Untuk memproduksi perangkat ponselnya di Indonesia, Xiaomi bermitra dengan PT Erajaya Swasembada Tbk, PT Sat Nusapersada Tbk, dan TSM Technologies. Pabrik lokal berlokasi di Batam, yang merupakan bagian dari segitiga ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura sekaligus zona perdagangan bebas yang juga dikenal sebagai kota industri serta pusat transportasi.

Menurut Wang Xiang, Senior Vice President, Xiaomi,, memulai produksi lokal di Indonesia merupakan sebuah bukti akan pentingnya pasar Indonesia bagi Xiaomi, sekaligus menandai komitmen mereka untuk terus tumbuh di Indonesia. “Kami berharap, melalui produksi lokal, kami dapat memegang peranan penting dalam membangun kemampuan negara ini untuk memproduksi perangkat keras maupun lunak untuk produk ponsel pintar.”
Ponsel pintar Xiaomi pertama yang akan di produksi di Indonesia adalah Redmi 4A yang dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 425, dual sim dan didukung jaringan 4G. Berat ponsel pintar ini hanya 131.5g, dilengkapi dengan baterai 3120mAh dan ketahanan waktu selama tujuh hari, yang akan tersedia dengan harga Rp.1,499,000 dijual melalui jaringan toko Erafone dan didistrubusikan oleh PT. Teletama Artha Mandiri (TAM) ke seluruh toko handphone tradisional Indonesia mulai akhir Februari.
"Melalui produksi lokal, kami dapat membawa lebih banyak lagi produk menarik untuk masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen untuk mendayagunakan kemampuan produksi lokal dalam pembuatan ponsel pintar kami sekaligus bekerjasama dengan pengembang perangkat lunak di Indonesia untuk lebih meningkatkan pengalaman pengguna bagi seluruh Mi fans di Indonesia. Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Xiaomi dan kami yakin bahwa konsumen di Indonesia memiliki semangat yang sama dengan kami terkait komitmen Xiaomi dalam memproduksi perangkat di Indonesia,” pungkas Steven Shi, Head of Southeast Asia, Country Head of Indonesia, Xiaomi.