Malware Mantis Rambah Pengguna iOS Dengan Menyamar Situs Apple

ArenaLTE.com - Seperti dilaporkan oleh peneliti dari Kaspersky Lab menemukan malware Android baru yang menyusupi router dan menggunakan metode pembajakan domain name system (DNS) untuk menyeberang menginfeksi smartphone. Malware ini kebanyakan menarget kawasan Asia, setelah satu bulan ancaman ini berkembang dengan cepat dan memperluas target kawasannya termassuk ke Eropa dan Timur Tengah.

Kini diketahui malware ini juga menyerang perangkat berplatform iOS dan melakukan penambangan kripto. Malware yang disebut dengan Roaming Mantis ini mencuri informasi pribadi pengguna dan memungkinkan pengambilalihan kontrol perangkat. Para ahli mengungkapkan kelompok berbahasa Korea atau Cina yang berada di belakang operasi ini bermotivasi mencari keuntungan finansial.

Penelitian awal Kaspersky Lab menemukan sekitar 150 target, terutama di Korea Selatan, Bangladesh, dan Jepang. Namun temuan tersebut juga menunjukkan adanya ribuan koneksi ke server pelaku setiap harinya sehingga mengindikasikan serangan dalam skala lebih besar. Perluasan serangan juga terlihat dari jumlah bahasa yang dipakai untuk menampilkan pesan di smartphone “To better experience the browsing, update to the latest chrome version.” Dari hanya empat bahasa juga, sekarang mencapai 27 bahasa termasuk Melayu, Polandia, Jerman, Arab, Bulgaria dan Rusia.

Malware kini juga berkembang tidak hanya menyerang platform Android saja. Jika malware menyusupi smartphone berplatform iOS, maka pelaku akan mengarahkannya ke situs web yang bertemakan Apple. Selain itu juga ditemukan pengarahan ke situs berbahaya dengan kemampuan penambangan kripto.

“Kami percaya bahwa para pelaku mencari keuntungan finansial dan terdapat petunjuk bahwa pelaku  berbahasa Cina atau Korea. Jelas terdapat motivasi yang cukup besar di balik ancaman ini, sehingga ancaman ini tidak akan hilang dalam waktu yang singkat. Terinfeksinya router dan pembajakan DNS menunjukkan betapa kebutuhan akan perlindungan perangkat dan penggunaan koneksi yang aman sangat diperlukan” kata Suguru Ishimaru, Security Researcher di Kaspersky Lab Jepang.

Temuan Kaspersky Lab menunjukkan bahwa pelaku di balik Roaming Mantis ini menyerang celah keamanan router dan selanjutnya mendistribusikan malware melalui trik sederhana yang efektif dengan membajak pengaturan DNS dari router tersebut. Metode bagaimana serangan terhadap router dilakukan belum diketahui.

Setelah DNS berhasil dibajak, maka aktifitas online yang dilakukan para korban akan selalu diarahkan ke URL dengan konten palsu yang berasal server pelaku. Akan muncul pesan berikut di layar smartphone: “To better experience the browsing, update to the latest chrome version.” Dengan mengklik tautan tersebut,  maka aplikasi Trojan bernama “facebook apk” atau “chrome apk” akan terinstalasi secara otomatis

Malware Roaming Mantis ini memeriksa apakah perangkat di-root dan meminta izin notifikasi dari setiap aktifitas komunikasi atau browsing yang dilakukan pengguna, Malware ini mampu mengumpulkan bermacam-macam data, termasuk kredensial untuk dua faktor otentifikasi. Ketertarikan pelaku terhadap pengumpulan data ini  Ditemukannya pengumpulan data yang berhubungan dengan mobile banking dan aplikasi game di Korea Selatan mengindikasikan adanya motif keuangan di operasi ini.

Leave a Comment