Begini Cara OPPO Melindungi Data Pribadi Pengguna Smartphone

ArenaLTE.com - Belakangan ini, sering terdengar kasus peretasan data. Baik yang tersimpan di server maupun yang ada di smartphone. Data-data pribadi pengguna, termasuk akun email, nomor telepon dan data pribadi lainnya, lantas diperjual-belikan, atau disalah-gunakan, yang ujung-ujungnya, merugikan si pengguna smatphone.
 
Tetapi, di era di mana segalanya terhubung melalui internet, data pribadi pengguna memang berada di area rawan. Sebab, untuk menggunakan bermacam aplikasi atau masuk ke situs-situs tertentu, memang pada umumnya mensyaratkan pengguna memberikan data-data personal. Yang artinya, sama saja dengan mengekspos data pribadi ke ranah publik.
 
Data pribadi yang ada di smartphone berpotensi untuk dicuri secara digital melalui beragam teknik serangan siber (cyber attack), seperti phisingmalware, atau aplikasi jahat atau justru dengan teknik konvensional seperti smartphone spying atau mengintip layar. Berbagai informasi yang terdapat di sana seperti data pribadi, uang di dalam aplikasi, atau daftar kontak dapat dengan mudah disebarkan atau disalahgunakan oleh penjahat siber.
 
Masalah ini memang jadi pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Namun bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Upaya antisipasi, pertama kali ada pada pengguna itu sendiri, dengan lebih berhati-hati dan waspada ketika menggunakan atau mengunduh aplikasi. Atau masuk ke situs-situs tertentu.
 
Kedua, cermat memilih perangkat smartphone yang akan digunakan. Adalah lebih baik memilih perangkat smartphone yang sudah dilengkapi fitur pengaman yang mumpuni. OPPO adalah salah satu vendor smartphone yang memberi perhatian khusus soal ini. Karena, bagi OPPO data pribadi dan kenyamanan pengguna menjadi prioritas penting.
 
Salah satu pengembangan yang dilakukan OPPO untuk melindungi pengguna adalahteknologi “Smart Spying Prevention”. Teknologi ini diperkenalkan bersamaan dengan OPPO Reno4 Series. Teknologi ini akan menyembunyikan isi notifikasi saat ada orang lain memandang layar smartphone yang sedang dibuka oleh pengguna.
 
Untuk memfungsikan fitur Smart Spying Prevention, maka pengguna perlu mendaftarkan wajah terlebih dahulu agar kamera smartphone mengenalinya sebagai pemilik ponsel yang sah. Setelah fitur tersebut aktif, pengguna tidak perlu merasa khawatir terhadap kemungkinan isi dari notifikasi aplikasi pada ponsel cerdas bisa diintip orang lain ketika berada di dalam transportasi public, atau tempat umum lainnya.
 
Ketika pengguna meng-install aplikasi baru, kadang mereka tidak sadar ada beberapa aplikasi yang membutuhkan persetujuan untuk mengakses hal-hal sensitif pada smartphone seperti kontak, kamera untuk mengambil foto, dan lokasi. Bahkan beberapa aplikasi memerlukan akses ke data pribadi lebih banyak lagi, yang seringkali diabaikan oleh pengguna, yang  dengan sukarela memberikan akses izin untuk bisa mengambil data pribadi mereka.
 
Pada perangkat OPPO Reno4, pengguna tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan buruk tersebut karena adanya fitur Personal Information Protection. Saat fitur ini diaktifkan, maka sistem akan secara otomatis menentukan beberapa aplikasi berbahaya yang mencoba membaca informasi pribadi dan memberikan informasi berupa data kosong untuk menghindari kebocoran data.
 
Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan menuju opsi [Settings] > [Privacy] > [Personal Information Protection] > alihkan ke [Smart Protection] untuk diaktifkan. Ketika sudah aktif, sistem akan terotomatis melindungi Riwayat Panggilan, Kontak, Pesan, serta Kegiatan pengguna.
 
Berkaitan dengan pembayaran digital yang kian jamak, OPPO juga memberikan opsi perlindungan data berupa Payment Protection. Fitur ini akan melakukan pemindaian otomatis terhadap aplikasi pembayaran dan melindunginya dari ancaman pembobolan data.
 
Masih terkait dengan pembayaran digital, OPPO juga menyediakan fitur Secure Keyboard. Pada fitur ini, perangkat akan secara otomatis akan mengganti keyboard bawaan ke OPPO Secure keyboard ketika pengguna perlu memasukkan informasi sensitif. OPPO Secure keyboard tidak akan merekam informasi yang dimasukkan oleh pengguna seperti password, terkoneksi ke jaringan internet atau fitur autocomplete.
 
Kombinasi antara kewaspadaan diri serta dukungan perangkat yang memiliki sistem proteksi keamanan yang mumpuni, akan menjadi benteng terhadap tindak kejahatan siber. Memang tak akan sepenuhnya terlindungi. Namun paling tidak, akan menekan seminimal mungkin peluang para penjahat siber untuk mencuri data pribadi Anda.
 

Leave a Comment