Ini Kebenaran Pabrik Samsung Tutup Karena Penjualan Smartphone Merosot

ArenaLTE.com - Isu akan berhentinya produksi smartphone di pabrik perakitan di Tianjin, China, memang bukan lagi sebuah kabar angin saja. Samsung rupanya harus menelan pahit atas tindakan tersebut yang mungkin akan menjadikannya lebih merugi lagi. Hal ini diungkapkan beberapa sumber informasi karena adanya penjualan smartphone yang kian terpuruk tak ada kemajuan.

Pabrik Samsung Telecom Technology, yang tepat berada di kota China Utara Tianjin akan ditutup berawal dari media asal Korea sendiri yang membocorkannya. Langkah tersebut dianggap sebagai langkah potensial perusahaan atas penarikan dan penutupan pabrik perakitan. Hal ini pun sesuai dengan yang diutarakan oleh pihak Samsung, mengakui dalam nada bimbang bahwa langkah ini karena adanya kesulitan dalam pertumbuhan penjualan.

Mengutip dari laman Reuters, juru bicara Samsung mengutarakan bahwa perusahaan mengalami kesulitan karena pertumbuhan yang melambat. Perusahaan telekomunikasi Tianjing Samsung Eletronic bertujuan untuk fokus pada kegiatan yang meningkatkan data saing dan efisiensi. Dalam catatan perkembangannya, Samsung diungkapkan hanya tumbuh sebesar 20% di pasar China dalam waktu lima tahun. Bahkan pada tahun ini hanya mencapai 1%.

Samsung untuk pasar China diungkapkan akan lebih fokus pada produk elektornik lain di luar smartphone, seperti halnya di Vietnam dan India. Dalam laporan yang ditulis pada beberapa media Korea, pabrik perakitan Samsung di China, Tianjin, sebenarnya telah memproduksi 36 juta ponsel per tahun, sedangkan pabrik di Huizhou menghasilkan 72 juta unit per tahun.

Meski demikian, wilayah Tianjin menjadi salah satu pabrik yang ditutup Samsung di negeri China, meski perusahaan mempunyai dua pabrik di wilayah ini. Kabarnya, pabrik yang terakhir hanya ditunda untuk memproduksi smartphone tersebut. Tindakan ini pun menurunkan 34% keuntungan Samsung Mobile yang diungkapkan juga bahwa seri Samsung Galaxy S9 mengecewakan.

Leave a Comment