ArenaLTE.com – Qualcomm Indonesia mengumumkan kontribusinya selama tahun 2015 dalam inovasi teknologi mobile dan meningkatkan meningkatkan adopsi 4G LTE di Indonesia. Qualcomm juga melakukan kolaborasi dengan berbagai mitra bisnis strategis seperti Original Equipment Manufacturers (OEM), Original Design Manufacturer (ODM), dan operator telekomunikasi dalam memberikan desain prosesor mobile berkualitas bagi seluruh tier perangkat 4G LTE.

Menurut riset GFK, sampai bulan September 2015, 60 persen smartphone dengan telah terjual di seluruh dunia. Dari total itu, sebanyak 93 persen merupakan ponsel Android, dan sebanyak 11 persen merupakan smartphone yang sudah mendukung jaringan 4G. Persentasinya mungkin kecil, tetapi jika dibandingkan tahun lalu, terdapat peningkatan sebanyak 190 persen. Sedangkan di Indonesia, selama tahun 2015 menunjukkan 132% penetrasi mobile dengan ponsel pintar mengalahkan feature phone di angka 62%.

Shannedy Ong, Country Director, Qualcomm Indonesia dalam acara yang diselenggarakan di Midtown, Jakarta, Kamis (17/12/2015) mengungkapkan bahwa berdasarkan data GFK, Qualcomm menguasai 60% market share smartphone 4G LTE. Hal ini didukung oleh terjadinya akselerasi adopsi 4G LTE yang menunjukkan hasil yang signifikan. Smartphone 4G LTE dengan teknologi Qualcomm semakin terjangkau oleh masyarakat, apalagi kita juga memiliki chipset yang entri level sehingga memudahkan bagi para OEM untuk memproduksi smartphone 4G LTE yang terjangkau kedepannya.

Shannedy menambahkan bahwa tahun depan Qualcomm akan fokus dalam membangun ekosistem 4G LTE di Indonesia. Hal ini sejalan dengan terjadinya pertumbuhan mobile dan penetrasi 3G/4G LTE yang tinggi di industri lokal, adopsi perangkat 4G saat ini yang menurut Shannedy sebanyak 79 persen perangkat LTE telah terjual di kota-kota besar di Indonesia, seperti Medan, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta. Bahkan, dia menyebutkan bahwa sebesar 56 persen diantaranya berasal dari Jabodetabek.

Pada kesempatan yang sama Cindy Ferlina, Product Manager Asus Indonesia juga menjelaskan tentang pencapaian Asus yang berhasil meraih posisi kedua di pasar smartphone Indonesia. “Dukungan teknologi mobile Qualcomm terhadap OEM dengan menghadirkan prosesor mobile bertenaga tinggi dengan konsumsi daya yang efisien membuat mitra mampu menghadirkan produk perangkat 4G LTE terjangkau namun tetap berkualitas tinggi”, ungkap Cindy.

Shannedy Ong juga melihat bahwa dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem 4G LTE juga signifikan, terlihat dengan telah dilakukan proses pengaturan ulang di frekuensi 1800 Mhz. Hal ini kemudian menciptakan kesempatan-kesempatan baru bagi para pemangku kepentingan di industri mobile seperti operator, OEM dan ODM mengerahkan pendekatan strategi bisnis mereka dalam mengedukasi manfaat dari 4G LTE kepada pengguna yang didukung oleh teknologi Qualcomm.

Tidak hanya industri handset saja, seiring dengan pentingnya Internet of Things (IoT), Shannedy mengatakan bahwa Qualcomm juga akan fokus pada mobile non handset, seperti smart car, smart cities dan smart homes. “Kedepannya kami akan membuat semua perangkat mobile non handset terkoneksi, Qualcomm memungkinkan sebuah dunia dimana perangkat, tempat, dan manusia saling terkoneksi sehingga dapat meningkatkan kehidupan penggunanya, “ pungkasnya.