ArenaLTE.com – Smart City yang memang dicitakan Pemerintah Ibu Kota Jakarta, memang menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya dari sisi perubahan masyarakat, namun keamanan dan kendala lainnya akan turut menghantui pembangunan kota tersebut. Rasio antara jumlah aparat keamanan dengan jumlah penduduk tidak sebanding. Butuh pengawasan khusus baik dari aparat maupun perangkat, tetapi jawaban yang tepat adalah perangkat pengawasan seperti CCTV pintar dengan Biometrik.

Jawaban atas pengendalian kejahatan selalu bermuara pada memasang ribuan dan jutaan kamera CCTV di mana-mana. Sebuah pasar CCTV yang berkembang pun muncul, posting visual akan ‘Daerah ini di bawah pengawasan video’ bertindak sebagai pencegah kejahatan, dalam banyak kasus review rekaman video telah membantu menekan tingkat kejahatan.

Hikvision mengungkapkan bahwa kegunaan CCTV saat ini, hanya baru dirasakan manfaatnya setelah kejadian perkara dan hal ini hanya  untuk kejahatan berat. Padahal, dengan pengawasan dan pemasangan maka akan bisa meminimalisir akan kejadian tersebut.

Penyedia solusi keamanan yang sejak tahun 2008 yang ikut memasarkan produk-produknya untuk pasar Indonesia,  meluncurkan 3 produk kunci CCTV yaitu CCTV untuk mengatasi masalah lalu lintas dan membantu upaya penegakan hukum, Biometrik/Video Pengawasan Pengenalan Wajah dan Drone.

CCTV untuk Lalu Lintas dan Penegakan Hukum

Fitur pada kamera dapat menyimpan poin data untuk memantau semua antrian lalu lintas di seluruh penjuru kota secara real-time, dimana saja dan kapan saja. Data yang terekam pada kamera juga dapat memberitahukan polisi untuk melihat daerah tertentu jika terjadi penumpukan antrian lalu lintas yang disebabkan oleh kecelakaan, misalnya.

Fitur yang tersedia juga dapat memperbesar, menggeser fokus ke obyek yang ditargetkan, mengambil gambar seperti menangkap informasi plat mobil yang parkir di zona bebas parkir, mobil yang dikemudikan di jalur Trans Jakarta, pelanggaran lampu merah dan lainnya. Hal ini tentu dapat membantu seorang polisi memantau lalu lintas pada sebuah persimpangan yang padat di jam sibuk. Dengan fitur yang terdapat di CCTV Hikvision, polisi tidak perlu bolak balik mengubah pengaturan rambu lalu lintas secara manual. Karena semua informasi yang terekam dapat langsung dikirim ke server pemantauan pusat.

Biometrik/Video Pengawasan Pengenalan Wajah

Dengan kamera beresolusi tinggi dapat dilakukan pengenalan wajah secara lebih jelas, terutama karena kamera Hikvision dirancang untuk mengidentifikasi subjek di seputar tempat-tempat ramai seperti bandara, metro, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, stadion olahraga, dan pusat kota secara simultan.

Jika pengguna kamera memiliki database untuk teroris atau daftar hitam orang, maka sistem pada CCTV Hikvision akan terus mencari selama 24 jam dan memberikan alarm jika ditemukan target langsung ke ruang kontrol, atau dapat divisualisasikan pada perangkat mobile dari jauh (Android atau Apple).

Drone

UAV (kendaraan udara tak berawak) pertama  kali diluncurkan Hikvision tahun ini, dengan memberikan 30 kali zoom optik dan gambar yang stabil selama penerbangan.

Dengan waktu penerbangan lebih dari 35-40 menit, pesawat tak berawak Hikvision dapat naik ke kecepatan 80 km/jam dan radius operasional hingga 10 km dan 3 km langit-langit. UAV Hikvision dapat diterapkan untuk pengawasan udara dan patroli keamanan publik, transportasi, dan bidang-bidang energi.

Contoh penggunaan: Jika terdapat serangan teroris di beberapa daerah, maka ruang kontrol darurat dapat menerbangkan drone sesegera mungkin sebagai tindakan pertama, untuk melihat situasi dan dapat menjadi live-view bagi aparat berwenang.