Salah satu akuisisi terbesar di sepanjang sejarah industri video game ini menjadikan developer game yang terkenal dengan beberapa serial game seperti Call of Duty, Warcraft, Tony Hawk’s Pro Skater, maupun Guitar Hero sebagai pemimpin global dalam penyedia interactive entertainment di berbagai multi platform mobile, konsol dan juga PC.
Bukan yang pertama, akuisisi perusahaan digital dengan nilai fantastis juga dilakukan beberapa perusahaan raksasa. Seperti Microsoft yang membeli Mojang (developer Minecraft) dengan nilai USD2,5 miliar. Kemudian Facebook yang mengakuisisi virtual reality headset-maker Oculus dengan nilai USD2 miliar. Serta Twitch yang dilego Amazon senilai USD970 juta. Juga Electronic Art's yang membayar USD750 juta untuk memiliki PopCap, sang pembuat Plants v Zombies. Dan akuisisi ini akan menjadikan Activision Blizzard memiliki berbagai game mobile sukses buatan King seperti Candy Crush Saga atau Candy Crush Soda Saga.

Akuisisi ini menjadi kabar gembira bagi Activision, memperluas peluang mereka untuk melipatgandakan pemasukan. ”Perpaduan pendapatan dan laba akan memantapkan posisi kami sebagai perusahaan hiburan interaktif paling menguntungkan. Melalui kombinasi jaringan global berisi miliaran pengguna aktif, terdapat potensi untuk meningkatkan jumlah konsumen,” ujar CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick.
Langkah manis ini membuat Activision berada cukup jauh di depan kompetitor utama mereka seperti Electronic Arts dan Ubisoft. Dan rencananya King Digital Entertainment akan tetap difokuskan pada bisnis microtransaction.