ArenaLTE.com – Virtus Technology Indonesia, penyedia solusi infrastruktur TI dan anak perusahaan PT Computrade Technology International (CTI Group) kembali menyelenggarakan Virtus Showcase 2016 untuk menjawab tantangan industri di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Perubahan di era digital menghadirkan tantangan bisnis tersendiri buat perusahaan.

Virtus Showcase 2016 mengusung tema “The Essential Challenge in Digital Era” untuk membantu industri mengidentifikasi tantangan dan permasalahan yang berpotensi terjadi dalam proses bisnis bertransformasi ke arah digital. Hadir sebagai keynote speaker dalam acara ini, yaitu Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia dan Irvan Yasni, Corporate IT Director PT Sinarmas Land. Keduanya bersama dengan Achmad Royhan, VP Information Technology PT Citilink Indonesia berbagi pengalaman dan insight pada acara diskusi panel yang dimoderatori oleh Donny Budi Utoyo, Senior Researcher ICT Watch.

“Dalam bertransformasi digital, perusahaan dituntut untuk dapat mengubah model bisnis menjadi lebih efisien, menyusun strategi efektif yang mampu menghadirkan value baru serta mengimplementasikan teknologi yang tepat. Tidak hanya itu, perusahaan juga dihadapi berbagai tantangan yang hadir selama proses transformasi ini berlangsung,” ujar Christian Atmadjaja, Direktur Virtus Technology Indonesia.

Melalui Virtus Showcase, lanjutnya, ia ingin membantu para profesional bisnis dan TI di Indonesia dalam pemilihan teknologi untuk menemukan peluang pasar yang baru di tengah kondisi perekonomian yang semakin di-drive oleh empat pilar digital yaitu cloud computing, social media, big data analytics, dan mobility serta menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan dan meminimalisir risiko yang timbul.

Sementara Dell Indonesia menuturkan jika teknologi memungkinkan organisasi menyusun dan melaksanakan strategi TI yang future-ready, sekaligus membantu mereka mendapatkan manfaat lebih di era digital ini. “Dengan teknologi, perusahaan dapat bergerak lebih lincah, terhubung lebih baik dengan sumber daya manusia dan barang, mendapatkan masukan untuk mengambil keputusan yang lebih baik, dan melindungi data-data penting yang didapat dari hasil peningkatan digitalisasi,” ujar Catherine Lian, Managing Director Dell Indonesia.

Lebih jauh, Bruce Chai, Head of Threat Prevention, Asia, Check Point Software Technologies, menegaskan jika transformasi digital telah menjadi prioritas sebagian besar perusahaan di dunia. Tapi tingkat kesadaran akan pentingnya keamanan informasi masih relatif rendah. Sebuah studi mencatat bahwa mayoritas pelanggaran keamanan informasi disebabkan oleh human error dan penyimpangan yang dilakukan karyawan.

“Di era Internet of Things di mana milyaran perangkat saling terhubung, keamanan informasi harusnya menjadi perhatian utama seluruh perusahaan dan perlu disusun strategi kemanan preventif yang tepat,” jelas Bruce.