Tiongkok, tanpa diragukan lagi merupakan salah satu pasar perangkat mobile terbesar dan termaju di dunia. Terhitung ada 1,276,660,000 pengguna ponsel di Cina pada Oktober 2014. Tidak hanya itu, tingkat adopsi teknologi di negeri Tirai Bambu itu juga sangat tinggi. Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina mengumumkan basis pengguna 4G di negeri mereka terus bertambah dengan lebih dari 200 juta orang. Secara total, ada 657 juta pengguna mobile broadband, termasuk pengguna 4G dan 3G, pada akhir Mei 2015.

Karena program “Broadband China” yang dilayangkan pada Agustus 2013 oleh Dewan Negara untuk meningkatkan konsumsi informasi dan memperluas jangkauan broadband, pengembangan jaringan broadband telah melihat perbaikan yang signifikan. Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina  juga mengklaim bahwa pada akhir Mei, lebih dari 51 persen pengguna broadband memiliki akses ke kecepatan kabel di atas 80Mbps.

Pada akhir 2017, rata-rata kecepatan broadband kabel di kota-kota besar diperkirakan akan meningkat menjadi 30Mbps, lebih dari tiga kali lipat kecepatan saat ini, sementara kota-kota yang lebih kecil akan ditingkatkan menjadi 20 Mbps. Pemerintah Cina juga berjanji untuk memperluas jaringan 4G untuk melayani seluruh negeri pada akhir 2017.

Adopsi pengguna 4G yang super cepat ini juga diakui oleh China Mobile, salah satu provider Negara tersebut. Basis pelanggan 4G LTE naik 59 persen menjadi 143 juta pada kuartal pertama 2015 dari 90 juta pada Q4 2014.

Penyedia layanan telekomunikasi ini mengakui bahwa bisnis OTT berdampak layanan komunikasinya. China Mobile mengatakan pengguna 4G tambahan bersih untuk kuartal pertama 2015 melebihi 53 juta.

Sedangkan bagaimana dengan Indonesia? Sayangnya tingkat adopsi 4G tanah air masih sangat lambat. saat ini mayoritas pengguna ponsel di Indonesia masih berkutat di 2G. Menurut GSMA, pengguna jaringan 2G ada 209 juta dari total 323 juta koneksi mobile di Nusantara, dibandingkan dengan 113 juta pada 3G dan hanya 1,34 juta pengguna 4G. Pemerintah sendiri tengah mengupayakan percepatan adopsi dengan menurunkan harga ponsel 4G.