan, raksasa Google pun mengalami hal yang paling pait dalam sejarah industri smartphone saat ini dan tengah menimpanya. Dalam sebuah laporan ekstensif yang diterbitkan oleh The information menyebutkan bahw adata pada terbaru IDC mengungkapkan hal buruk di kuartal-IV 2020 ini.
Dalam laman tersebut diungkapkan bahwa Google telah hanya menjual 2 juta unit Pixel 4 dan Pixel 4 XL hingga maret 2020, dalam waktu penjualan selama enam bulan. Hal ini sama buruknya dengan seri sebelumnya, yakni Pixel 3a dan Pixel 3a XL. Google hanya menjual 3,5 juta Pixel 3 flagships dalam dua kuartal pertama meskipunn klaim menyebutkan ada respons hangat dari pelanggan.
Pangsa pasar seri Google Pixel di AS saat ini pun diungkapkan belum terlihat jelas, tetapi IDC meyakinkan bahwa lineup seri dari perusahaan hanya menyumbang 3% dari penjualan di pasar tahun lalu. Bahkan LG, yang telah berjuang selama bertahun-tahun sekarang, menyumbang sekitar 8% dari pasar, jauh lebih besar dari yang telah dilakukan Google.
Hal ini sangat berseberangan dengan apa yang ditargetkan dan diungkapkan Kepala Perangkat Keras Google, Rick Osterloh yang berharap bahwa lini Pixel akan menjadi produk terbari dari smartphone mainstream yang ada di 2020. Penjualannya menurun hingga 43%, sehingga banyak disayangkan bahwa tujuan tersebut akan sangat tidak memungkinkan, meski 2020 belum berakhir.
Selain penjualan yang buruk, seri Pixel 4 juga menyebabkan keretakan internal di Google. Sebelum kapal-kapal bendera bahkan melakukan debut mereka, Rick Osterloh menyuarakan kekecewaannya dengan beberapa keputusan selama pertemuan. Secara khusus, kepala perangkat keras tidak puas dengan masa pakai baterai. Sejak itu, dua eksekutif senior utama yang terlibat dengan seri Pixel sejak awal telah memilih untuk meninggalkan Google.
Dua petinggi Google yang khusus di lini Pixel adalah Marc Levoy, yang bekerja dengan mengurusi kamera Pixel, mengikuti Queiroz pada Maret 2020 untuk hengkang. dirinya bergabung dengan perusahaan pada tahun 2014 dan membantu mengembangkan teknologi fotografi komputasi yang mengarah ke HDR +, Mode Potret, dan Penglihatan Malam.
Levoy juga berkonsultasi dengan tim Google Glass pada kamera untuk headset dan memimpin proyek di Stanford yang akhirnya berubah menjadi Street View untuk Google Maps. Queiroz telah bergabung dengan perusahaan cybersecurity Palo Alto Networks dan Levoy belum mengumumkan upaya selanjutnya. Namun kehilangan kedua karyawan dalam waktu dua bulan tentu merupakan pukulan besar bagi Google.
Penjualan Buruk Pixel 4, Sebabkan Keretakan Di Manajemen Google
Leave a Comment

