
Pertama, mengembangkan layanan roaming sehingga pelanggan selular Indosat Ooredoo dapat tetap berkomunikasi di jaringan Thuraya. Kedua, bundling perangkat satelit dengan aplikasi digital Indosat Ooredoo, dan ketiga pengembangan teknologi IoT (Internet of Things).
Menurut Bilal Hamoui ( Thuraya Chief Commercial Officer) mengatakan bahwa MoU ini merupakan langkah penting menuju kerjasama jangka panjang yang luas dan menarik antara Indosat Ooredoo dan Thuraya. Indonesia adalah negara kepulauan yang luas, dan membutuhkan konektivitas yang andal untuk menghubungkan tiap daerahnya.
Herfini Haryono (Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo) mengatakan bahwa Indosat Ooredoo Business selalu berupaya untuk menjadi mitra penyedia solusi ICT terdepan dan terpercaya bagi pelanggan bisnis dan korporasi. Penandatangan MoU ini adalah upaya Indosat Ooredoo Business untuk mendukung tranformasi digital para pelanggan korporasi di Indosat Ooredoo dengan menciptakan kemudahan dalam komunikasi, akses informasi dan aplikasi di lokasi-lokasi terpencil di Indonesia.
Pemanfaatan jaringan satelit ini memungkinkan makin banyaknya aplikasi-aplikasi bisnis sehingga perusahaan dapat memperluas operasi dan layanan di area yang tidak terhubung jaringan telekomunikasi kabel atau selular, atau di lingkungan dengan kondisi yang ekstrim, atau dalam kondisi darurat bencana dimana jaringan telekomunikasi lumpuh.
Sementara itu berbagai industri seperti minyak dan gas, pertambangan, perkebunan, pelayaran, perikanan dan kelautan, militer dan kepolisian yang beroperasi di luar jangkauan jaringan telekomunikasi kabel dan selular dapat memanfaatkan jaringan satelit untuk meningkatkan produktifitasnya.