Apa sih 4G LTE itu? Terlintas banyak pertanyaan dibenakku yang hanyalah seorang karyawan biasa. Pertama mendengar tentang 4G LTE ini dari iklan yang ada di televisi dan juga radio. Aneh banget deh pertama kali dengar. Dan sama sekali nggak aware dengan adanya jaringan yang katanya generasi keempat. Mungkin disebut generasi keempat karena memang jaringannya sudah bisa 4G. Teman–teman seangkatan aku sudah beberapa yang memang memakai jaringan ini, karena rata-rata mereka pengguna sosmed aktif dan juga anak gaul yang hobbynya streaming video-video di Youtube.

Dari banyaknya iklan dan adanya infrastruktur yang mendukung di Indonesia, aku rasa semua itu akan sangat mepermudah dan memanjakan masyarakat Indonesia. Hanya saja khusus untuk semua masyarakat kota saja, sisanya jadi anak tiri deh. Apalagi memang kota-kota kecil sekarang masih mengandalkan jaringan sebatas 2G/3G saja. Awalnya dengan jaringan 3G semua sudah oke, walau kadang suka buffer lama banget alias lemot.

Iklan saja menurut aku ngga cukup untuk memperkenalkan jaringan generasi keempat ini ke seluruh masyarakat Indonesia. Karena kita bisa lihat, bahwa kebiasaan masyarakat kita ini unik. Mereka akan sangat senang dan bisa langsung membeli suatu produk di pasar ketika mereka sudah merasakan dan mencoba secara langsung, atau bisa dibilang sebagai test drive dan experience in the spot.

Sama halnya dengan aku yang nggak akan memakai sesuatu tanpa aku rasakan, coba dan juga buktikan. Beruntung deh punya teman yang super cerewet, padahal dia bukan PR ataupun marketing dari provider tersebut. Entah kenapa dia selalu saja paksa dan juga ceritakan tentang “keagungan” jaringan generasi keempat ini kepadaku. Dia pinjamkan handphone android dia yang sudah lumayan oke dan memang ada jaringan 4G-nya.

Hobby bermusikku memang harus disokong dengan berbagai macam tools. Salah satunya adalah aku suka bermain flute dengan melihat video tutorial di Youtube. Di sini aku mulai PDKT atau pendekatan dan berkenalan dengan jaringan 4G yang katanya anti buffering. Dan memang tidak salah lagi jaringan ini bisa mempermudah kehidupan social dan juga individual kita. Aku bisa berlatih musik dirumah dengan lihat tutorial di Youtube, tanpa buffering.

Selain itu, dengan kondisi Jakarta yang super macet, jaringan generasi keempat ini sangat mempermudah aku ketika aku harus meeting dengan client dan tidak bisa bertatap muka secara langsung, karena aku tinggal mengaktivkan jaringan 4G LTE aku, dan juga buka Skype. Dan meeting bisa dilakukan tanpa terputus-putus. Dan berasa seperti sedang dalam satu ruangan. Benar-benar mempersingkat waktu dan sangat efisien.

4G LTE, adalah suatu jaringan yang bisa dibilang menjadi menu utama dan menu andalan semua provider di Indonesia. Bagaikan sebuah dessert yang sedang ramai dibicarakan di daerah Pantai Indah Kapuk, enak dilihat, manis saat dirasakan, dan segar saat ditelan.

Hanya saja paket datanya terbilang sama dengan dessert di PIK yang nggak semua kalangan masyakarat bisa membeli dan menikmati rasa manis dan segar dari jaringan generasi keempat ini. Sungguh sangat disayangkan sekali, hal sebaik dan sebagus ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

Mungkin dengan adanya tulisan saya ini, para bos, pemegang saham dan juga semua praktisi komunikasi di Indonesia bisa lebih memperhatikan kalangan yang tidak bisa merasakan kecepatan jaringan generasi keempat ini. Minimal mereka bisa mencoba dan ada paket yang bisa mereka beli. Karena menurut aku, jaringan generasi keemoat ini bisa membantu mencerdaskan serta memajukkan Negara kita asal kita semua bisa menyikapi dengan bijaksana dan juga menggunakan dengan baik.