ArenaLTE.com – Smart metering kerap disebut-sebut sebagai wujud atau implementasi dari konsep machine to machine (M2M) dan Internet of Things. Meski masih kedengaran awam, di Indonesia teknologi smart metering sudah mulai digagas. Terkait dengan layanan seluler, Telkomsel menjadi yang pertama mendorong kehadiran smart metering dalam wujud aplikasi.

”Kami tengah mengembangkan smart metering. Dengan aplikasi ini, penggunaan listrik bisa dipantau dari ponsel. Nantinya PLN tak perlu lagi mendatangkan petugas untuk memantau penggunaan listrik seperti terjadi sekarang,” kata Direktur Marketing Telkomsel, Mashud Khamid (2/7/2015). Smart metering merupakan layanan machine to machine (M2M) Telkomsel. Dari program ini Telkomsel mengincar 55 juta pelanggan PLN.

Telkomsel rupanya tak sendirian di segmen smart metering, XL Axiata mendahului langkah Telkomsel yang mendapat tugas kembangkan monitoring meter listrik, dengan meluncurkan Layanan Meter Listrik Pintar Dua Arah, sebagai solusi efektif bagi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Solusi inovatif ini merupakan buah keberhasilan dari sinergi XL dengan PT PLN Persero dan PT Sistem Mikro Elektronik Cerdas Co-Design (SMC).

Layanan Listrik Pintar ini dikembangkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan PLN serta memberi tambahan kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pengisian ulang token listrik. Melalui kerjasama ini, XL menjadi operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang meluncurkan Layanan Meter Listrik Pintar Dua Arah dari PLN, pasalnya solusi smart metering dari Telkomsel belum operasional

smart-metering08Layanan Listrik Pintar Dua Arah ini dikembangkan berdasarkan pengalaman pelanggan listrik yang sering menemui kesulitan saat melakukan pengisian token listrik. Dengan berorientasi pada kebutuhan pelanggan listrik akan sistem yang andal dan otomatis, layanan ini memiliki fitur-fitur yang sangat beragam. Fitur-fitur yang disediakan antara lain fitur notifikasi “low credit” untuk informasi sisa kuota listrik minimal, fitur pengisian token otomatis tanpa melakukan “key in” kode token di Meter Listrik, dan fitur notifikasi kondisi Meteran Listrik jika terjadi pencurian (tamper).

Dalam kerjasama ini PLN sebagai penyedia layanan Listrik Pintar terus berupaya untuk mewujudkan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya. “Melalui penggunaan Meter Listrik dengan Komunikasi Dua Arah ini, selain sebagai sebuah inovasi layanan, juga sebagai upaya untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan pengguna Listrik Pintar,” ujar Direktur Utama PLN, Nur Pamudji (4/7/2014). Hal ini sejalan dengan langkah strategis XL dalam menyediakan layanan dan solusi inovatif untuk memperkuat bisnis M2M.

Meski tak secara khusus menyebut mitra dengan perusahaan listrik. Indosat Ooredoo juga tak ingin ketinggalan dalam segmen smart metering, operator seluler nomer tiga di Tanah Air ini menawarkan penghematan biaya, Pencegahan penyalahgunaan (fraud), real time, dan dapat diadopsi di daerah terpencil.