ArenaLTE.com –  Adalah Betty Sekarasih Hadi Yani dan Endah Susanti, keduanya merupakan guru SMAN 2 Playen Gunung Kidul. Serta Eko Purwanto yang menjadi guru di SDN Wonokerto, Magelang. Ketiga guru tersebut dijuluki sebagai guru inovatif oleh Microsoft, karena telah berhasil memanfaatkan teknologi dengan optimal.

Dalam program Microsoft Innovative Expert Educator (MIEE), ketiganya dianggap telah memanfaatkan pola pembelajaran dengan pengembangan kemampuan murid dalam hal komunikasi, kolaborasi, komputasi, pola pikir kritis dan kreatif.

Eko Purwanto sukses menggunakan Skype untuk memberikan materi sejarah Candi Borobudur kepada murid-muridnya. Sementara Betty Sekarasih Hadi Yani dan Endah Susanti berhasil memanfaatkan e-rapport untuk mempermudah proses pemasukkan dan analisa nilai siswa.

Sekalipun bukan berasal dari daerah perkotaan, ketiga guru ini berhasil menembus permasalahan infrastruktur untuk menjadi contoh inspiratif bagaimana guru Indonesia dapat memanfaatkan teknologi dalam membangun sistem belajar mengajar yang lebih interaktif.

Era digital menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para guru yang lahir sebagai digital immigrants. Terutama untuk memenuhi ketertarikan serta kebutuhan siswa yang mayoritas lahir sebagai digital natives. Data menunjukkan persentase penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan Indonesia masih berada di kisaran 20%. Sehingga pemanfaatan tersebut diharapkan bisa meningkat penggunaan teknologi bagi masyarakat Tanah Air, terutama untuk para pendidik.

microsoft-MIEE-compressorMicrosoft menggelar program MIEE sebagai sarana yang memfasilitAI para pengajar terpilih dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menjadi duta dan berbagi pengetahuan ke sesama pengajar tentang pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Di Microsoft, kami percaya bahwa menyediakan pendidikan yang berkualitas untuk 1,4 miliar siswa di seluruh dunia penting untuk masa depan. Oleh sebab itu, Microsoft mendukung pendidikan berbasis teknologi dengan menyediakan program-program edukasi bagi pelajar maupun guru. Kami percaya teknologi dapat memperluas kekuatan pendidikan dan mengembangkan potensi murid, guru, dan sekolah,” ungkap Benny Kusuma, Education Lead, Microsoft Indonesia.

Benny menjelaskan, dalam Training yang diadakan perusahaan biasanya kerap dilakukan dengan sistem class room face to face Training, ada sekira jadwal dua Minggu sekali dimanfaatkan perusahaan untuk memberikan sistem pelatihan terhadap para guru-guru.

“Pelatihannya untuk mendorong bagaimana pemanfaatan teknologi untuk proses belajar mengajar, misalnya membuat presentasi terbaik dari powerpoint serta lainnya. Seperti halnya bagaimana membuat kolaborasi melalui onenote, bagaimana caranya memanfaatkan Microsoft Office 365 karena sifatnya multimedia. Bagaiamana memaksimalkan Onenote ini, karena didalaminya banyak fungsinya seperti memasukkan file gambar, video, dan suara,” tambah Benny.

Dirinya menuturkan bahwa sejak 2012 ada lebih dari 60 guru di Indonesia telah tergabung dalam MIEE. Ke depannya, Microsoft berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak tenaga pengajar agar kualitas tenaga pengajar di Indonesia dapat semakin baik dan berdampak pada pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas. Hal ini juga dibuktikannya dengan pemanfaatan teknologi atau aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft, yakni Skype berhasil dijalankan oleh tiga guru Tanah Air dalam melakukan proses belajar-mengajar.