Saya adalah pengguna Asus Zenfone 2 yang kebetulan sudah mendukung jaringan 4G LTE. Asus sangat paham kebutuhan pengguna smartphone saat ini yang menginginkan internet super cepat menghadapi gelombang 4G LTE. Tak heran jika sang vendor sudah menyusupkan transmitter yang siap menerima frekuensi 4G LTE dari operator yang ada di Indonesia.

Asus Zenfone 2 mengantongi jaringan LTE band 1 (2100), 2 (1900), 3 (1800), 5 (850), 7 (2600), 8 (900), dan 20 (800) MHz.Soal kecepatan, jaringan 4G LTE pada Asus Zenfone 2 sudah masuk Cat 4, dimana mendukung kemampuan download dengan kecepatan 150 Mbps dan upload hingga 50 Mbps. Konektivitas lain seperti WiFi 802.11 b/g/n, WiFi hotspot, Bluetooth 4.1 LE, GPS, A-GPS sudah dibenamkan dalam smartphone ini. Asus Zenfone 2 mendukung dua slot micro SIM card berfitur dual standby.

Nah dengan dukungan operator yang sudah menggeber komersialisasi 4G LTE-nya, sebagai pengguna ponsel Asus Zenfone 2 saya bisa menikmati streaming video dari YouTube tanpa putus-putus lho. Buat internetan di Asus ini saya memakai layanan dari operator Smartfren. Hehe. Memang idealnya smartphone ini dipakai buat operator GSM, tapi karena jaringan LTE-nya mendukung band yang dipunyai Smartfren akhirnya saya coba deh.

Ternyata memang layanan Smartfren 4G LTE bisa berjalan di Asus Zenfone 2 saya, tapi khusus buat internetan saja. Kalau kalian pengen internetan 4G LTE sekaligus bisa nelpon dan SMS saya sarankan pakai SIM card-nya Telkomsel, XL atau Indosat.

Sepanjang pengujian saya ber-internetan dengan jaringan Smartfren 4G LTE, hasilnya cukup memuaskan. Pengujian saya memakai Oookla Speedtest kecepatan download rata-rata ada di angka 11,68 Mbps sedangkan upload mencatatkan angka 2,5 Mbps.

Asyik juga bisa menikmati layanan 4G LTE ini. Saya bisa menikmati menonton video streaming di YouTube tanpa ganggunan buffering lho. Bahkan video dengan resolusi HD pun bisa berjalan dengan lancar.

Sebenarnya saya juga pengen banget mencicipi layanan 4G LTE Advanced milik Smartfren. Tapi apa boleh buat smartphone Asus Zenfone 2 yang saya punya belum mendukungnya. Jadi teknologi LTE Carrier Aggregation Smartfren yang menghasilkan akses internet ultra cepat tidak bisa saya tes.

Padahal Munir S.P., Head of Network Special Project Smartfren pernah bilang kalau Smartfren terus memaksimalkan kesiapan jaringan 4G LTE Advanced di kota Jabotabek. Juga dari ulasan yang pernah saya abaca di ArenaLTE, anak perusahaan Sinar Mas ini unjuk kebolehan teknologi LTE carrier aggregation Smartfren yang bertempat di network 4G LTE Advanced laboratorium, BSD, Tangerang.

Dalam sebuah pengujian menggunakan carrier aggregation ini, Smartfren berhasil mencatatkan kecepatan maksimal hingga 167 Mbps. Sementara untuk pengujian secara outdoor atau di lapangan, Smarftren mengaku pihaknya bisa mencatatkan kecepatan maksimal menggunakan teknologi LTE carrier aggregation Smartfren bisa menembus angka 80 Mbps.

Sayang, baru beberapa perangkat saja yang bisa dipakai buat mengetes 4G LTE Advanced punya Smarftren. Salah satunya Samsung Galaxy Note 5. Semuanya mahal-mahal lagi. Mungkin kalau harganya sudah turun alias beberapa tahun lagi baru deh saya bisa coba. Hahahaa. Tapi so far, layanan 4G LTE bener-bener asyik karena internetan di smartphone benar-benar ngebut, tidak ada nge-lag atau loading time yang lamaaa.

(Ilustrasi foto: androidauthority.net)