ArenaLTE.com – Bagi sebagian besar pengguna, sistem proteksi akses smartphone cukup aman dengan fingerprint sensor. Meski tetap ada celah keamanan, setidaknya sensor sidik jari masih menjadi metode yang lebih baik ketimbang model kode akses lewat password.

Namun baru-baru ini peneliti dari Michigan State University dikabarkan berhasi mengecoh fingerprint sensor pada smartphone. Perangkat yang dibutuhkan adalah printer inkjet dan tinta konduktif. Dikutip dari Ubergizmo, peneliti tersebut mengatakan telah menggunakan telunjuk jari kiri salah satu penulis dan menggunakan scan print 2D untuk membuka sistem pengenalan sidik jari di smartphone. “Kami mencoba beberapa jari berbeda dan mereka semua berhasil dilakukan hacking,” ujar peneliti dari Michigan State University.

Jenis smarphone yang digunakan dalam uji coba ini adalah Samsung dan Huawei. Meski keduanya dapat di-hack, namun Huawei dikabarkan lebih sulit untuk ditembus. Bukan kali ini saja fingerprint sensor di smartphone dapat ditembus, vendor pengamanan IT global Kaspersky mengakui masih ada beberapa celah keamanan yang bisa ditembus oleh pihak ketiga untuk membocorkan informasi data pada fitur pemindai sidik jari.

mobile-fingerprint-hack

Bahkan, sensor ultrasonic yang menggunakan ultrasound dengan pemindai gambar jari dengan fitur 3D buatan Qualcomm, dianggap Kaspersky masih belum cukup untuk memberikan rasa aman bagi pengguna smartphone. Sebelum ini, sensor buatan Qualcomm tersebut diklaim tidak akan mudah dibobol dan tidak akan tertipu dengan hasil cetakan jari tipuan untuk mengecoh agar dapat membuka smartphone.

Pada Agustus 2015, Kaspersky mengaku telah menemukan berbagai cara baru untuk mencuri sidik jari seorang pengguna ponsel pintar yang dapat dilakukan oleh penjahat dari jarak yang cukup jauh dan dapat dilakukan dalam skala sangat besar. Menurut Kaspersky, vendor smartphone kini tidak cukup hanya melakukan inovasi terbaru seperti membuat fitur pemindai sidik jari untuk mempertebal keamanan. Kaspsersky memastikan, setiap teknologi baru selalu rentan dan harus terus melakukan perbaikan dari setiap lini.

Kebanyakan smartphone terkini dianggap Kaspersky masih memiliki kerentanan dari sisi keamanan, karena ternyata smartphone yang memiliki fitur pemindai sidik jari masih belum memiliki sensor yang telah terenkripsi, sehingga data mudah dicuri.

 

Comments