ArenaLTE.com – Dari segi layanan, tawaran paket data dan kualitas koneksi, antara XL Axiata dan Indosat Oreedoo tentu bersaing keras di pasar. Namun tak selamanya kedua operator seluler ini harus berkompetisi, terkait usaha untuk mengoptimalkan usaha di sektor jaringan infrastruktur 4G LTE, kedua perusahaan yang berkompetisi ini nyatanya bisa duduk bareng untuk berkonsolidasi, dan akhirnya justru mampu bersinergi dengan membuat perusahaan patungan (joint venture).

Berdasarkan laporan keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari selasa lalu (10/5/2016), XL Axiata melaporkan ke otoritas pasar modal dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal pembentukan PT One Indonesia Synergy. Di perusahaan patungan tersebut, masing-masing XL Axiata dan Indosat berbagi saham 50:50, atau masing masing mengantongi 1.251 lembar saham.

Dikutip dari Telecomasia Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata menyebut perusahaan patungan tersebut dibuat dengan fokus pada perencanaan bersama, untuk mengeksplorasi setiap inisiatif kerja sama jaringan yang layak di masa mendatang. Artinya, ke depan, akan banyak potensi pengembangan jaringan yang digarap bersama dua operator ini melalui usaha patungan ini.  Termasuk diantaranya eksplorasi kerja sama pengembangan 4G LTE (Long Term Evolution). Tapi tidak terbatas hanya pada itu. kerja sama jaringan bisa macam-macam, semisal pada elemen RAN (Radio Access Network) sharing.

Alexander Rusli, Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo, mengatakan bahwa pembentukan joint venture ini salah satunya adalah untuk memperkecil operational expenditure (opex) dan capital expenditure (capex) dua operator ini.  Sebab, 70 persen komponen dalam opex dan capex adalah untuk jaringan dan liaison-nya. Seperti tower, base transceiver stations (BTS), radio access network dan sebagainya.

Dengan terbentunya PT One Indonesia Synergy maka negara juga akan diuntungkan dengan skema kerja sama ini. Pasalnya elemen yang diimpor lebih sedikit untuk keperluan jaringan. Mengenai santernya isu bahwa pembentukan perusahaan patungan ini sebagai langkah XL dan Indosat untuk melakukan merger, baik Dian Siswarini maupun Alexander Rusli menampik tersebut. Kedua perusahaan menyebut masih ingin berjualan sendiri-sendiri.