ArenaLTE.com – Kebutuhan internet super cepat di Indonesia saat ini semakin tinggi seiring dengan datangnya era 4G LTE. Tapi kedatangan layanan ini lambat laun bakal menggeser layanan sebelumnya.

Nah, berikut wawancara kami dengan M. Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia, seputar nasib layanan pendahulunya yakni 2G dan 3G.

Seiring kehadiran 4G LTE di Indonesia, bagaimana nasib 2G/3G di Indonesia?

Saat ini pengguna 2G di Indonesia kurang dari 50%, di Tri sendiri kurang dari 20%. Idealnya pengguna 2G sudah diedukasi dan didorong untuk pindah ke 3G seperti yang terjadi di negara negara lain. Pada kenyataannya HP 2G juga saat ini sudah terbatas dan harganya tidak jauh berbeda dengan ponsel 3G dan tren pengguna data saat ini terus meningkat.

Dengan didorongnya pengguna 2G ke 3G maka spectrum untuk voice/2G bisa digunakan untuk layanan 3G dan 4G sehingga penggunaan spectrum bisa lebih efektif.

Seperti apa peta atau komposisi jaringan Tri untuk 2G, 3G dan 4G?

Total BTS kami lebih dari 40,000, 50% 3G dan 4G.

Sampai kapan layanan 2G atau 3G dipertahankan? Apakah ada rencana untuk menutup 2G atau 3G demi mengakomodasi 4G LTE?

Untuk menuju total ke 4G, ada tahapannya. Pada tahap awal, layanan 2G akan dihilangkan pada 4 atau 5 tahun mendatang. Lalu layanan 3G masih dipertahankan sampai dengan penetrasi ponsel 4G mendekati 100%.

Sejak kehadiran 4G LTE, porsi pengguna layanan 3G berkurang , stabil atau malah bertambah?

Mengingat cakupan layanan 4G kami masih belum terlalu luas, penggunaan 4G belum secara sigifikan berkontribusi. Saat ini jumlah pengguna 4G di 6 kota sekitar 6 jutaan.

Imbas kehadiran handset 4G terhadap pengguna 3G seperti apa?

Pelanggan Tri saat ini 56.5 juta, 80% pelanggan data. 4G LTE Tri telah diluncurkan sejak 30 Maret 2016 di Batam, Pontianak, Jakarta, Bandung, Makassar dan Bali. Akan diperluas ke kota kota berikutnya dalam waktu dekat.