ArenaLTE.com – Berangkat dari segala keterbatasan, Bukalapak.com membutuhkan waktu 6 tahun untuk sampai pada posisi yang bagus seperti sekarang ini. Situs marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli secara online ini diprakarsai oleh tiga orang pemuda Indonesia yaitu Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan M. Fajrin Rasyid. Ide awal muncul ketika banyak teman dari para pendiri situs ini sering tertipu ketika belanja online, maka lahirlah situs jual beli online Bukalapak.com.

Tahun 2015 menjadi tahun dengan prestasi terbaik yang pernah diraih selama perjalanan startup asli buatan Indonesia ini. Pada tahun 2015, jumlah pelapak sebutan untuk UKM yang berjualan di Bukalapak.com tumbuh secara signifikan dengan jumlah 510 ribu, meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah sekitar 145 ribu.

bukalapak.com
Achmad Zaky, Founder & CEO Bukalapak.com

Selama tahun 2015, jumlah barang yang diperdagangkan meningkat hingga 5,6 kali lipat dari tahun lalu yang berjumlah dari 1,4 juta menjadi 7,5 juta barang yang diperdagangkan. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2014, jumlah barang yang diperdagangkan meningkat hingga 7 kali lipat. Pendapatan rata-rata UKM juga meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 2015 jka dibandingkan dengan tahun lalu.

Di tahun keenamnya ini, Bukalapak.com telah berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 250 pegawai dan dikunjungi lebih dari dua juta pengguna internet setiap harinya. Bertepatan dengan ulang tahunnya, situs e-commerce ini meresmikan kantor barunya yang berlokasi di Kemang Jakarta Selatan.

Achmad Zaky, Founder & CEO Bukalapak.com mengungkapkan komitmennya untuk memajukan industri e-commerce Indonesia dengan melibatkan para pelaku Usaha Kecil Menegah (UKM) serta berkontribusi dalam konsep smart city Indonesia.

bukalapak.comAcara peresmian ini juga dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara yang mengapresiasi kinerja Bukalapak.com selama enam tahun terakhir. Terutama sebagai online marketplace anak bangsa yang memperoleh berbagai prestasi. “Pemerintah terus mendorong terciptanya ekosistem yang lebih kondusif bagi industri e-commerce Indonesia. Dengan membentuk e-commerce roadmap, yang berisikan berbagai pengaturan mengenai investasi asing, payment gateway nasional, sistem perpajakan e-commerce dan lain lain,” tegas Rudiantara.