ArenaLTE.com – Boleh jadi operator Verizon di AS mencontoh jejak sukses Smartfren yang berhasil menciptakan brand smartphone Andromax. Bahkan di tahun 2014, Andromax di dapuk lembaga riset IDC sebagai brand ponsel terbesar kedua di Indonesia. Nah, dikutip dari verizonwireless.com, kini Verizon resmi merilis tablet dengan brand sendiri, yakni Ellipsis, lebih spesifiknya Verizon Ellipsis 10.

Meski kurang bergaung, sebelumnya Ellipsis sudah pernah meluncurkan tablet ukuran 7 inchi pada tahun 2013. Disasar khusus untuk pasar Amerika Serikat, Verizon Ellipsis 10 mengusung ukuran layar 10.1 inchi dan berjalan di OS Android 5.1 Lollipop. Layarnya punya resolusi 1920×1200 pixels  HD (High Definition). Kamera utamanya mangandalkan resolusi 5 megapixels dan kamera depan (front camera) 2 megapixels.

Untuk urusan dapur pacu dipercayakan pada prosesor quad core 1.5Ghz. Sementara dukungan koneksinya mencakup 4G LTE  (Long Term Evolution) dengan kapasitas baterai ekstra besar 9.100 mAh.  Verizon dalam rilis menyebut, ini merupakan kapasitas baterai terbesar di kelas tablet 10 inchi. Dalam penggunaan normal, waktu siaga tablet Verizon Ellipsis 10 ini bisa mencapai 25 jam.

Bicara tentang memori, tersedia memori internal 16GB. Jika masih kurang toh masih ada slot microSD sampai kapasitas 32GB. Karena tablet resmi dari Verizon, sudah barang tentu perangkat ini hanya dijual dan bisa dipakai di jaringan Verizon. Harga bandrol tablet Verizon Ellipsis 10 ini adalah US$299,9, itu kalau beli cash. Sementara dalam skema kontrak dihargai US$199,9 untuk masa dua tahun. Atau bisa juga dimiliki murah dengan US$12,49 per bulan untuk masa cicilan 24 bulan.

Pasar tablet memang unik, secara umum pengapalan tablet di sepanjang tahun ini mengalami penurunan, salah satu sebabnya akibat membanjirnya jenis phablet (smartphone tablet). Di lain hal, Smartfren justru ‘kapok’ menjual tablet Andromax, alasannya pengguna tablet di Indonesia jarang menggunakan layanan seluler. Tablet dengan ukuran layar besar cenderung boros mengkonsumsi aksses data, sebagai gantinya pengguna lebih sering memakai akses WiFi di tablet.
Baca: IDC: Pasar Tablet Kian Lesu, Pengapalan Anjlok Hingga Minus 12,6% di Q3 2015