ArenaLTE.com – Selain baterai, piranti yang saat ini menjadi konsentrasi para peneliti teknologi smartphone adalah perihal antena. Piranti satu ini bisa dibilang adalah bagian penting dari kegunaan ponsel pintar itu sendiri, sehingga kualitasnya menjadi penentu. Para peneliti Finlandia saat ini dikabarkan tengah berkonsentrasi untuk pengembangan teknologi antena smartphone.

Antena smartphone bisa dibilang adalah piranti penentu kualitas, jika dalam kondisi baik maka bukan hanya sinyal yang akan dihasilkan baik namun juga berimbas pada masa kekuatan baterai. Peneliti Finlandia mengumumkan bahwa tengah mengembangkan antena smartphone yang revolusioner, yang bekerja untuk semua aktivitas dan tentunya bisa memperpanjang usia baterai.

Smartphone saat ini dikemas dengan antena yang memiliki fungsi dan tugas ganda selain menangkap sinyal seluler operator, seperti halnya untuk menangkap sinyal Wi-Fi, Bluetooth bahkan terbebani juga ketika menggunakan GPS. Dengan kompleksnya tugas yang dibebani pada antena smartphone, tentu akan membutuhkan daya listrik yang lebih dan terkadang malah berakhir menjadi gangguan.

Peneliti Finlandia dari Aalto Univesity, mengungkapkan bahwa timnya telah menemukan solusi yang tepat. Para peneliti kini telah membuat dan mengembangkan antena smartphone yang terdiri dari banyak komponen kecil. Sehingga bisa menyesuaikan dengan cepat dan melakukan penangkapakan frekuensi yang ditugaskan.

Baca : 
6 Ide Membuat Smartphone Android Lama Anda Agar Lebih Berguna
Smartphone 4G LTE Lokal, Bagaimana Peluangnya Bertarung di Pasar Ponsel Tanah Air?

Antena smartphone yang dikembangkan peneliti ini, akan bekerja secara otomatis dengan mengonfigurasi diri sendiri. Seperti halnya ketika pengguna memanfaatkan sinyal WiFi, untuk menangkap GPS maka secara digital komponen akan megkonfigurasi ulang sendiri tugas tersebut.

“Dengan cara ini, banyak aplikasi smartphone seperti GPS, Bluetooth dan Wi-Fi tidak lagi perlu antena mereka sendiri,” jelas Jari-Matti Hannula, seorang kandidat doktor di Aalto.

Ia menambahkan, semua transfer data telepon dapat terjadi melalui satu antena yang dikontrol secara digital. Hal ini pada gilirannya akan membuat desain ponsel lebih mudah dan memungkinkan ukuran layar yang lebih besar, karena antena smartphone tidak dibuat dalam ukuran besar seperti halnya saat ini sehingga tidak memerlukan begitu banyak ruang.

Namun sayangnya, seperti dikutip dari laman bgr bahwa antena ini masih dalam pengembangan dan belum ada informasi perihal produksi masalnya. Tim peneliti saat ini dikabarkan tengah bekerja sama dengan Huawei dan sedang melakukan tahap uji kelayakan komersial.