ArenaLTE.com – Pagelaran tahunan pameran perangkat digital dan gadget Indonesia Cellular Show (ICS) 2016 kembali di buka di Jakarta Convention Center, Senayan. Digagas oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang bekerja sama dengan Dyandra Promosindo ini, menerapkan tarif tiket masuk umum dengan harga IDR15 ribu, termasuk untuk Sabtu – Minggu.

Pagelaran ICS 2016 dikabarkan akan berlangsung selama 4 hari yang dimulai dari tanggal 2 hingga 5 Juni 2016, yang berada dalam area Hall A, Hall B, dan Cendrawasih Hall. Pagelaran acara ini sendiri mengusung tema ‘Digital Revolution’ yang didukung penuh oleh pemerintah, sebagai revolusi digital yang akan merevolusi perekonomian Indonesia.

Ajang ICS 2016 sekarang ini diungkapkan telah menghadirkan lebih banyak peserta mulai dari operator, device, network, applications. Para peserta akan menghadirkan koleksi terbaik mereka serta memberikan banyak penawaran menarik selama pameran yang menggunakan total lahan 13.503 sqm.

Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, dalam sambutannya menyatakan  bahwa tahun lalu pameran ini didatangi oleh sekitar 75 ribu pengunjung dengan 26 perusahaan peserta. Tahun ini jumlah peserta naik menjadi 56 peserta. Ia berharap naiknya peserta juga akan meningkatkan jumlah pengunjung pada tahun ini. Kegiatan ICS yang berlangsung selama empat hari dari tahun ke tahun selalu berhasil menarik pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat.

Para exhibitors yang akan tampil pada ajang ICS 2016 ini antara lain Indosat, Telkomsel, 3 (Tri), XL, Erafone, Hisense, iBox, iSound, Pazia, Oke Shop, Samsung Megafon, Vivan, Data Print, Hartono, Home Credit, dan banyak lagi peserta pendukung lainnya.

Pagelaran acara ini juga diharapkan sebagai implementasi nyata para penyelenggara jasa telekomunikasi untuk mewujudkan revolusi digital dan menunjukkan kepada khalayak umum bahwa para penyelenggara telekomunikasi inilah yang menjadi tulang punggung revolusi digital yang telah dicanangkan pada akhir tahun lalu.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam acara pembukaan menjelaskan bahwa era digital bisa dianggap sebagai angin bagi Indonesia. Dimana sektor telekomunikasi dan media mengalami pertumbuhan cukup besar dibanding sektor perbankan.

Kemajuan pada sektor keuangan dan perbankan di Indonesia tumbuh 12%. Sedangkan untuk komunikasi dan media sendiri tumbuh sekira 8%, dan diharapkan bisa terus dijaga. “Sebelumnya, pertumbuhan sektor dihitung dari jumlah pendapatan operator kedepannya, pertumbuhan sektor harus dihitung dari implied value yang dihasilkan oleh industri dan ini berarti aplikasi,” ujar Rudiantara.